Penting !
© Cerita ini hanya fiksi belaka. Kesamaan nama, tempat dan waktu tidak melatari cerita sejarah apapun
Ketika Sabrina berbelok. Tanpa sengaja Sabrina menabrak tubuh kekar seseorang. Tentu saja itu tubuh seorang pria. Akibat benturan keras tersebut otomatis membuat tubuh Sabrina terpental dan jatuh dengan posisi terduduk. Sabrina meringis mendongkak cepat untuk memastikan siapa gerangan yang dia tabrak. Betapa terkejutnya Sabrina saat mendapati wajah orang yang cukup familiar baginya.
"kau?!" seru Sabrina kepada orang yang bertabrakan dengannya.
Sabrina tidak mengira jika orang yang baru saja dia tabrak adalah Robert, pria yang pertama kali bertemu dengannya di Kedai Rokes' saat malam festival budaya berlangsung.
Robert tidak kalah terkejut ketika melihat orang yang baru saja jatuh terduduk dihadapannya karena menabraknya adalah Sabrina atau Robert mengenal sebagai Matilda Warren. Spontan Robert mengulurkan tangannya untuk membantu Sabrina berdiri.
"anda baik-baik saja Nona Warren?" tanya Robert sesaat setelah Sabrina bangkit berdiri.
Sabrina tidak langsung menjawab. Terlebih dulu dia memastikan seseorang yang berniat membunuhnya tidak lagi mengikuti. Ternyata orang yang mengikutinya sudah menghilang sejak insiden Sabrina terjatuh akibat menabrak tubuh kekar Robert. Sabrina dapat bernafas sedikit lega. Dia bersumpah, setelah ini ia akan membawa belati kemanapun ia pergi. Agar kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.
"Nona Warren?" Robert yang belum mendapatkan tanggapan dari Sabrina kembali memanggil namanya.
"ah... Saya baik-bain saja. Maaf atas kecerebohan saya hingga menabrak anda Tuan Robert. Apa ada yang terasa sakit di bagain tubuh anda?" kali ini Sabrina menatap Robert dari ujung kepala hingga ujung kaki. Memastikan pria itu tidak kenapa-napa.
Terdengar kekehan kecil dari Robert karena mendengar pertanyaan Sabrina "saya baik-baik saja nona. Justru saya mengkhawatirkan anda yang terjatuh cukup keras. Apa perlu saya panggilkan dokter?"
Sabrina tersenyum. Mendapati seorang pria yang bersikap layaknya gentelmen sejati seperti Robert. Pria itu sungguh baik. Jarang sekali Sabrina menemukan pria baik seperti Robert di zaman ini.
"terima kasih atas perhatian anda Tuan Robert. Tapi saya tidak memerlukan pertolongan dokter untuk saat ini. Kalau tidak keberatan saya harus segera pamit undur diri" Sabrina akan melangkah pergi tapi terhenti ketika mendengar perkataan Robert setelahnya.
"apa nona sedang dibuntuti? saya sempat melihat benda tajam di tangan orang yang mengejar nona barusan. Siapa anda sebenarnya Nona Warren? Tidak mungkin seorang wanita dari kalangan rakyat biasa diincar oleh seorang pembunuh bayaran"
Sabrina tertegun. Benar dugaannya jika tadi adalah seorang pembunuh bayaran. Kini Sabrina semakin yakin dalang dibalik insiden yang hampir mencelakainya. Siapa lagi kalau bukan kedua kakak tiri beserta ibu tirinya yang laknat.
Wajar jika Robert tidak menyadari jika Sabrina adalah seorang putri duke karena setiap berpergian ke pusat kota Sabrina selalu mengenakan pakaian dan riasan sederhana.
"saya juga tidak tahu kesalahan apa yang telah saya perbuat sampai-sampai harus dibuntuti seperti ini oleh pembunuh bayaran" Sabrina berakting seperti seorang wanita yang syok karena baru mengetahui suatu kebenaran.
Robert yang termakan akting Sabrina mendekatkan dirinya ke Sabrina sebelum menepuk pelan bahu Sabrina. Berniat untuk menenangkan "apa mungkin anda adalah seorang wanita simpanan bangsawan atau pria kaya Nona Warren? Dan kalau saya boleh tau siapa pria itu?" tanya Robert santai. Seakan pertanyaannya bukanlah suatu hal yang merendahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
What the Lady Wants
Ficción HistóricaTerbangun ditubuh seorang putri bungsu Duke Melville entah Sabrina harus merasa beruntung atau sial
