Pagi ini cukup cerah, matahari pagi tidak terlalu terang menampakkan sinarnya Pun juga tidak terlalu gelap ditutupi awan.
bagi sebagian orang bangun dipagi hari adalah sesuatu yang sulit. Pasalnya pada pagi hari biasanya mimpi yang sedang berkeliaran dikepala kita sedang dalam tahap indah indahnya.namun,bagi sebagian lagi orang waktu pagi harus dipakai untuk menjalankan produktivitas nya
Kewajiban yang tidak dapat dihindari bagi pelajar adalah belajar. Maka dengan masih setengah ngantuk karna ia baru terlelap dijam dua pagi. Kebiasaanya jika gangguan tidur menggangu dirinya mengakibatkan dirinya harus menunggu pagi agar bisa tidur meski tidak nyenyak.
jam sudah akan menunjukkan pukul tujuh pagi. Setelah selesai berpakaian dan merapihkan semua perlengkapan sekolah yang dirasanya sudah siap Alya menggendong tasnya dipunggung lalu berjalan keluar rumah.
Seperti pagi sebelum sebelumnya tidak ada sapaaan hangat atau persiapan untuk sarapan melainkan hanya ada keheningan dan kesunyian yang tercipta. Memang ada bibi yang bekerja dirumah Alya tetapi ia melakukan pekerjaannya pada siang hari sedangkan mamahnya harus berangkat lebih pagi dari dirinya yang berangkat sekolah. Sudah terbiasa baginya tidak sarapan setiap ingin berangkat sekolah tidak apalah.. toh ada kantin disekolah untuk sekedar mengganjal perut
Alya buru buru mengunci pintunya. Jika terlambat menaiki bis kota sekarang bisa dipastikan ia harus menunggu lagi untuk pemberhentian bis berikutnya dan itu akan memakan waktu lagi
Saat ingin menutup gerbang,Alya langsung berhadapan dengan seseorang yang sudah berada didepannya. Menunggunya, sejak tadi.
Alya yang saat itu masih terdiam didepan pagar hanya dilanda kebingungan
"Nggak mau telat lagi kan?buruan naik"
"Lo jemput gue?"
"Enggak,kebetulan tadi lewat sini"
"Bohong,pasti Lo udah nunggu disini"
"Engga masalah kan?"
"Kenapa sih ta,Lo selalu ada disaat waktu gua lagi kesulitan?"
"Takdir"
"Kenapa orangnya harus Lo?"
"Kalau yang ditetapinnya aku,orang lain bisa apa?"
"Ta,gue nggak mau punya hutang Budi sama orang lain"
"Kalau gitu jangan jadiin kebaikan seseorang buat jadi pembalasan Budi"
"kalau enggak gitu bukannya gua jadi orang munafik?"
"kemunafikan seseorang enggak bisa selalu dilihat dari apa yang engga dia beri kembali. tapi coba lihat hal tulus dari seseorang yang kasih itu"
"Lo...tulus?"tanya Alya meragukan ketulusan dari kebaikan yang Dikta kasih
"Kalau yang aku lakuin ke kamu aku tulus,tapi aku bukan penyanyi" ujar Dikta memperlihatkan rentetan giginya
Alya hanya mendengus malas "penyanyi yang namanya tulus juga belum tentu tulus"
"Kalau masih debatin tulus bisa bisa terlambat Al "ujar Dikta tidak mau mendebat
***
Motor yang dikendarakan Dikta memasuki gerbang sekolah. Sudah banyak siswa dan siswi yang memasuki gedung sekolah mengingat bel masuk sekolah akan segera dibunyikan
Banyak tatapan tatapan Siswa yang lain mengarah pada Dikta dan Alya. Alya lupa,seharusnya meminta Dikta memberhentikan motornya jauh dari gedung sekolah. Ia tidak mau jadi pusat perhatian banyak orang apalagi jadi bahan perbincangan yang tidak tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMU
RomanceIni bukan cuma cerita tentang dua orang yang bertemu. Tetapi tentang banyak pertemuan yang harus di lewati. Bertemu dengan kebingungan,kekhawatiran,kegelisahan,kesedihan dan lain lainnya. Dan fase ini harus dilewati. Setiap orang mempunyai cerita h...
