(Budayakan Follow sebelum membaca)
Apakah salah jika dia juga ingin merasakan kebahagiaan?
Apakah salah jika dia juga ingin merasakan udara segar?
Apakah salah jika dia juga ingin merasakan kasih sayang?
Apakah salah jika dia juga ingin merasakan ba...
"Walaupun seluruh dunia tak membiarkanmu merasakan kebahagaian kamu harus tetap yakin kalau suatu saat nanti seluruh dunia akan merentangkan tangan mereka memberikan seluruh kebahagian yang seharusnya kamu dapatkan" _NATHANIEL VALERIO
Kondisi Amanda sudah cukup membaik, bahkan ia sudah bisa makan dan duduk. Dan sekarang ia tengah duduk melamun memandang kesebuah tempat entah apa yang ia pandang, sekarang untuk sementara waktu ia harus berjalan dengan bantuan tongkat karna luka dikakinya belum sembuh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia juga sudah keluar dari rumah sakit, sudah seminggu lalu ia keluar dari rumah sakit dan sekarang untuk sementara waktu ia harus tinggal dirumah Aurel, sebenarnya ia tak ingin merepotkan Aurel dan keluarganya namun kalian tahu kan Airin mendesaknya dan akhirnya menyetujui untuk tinggal disana. Sungguh Airin merawatnya layaknya dia adalah putrinya sendiri, Amanda dapat merasakan kembali perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu berkat Airin, entah bagaimana caranya ia harus berterima kasih dengan wanita itu, untuk sementara waktu ia tak ingin memikirkan apa yang akan Papahnya lakukan karna semenjak ia masuk rumah sakit ia tidak pulang sampai saat ini.
"Hei kok melamun?" Tanya Airin melangkah menghampiri Amanda tak lupa ditangannya terdapat sebuah nampan berisikan makanan untuk Amanda.
"Eh tante " Ujar Amanda tersenyum pada Airin.
"Kamu bosan yah?" Tanya Airin, Amanda menggeleng.
" Terus kenapa?" Tanya Airin.
"Kagen sekolah, udah lama aku gak masuk sekolah " Ujar Amanda, Airin tersenyum dan mengelus puncak kepalanya.
"Nanti juga pasti bakalan kesekolah lagi, makannya kamu harus bisa cepat sembuh, nanti bisa kesekolah bareng Aurel sama Cakra " Ujar Airin.
"Hei lagi bahas apa nih?" Tanya Nathan.
"Halo Amanda, coba tebak apa yang Om bawa buat kamu " Ujar Nathan.
"Emang Om bawa apa?" Tanya Amanda bingung.
"Jeng jeng jeng " Ujar Nathan menyodorkan sebuah kotak kado yang cukup besar. Dengan cepat Amanda menerimanya dengan senang hati.
"Maksih Om " Ujar Amanda.
"Aku boleh buka gak hadiahnya?" Tanya Amanda.
"Buka aja sayang, toh itu kan hadiah buat kamu " Ujar Airin, Amanda mengangguk dan langsung membuka hadiah yang Nathan berikan. Mata Amanda berkaca-kaca saat melihat isi hadiah yang Nathan berikan, ia ingin menangis namun ia tahan tak ingin membuat Nathan dan Airin khawatir.
"Jangan ditahan tangisnya, kalau mau nangis, nangis aja " Ujar Nathan mampu membuat pertahanan Amanda runtuh.
"M-akasih hiks hiks b-uat hadiahnya, hiks hiks i-ini hadiah yang hiks hiks paling indah b-uat aku " Ujar Amanda disela tangisnya.
"Om sama Tante tahu kamu pasti kagen banget sama Mama kamu, makanya Om sama Tante ngasih foto Mama kamu, kita tahu dirumah kamu pasti gak ada foto Caira kan " Ujar Airin, Amanda membenarkan ucapan Airin, memang dirumahnya tak menyimpan foto Caira~ Mamahnya, sebab Papahnya sudah membuang semua foto Mamanya bahkan foto yang Amanda simpan secara diam-diam sudah dibuang oleh laki-laki itu.