Bismillah.
Selamat pagi, siang, malam kak. Masih adakah yang baca cerita ini? Kalau masih ada aku mau bilang makasih. Jangan lupa vote and comment yah kak😉😊.
Sudah 2 minggu setelah kematian Amanda, saat pemakaman minggu lalu Airin yang mengurus semuanya, bahkan Papa Amanda tak datang untuk melihat putrinya terakhir kali. Keadaan sekarang tak ada yang berubah, mereka berlaku seperti biasa hanya sifat mereka yang berbeda. Airin yang dulunya sering tersenyum kini tak seperti biasanya, Aurel yang hanya mempunyai Amanda sebagai temannya hanya bergaul sendirian tanpa ada Amanda yang akan selalu menemaninya, dan Cakra jangan tanyakan dia, dia semakin tambah cuek dan memilih menjadi orang yang tak banyak bicara, sifat manja yang biasa ia tampilkan pada bundanya kini tak ada lagi, setelah kematian Amanda benar-benar merubah sifat Cakra 100%.
Airin menatap sebuah foto yang tengah menampilkan Amanda yang tengah tersenyum bahagia, itu foto setelah dia mengucapkan dua kaliamat syahadat. Air mata yang Airin tahan kini keluar tanpa ijin.
"Hey kok nangis?" Tanya Nathan mengelus puncak kepala istrinya.
"Keingat sama Amanda?" Tanya Nathan, Airin mengangguk berusaha menghentikan tangisnya namun tangisnya semakin pecah.
"Biarin dia tenang diatas sana " Ujar Nathan.
"K-enapa harus Amanda sih yang pergi " Ujar Airin disela tangisnya.
"K-enapa dia gak nunggu dirumah kita aja sampai acaranya dimulai? Kenapa dia harus pulang kerumahnya saat itu " Ujar Airin.
"Ini udah takdir Sayang, kalau takdir udah kehendak kita gak bisa menghindar " Ujar Nathan.
"G-gimana sama kasus tentang kematian Amanda?" Tanya Airin menatap suaminya itu.
"Tentang kematian Amanda dikatakan sebagai kecelakaan " Ujar Nathan.
"What kok bisa?" Tanya Airin bingung.
"Aku juga gak tahu tapi kasusnya udah ditutup " Ujar Nathan.
"Tapi aku yakin itu bukan karna kecelakaan " Ujar Airin.
"Aku juga gak yakin gak mungkin kecelakaan kalau ada bekas tusukan pisau diperut Amanda " Ujar Nathan lagi.
"Assalamu alaikum " Sapa Aurel.
"Waalaikum salam " Ujar Airin dan Nathan bersamaan.
"Lagi bahas apaan?" Tanya Aurel.
"Kasus Amanda " Ujar Airin.
"Gimana?" Tanya Aurel.
"Dinyatakan sebagai kecelakaan " Ujar Nathan.
"What gak bisa gitu dong " Ujar Aurel tak terima.
"Papa juga gak tahu tapi kasusnya udah ditutup, dan dinyatakan sebagai kecelakaan " Ujar Nathan.
"Gila udah tahu itu bukan kasus kecelakaan itu pasti kasus pembunuhan berencana, aku yakin ada yang gak beres nih " Ujar Aurel tak terima.
"Bunda juga gak terima Amanda gak dapat keadilan " Ujar Airin.
"Aku pastiin orang yang membunuh Amanda akan ngerasain hal sama, nyawa harus dibalas dengan nyawa " Ujar Cakra tiba-tiba membuat semua yang ada di sana menatapnya.
"Maksud kamu apa Bang?" Tanya Airin.
"Jangan gila Lo " Ujar Aurel seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Abang gilanya itu.
"Cakra biarkan Polisi yang menangani kasus ini " Ujar Nathan.
"Anda percaya dengan mereka? Bahkan kematian Amanda dikatakan sebagai kecelakaan padahal mereka tahu kalau Amanda dibunuh dan jasadnya dipindahkan di mobil dan membuat semua kejadian itu seperti kecelakaan, apakah anda masih mempercayai mereka?" Tanya Cakra marah. Membuat semuanya terdiam, tanpa mau mendengar mereka lagi Cakra memilih melangkah menuju kamarnya. Keluarganya menghela napas lelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tolong💔
Novela Juvenil(Budayakan Follow sebelum membaca) Apakah salah jika dia juga ingin merasakan kebahagiaan? Apakah salah jika dia juga ingin merasakan udara segar? Apakah salah jika dia juga ingin merasakan kasih sayang? Apakah salah jika dia juga ingin merasakan ba...
