Part 19💔

153 12 0
                                        

Hallo semuanya maaf yah baru update, soalnya masih Ulangan, jadi aku luangin waktu buat update ceritaku. Jangan lupa vote yah😊

Amanda berjalan dengan langkah pelan memasuki area rumahnya yang cukup besar itu, hari ini dia sudah bisa keluar dari rumah sakit, tadi Revan sempat menawarkan Amanda untuk menginap dirumahnya saja namun Amanda tak ingin merepotkan laki-laki itu sudah banyak ia merepotkan  laki-laki itu dan ia tidak ingin merepotkannya lagi.

Amanda bernapas lega saat tidak mendapati mobil Papahnya yang baisanya terparkir rapi dibagasi rumahnya, dengan cepat ia melangkah masuk kedalam rumahnya.

"Loh Non Amanda kok pulang, kan masih belum sehat?" Tanya Bi Inah khawatir.

"Aku udah sehat kok bi, dokter juga udah bilang akalu aku bisa pulang kerumah, gimana kabar bi Inah?" Tanya Amanda.

"Bibi mah baik-baik aja atuh non " Ujar Bi Inah.

"Oh iya Papah kemana tumben gak ada mobilnya dibagasi?" Tanya Amanda.

"Oh tuan toh non, kalau tuan mah seminggu lalu udah keluar kota " Ujar Bi Inah mebuat Amanda bernapas lega.

"Kapan dia pulang?" Tanya Amanda lagi.

"Kurang tahu non, oh ita non mau makan apa?" Tanya Bi Inah.

"Apa aja deh bi yang penting bikin kenyang " Ujar Amanda.

"Okay deh bibi mau masak dulu yah " Ujar Bi Inah.

"Aku juga mau kekamar " Ujar Amanda melangkah menuju kamarnya, setelah sampai dikamarnya Amanda langsung membaringkan tubuhnya pelan luka goresan pisau masih terasa sakit dipunggungnya, sebenarnya ia masih belum cukup sembuh namun ia memaksa kepada Dokter agar mengijinkannya pulang dan akhirnya dokter mengijinkannya pulang.

Amanda memikih berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah lama akhirnya ia selesai membersihkan dirinya dan langsung mencari ponselnya, ia tersenyum saat mendapati ponselnya berada diatas meja belajarnya ia langsung menyalakan ponselnya.

Baru dinyalakan sebentar saja sudah banyak pesan dan panggilan masuk diponselnya, panggilan dan pesan itu dari Aurel dan teman lainnya ada juga dari guru-guru, mereka pasti menanyakan mengapa ia tidak kesekolah selama seminggu ini. Amanda memilih membaca pesan dari Aurel yang begitu banyak.

Aurel Cantik : P
Aurel cantik : P
Aurel Cantik : Weh
Aurel Cantik : Weh ayang bebsnya akhyu, panda kecilnya akhyu, sahabat tersayangnya akhyu, cintanya akhyu, lo kemana weh?
Aurel Cantik : Amanda lo kenapa gak datang sekolah sih?
Aurel Cantik : Lo lagi sakit apa gimana sih?
Aurel Cantik : Amanda wej balas dong.
Aurel Cantik : Kok lo gak aktif sih Amanda?
Aurel Cantik : Lo dimana weh?
Aurel Cantik : Sumpah berasa kaya orang gila dah gue ngoceh sendirian kek gini😤.
Aurel Cantik : Weh kok gue dikacangin sih?
Aurel Cantik : Weh nih guru-guru sama yang lain pada nanyain nih kenapa lo gak masuk sekolah.
Aurel Cantik : Amanda capek nih gue, balas dong.
Aurel Cantik : Amanda lo baik-baik aja kan? Jangan buat gue khawatir dong.
Aurel Cantik : Please balas kek walaupun cuman kata singkat.
Aurel Cantik : Gak masalah kalau gak dibalas tapi dibaca dong cayangnya aku.
Aurel Cantik : Weh Amanda ponsel lo kok gak aktif sih?
Aurel Cantik : Gue udah coba hubungi lo tapi ponsel lo gak aktif.
Aurel Cantik : Amanda cintaku, sayangku, sahabatku, my loveku balas dong bebs.
Aurel Cantik : Lama-lama gue santet online yah lo.
Aurel Cantik : Sumpah greget sendiri gue ini, weh balas dong.
Aurel Cantik : Amanda, nangis nih gue.
Aurel Cantik : Amanda pokoknya gue ngambek nih.
Aurel Cantik : Gue beneran ngambek nih.
Aurel Cantik : Gue seriusan nih gue beneran ngambek loh.
Aurel Cantik : Amanda oh Amanda alangkah indahmu merah kuning hijau dilangit yang cerah😊.
Aurel Cantik : Wahai Amanda yang dicintai oleh semua orang alangkah baiknya jika engkau membalas pesan dari sahabat tercintamu ini, tak kah anda merasa kasihan terhadapnya yang sekarang tengah menunggu balasan dari anda, sudah cukup dia hanya menunggu kepastian dari doi yang tak kunjung peka terhadap perasaannya jangan lah engkau menambahnya lagi.
Aurel Cantik : Balas lah.

Tolong💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang