36

9 1 0
                                    

TEMPAT, PERUSAHAAN, INSIDEN DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI!!

CERITA INI TIDAK BERMAKSUD UNTUK MENYINGGUNG, PIHAK MANAPUN.

AKU BUAT CERITA INI KARENA KEHALUANKU, DAN TIDAK BERMAKSUD MERUGIKAN PIHAK MANAPUN.


"Apa! Tidak mungkin!"panik Xavier.

Xavier melakukan CPR, semoga bisa mengembalikan denyut nadinya.

"Sayang Kim. Please don't leaveme,"Xavier disela ia melakukan CPR.

"Aku sudah menelpon ambulance sebentar lagi dia akan sampai,"ujar Leo, semuanya panik, entaj sudah berapa lama Xavier melakukan CPR tapi tidak ada tanda tanda.

"Maafkan ayah nak. Ayah salah. Ayah menyesal. Please kembali. Ayah tidak mau kehilangan kamu. Cukup Kakakmu Alexa membuat mamamu terpukul,"ucap Daniel sangat menyesal.

Tidak lama Larissa memuntahkan air yang ia telan.

Melihat itu Daniel segera berlutu dan memeluk putrinya.

"Syukur kamu masih hidup sayang. Maafkan ayah,"ucap Daniel bahagia.

"Mr. Daniel sebaiknya Larissa segera dibawa kerumah sakit. Kondisi sangat parah,"pinta Natasha.

Tidak lama juga petugas ambulance datang ia memeriksa denyut nadi Larissa lalu membawanya masuk kedalam ambulance.

"Segera hubungi mamamu Larissa selamat. Dia pasti sangat mengkhawatirkannya,"pinta Daniel kepada Leo yang berada diluar Ambulance.

Sedangkan daniel ia ikut di mobil ambulance, bersama Natasha.

Diperjalanan Leo mengabari mamanya di Indonesia, lalu ia mengabari Haein dan Bora di korea.

Lewis menghubungi Lee sooman untuk membatalkan semua jadwal Larissa. Jika ia tidak bersedia ia akan membawa hal ini kejalur hukum.

SM ENTERTAIMENT.. mengeluarkan kabar bahwa Larissa selamat dari penculikan dan untuk jadwal promosi MelodyG Larissa tidak bisa ikut karena pemulihan.

Dan untuk Comeback solonya Larissa ditunda sampai Larissa benar benar pulih.

Fans dan warga korea bersyukur Larissa selamat. Dan mendoakan semoga lekas pulih.

Warga korea juga berharap Kimbeom bisa menjaga Larissa, setelah kejadian ini.

Tentang skandal Dating Larissa sudah tidak dipermasalahkan lagi.

MelodyG melakukan siaran langsung, meminta kepada yang memontong Live agar mendoakan Larissa segara sembuh dan bisa melakukan promosi bersama sama.

Haein segera mengabil penerbangan menuju Itali.

Sisilia, Itali

Bau obat-obatan bercampur dengan bau cairan pembersih lantai menguar di kamar yang hanya tersinari sedikit cahaya matahari itu.

Bunyi alat pendeteksi detak jantung di samping ranjang menjadi satu-satunya suara yang terdengar.

Embusan angin sesekali menerbangkan gorden tipis yang menutupi jendela, mengantarkan kesejukan sementara yang kemudian menguap.

Kamar bernuansa putih itu sunyi dan senyap. Penghuninya masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Beberapa selang infus berseliweran di atas tubuhnya.

Hanya alat pendeteksi detak jantung di samping ranjang lah yang menjadi satu-satunya tanda bahwa tubuh itu masih bernyawa.

Derak pintu yang dibuka hati-hati memecah hening suasana, disusul derap pelan antukan sepatu.

Sepasang sepatu sneakers terdiam di ujung ranjang. Pemiliknya mengamati pergerakan sosok yang masih terbaring lemah di atas ranjang itu tanpa mengeluarkan suara.

Penuh kehati-hatian, sosok jangkung itu mendekat dan mengisi kursi kosong di samping ranjang.

Kedua tangannya menangkup lembut jemari milik wanita yang amat ia cintai, yang bernapas pelan melalui alat bantu pernapasan.

"Aku kangen kamu Sayang. ayo, buka mata kamu....,"

Suara itu terucap penuh getar, diikuti satu kecupan hangat di punggung tangan kekasihnya yang tertidur cantik. Senyum getir terulas tipis dari kedua sudut bibirnya.

Hening kembali meraja. Dentang jam menjadi satu-satunya tanda bahwa waktu terus berjalan.

Matahari mulai meninggi tapi pagi-nya masih sama, masih sunyi dan masih dingin. Tanpa bisa dicegah, sebulir cairan bening meluncur melewati pipi tirusnya, membasahi punggung tangan dalam genggamannya.

Sosok jangkung itu beranjak setelah mengecup lembut kening tubuh lemah itu, meninggalkan kekasihnya dalam hening kamar rumah sakit, menutup pintu tanpa menimbulkan suara.

"Bagaimana keadaan Kimmy, Haein oppa?"tanya Clara.

Haein menggeleng pelan menjawab pertanyaan Clara.

Clara menghela nafas kasar.

"Bukankah kamu mau balik ke korea? Jam berapa pesawatmu?"tanya Haein duduk disebelah Clara.

"Masih ada 3 jam lagi. Kapan Larissa dipindahkan ke rumah sakit dikorea?"ucap Clara.

To be Continued..

Clara Kim (Kim Yoobin)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Clara Kim (Kim Yoobin)

Jangan lupa like dan komen, agar author semangat nulisnya. Percayalah vote dan komen kalian itu mood banget bagi author. Bener bener bikin semangat untuk nulis next chapther, walau terkadang mood nulis tiba tiba down.

(Instagram : kth_winterbear)

Terimakasih

Mrs. Maxwel Vs Mr. Wilson [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang