"Aku lebih suka menghilang dibandingkan bertemu lagi dengan si brengsek itu." Kata Olivia ringan, setelah mendapatkan perlakuan hina mereka kira ia akan kembali menjadi putri mahkota yang murah hati?
Asher sempat terkejut dengan kata-kata kasar Olivia tetapi ia memaklumi dan menepuk kepala Olivia ringan. "Kalau begitu jangan kembali, tetaplah berada disini sebagai Olivia Aster."
"Tetapi cepat atau lambat mereka akan segera menemukanku."
"Aku yang akan melindungimu." Asher memakai kembali jubah resmi nya.
"Kau akan pergi?" Tanya Olivia ketika melihat tingkah Asher. Pria itu tersenyum melihat perbedaan tinggi mereka, dua tahun lalu ketika ia meninggalkan Olivia. Tinggi gadis ini masih mencapai telinga nya namun sekarang hanya mencapai bahu bawah nya saja.
"Ya mereka akan curiga jika aku tiba-tiba menghilang saat berpatroli. Aku akan mengalihkan pasukan dari daerah ini agar kau bebas bergerak Aster. Lain kali akan datang mengunjungi bunga kesayanganku ini."
Olivia hanya mengangguk ia mengantar Asher keluar rumah, tetapi yang mengejutkan adalah saat Asher menyentuh helai rambut nya lembut. "Kau mengecat rambutmu?"
"Kau baru menyadarinya?" Oliva ikut memandang kearah rambutnya, heran karena Asher baru menyadari perubahan penampilan nya.
"Cantik, namun aku tetap menyukai warna aslinya." setelah itu Asher begitu saja meninggalkan nya di depan pintu.
"Nona Aster apakah pria tampan tadi adalah kekasihmu?" Suara nyonya Beatrice terdengar, ternyata wanita paruh baya itu sudah menonton semua pertunjukan tadi sambil menyiram bunga di kebun kecil nya.
Kedua pipi Olivia memerah, ia menggelengkan kepala nya. "Anda salah paham nyonya Beatrice, dia hanya kenalan saya. Kami tidak sengaja bertemu setelah sekian lama."
"Ah sudahlah aku juga pernah muda, wajar jika gadis muda memiliki kekasih. Seperti nya pria tadi adalah bagian dari istana?"
"Dia berkerja di instansi keamanan di istana."
Nyonya Beatrice tersenyum lebih lebar. "Begitu, seperti nya pria tadi sangat mencintaimu, jangan kau sia-siakan."
Wajah Olivia makin memerah, ia malu jika seseorang berbicara seperti ini pada nya. "Itu tidak mungkin kami hanya teman."
"Yah teman atau tidak, bukan berarti tidak memiliki perasaan. percayalah padaku kau hanya perlu melihat kedalam mata nya dan kau akan melihat seluruh perasaan nya." Nyonya Beatrice ternyata pintar dalam berargumen, membuat Olivia hanya diam dan langsung buru-buru ingin aku masuk ke dalam rumah nya.
"Kalau begitu selamat sore nyonya Beatrice." Olivia menutup pintu nya, menghela nafas panjang.
'kau hanya perlu melihat kedalam mata nya dan kau akan melihat seluruh perasaan nya'. pantas saja putra mahkota selalu melihat dingin kearah Olivia karena memang tidak ada perasaan disana.
Pertunangan mereka terjadi karena permintaan Ratu Evelyn, lalu semua terjadi begitu saja. Secara semalam ia berubah dari seorang lady yang diabaikan menjadi putri mahkota yang tidak dianggap oleh tunangan nya sendiri.
Ibu nya meninggal beberapa tahun setelah kelahiran nya, ayah nya yang begitu mencintai sang ibu berubah membenci nya, dan setelah itu semua orang dikediaman Clarence meninggalkan nya. Lalu ia diabaikan oleh tunangan dan ditinggalkan oleh sahabat nya.
"Kau terlalu menderita untuk menjadi seorang figuran Olivia." Dalam raga Olivia Quin mengkhasihani gadis itu. Terlalu banyak penderitaan dalam hidup nya.
Sebuah api kecil muncul di tangan Olivia, sebuah sihir sederhana. Bertahun-tahun gadis ini menutupi semua kemampuan nya, bersikap lemah agar tidak terlihat oleh keluarga nya yang membenci nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lady Olivia
RomanceSeorang penulis mati lalu masuk kedalam ceritanya setelah mendapatkan banyak kutukan dari pembacanya atas karya sebelumnya yang berakhir sad ending. Mendapati dirinya masuk kedalam cerita dan berperan sebagai seorang figuran yang akan mati sia-sia...
