SEMUA TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, TEMPAT, PERUSAHAAN, INSIDEN DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI!!
AKU BUAT CERITA INI KARENA KEHALUANKU, DAN TIDAK BERMAKSUD MERUGIKAN PIHAK MANAPUN.
Happy Reading...
Semoga kalian suka😊---
Kimmy melaju dengan kecepatan Maksimal, membela jalan yang masih ramai dimalam hari. Kimmy tidak akan membiarkan Taylor mengulangi kejadian 6 tahun yang lalu.
Saat sampai dialamat yang Taylor Kirimkan. Disana terdapat pabrik terbengkalai, lalu Kimmy masuk kedalam pabrik tersebut. Pabrik tersebut cukup luas.
"Taylor dimana kau! Jangan sukanya mengancam, kalau berani lawan aku. Aku tidak takut denganmu,"teriak Kimmy.
"Well... Lama tidak bertemu Larissa! 6 tahun yang lalu, dan sekarang kau tumbuh menjadi gadis cantik, dan pemberani,"ucap Taylor, yang muncul dari salah satu ruangan dipabrik itu.
"Dimana kau menyekap Haein,"ucap Kimmy.
"Easy.. Dia masih hidup, jangan khawatir. Aku tidak sejahat itu,"ucap Taylor, sambil berjalan kearah Kimmy, lalu ia memukul Kimmy dan membuat sudut bibirnya mengeluar darah. Kimmy tersenyum miring setelah dipukul oleh Taylor.
"Bagaimana? apa Mr. Maxwell masih mengakuimu sebagai anaknya? Walaupun Mr. Maxwell tidak mengakuimu tapi kau masih keturunan keluarga Maxwell. Karena keluargamu proyek yang aku buat susah payah dan butuh bertahun tahun, hancur dalam sekejap,"ucap Taylor penuh dendam dengan tatapan membunuh.
"Dan malaikat pelindungmu sudah tidak ada,"Taylor tertawa, suaranya memenuhi bangunan itu.
Disaat Taylor mengungkit ungkit tentang ayahnya, dada Kimmy terasa sakit, dan tampah sadar air mata Kimmy jatuh.
Kimmy menarik napas dalam dalam lalu ia keluarkan agar ia tidak terpancing oleh Taylor. Lalu ia mengusap kasar air matanya.
"Stop It. Itu tidak mempan untuknya, walaupun kau membunuhku. Ayahku tidak peduli. Seperti yang kau bilang tadi, So.. percuma. Dasar Bodoh!"ucap Kimmy tersenyum miring, lalu tertawa.
"Aku harap hidupmu tidak pernah tenang, karena kematian Nathan,"lanjutnya.
Taylor terkejut mendengar ucapan Kimmy, lalu buru buru ia mengubah ekspresi terkejutnya itu menjadi ekspresi tidak terbaca. Kimmy tersenyum kemenangan melihat itu.
Kimmy berpikir keras, bagaimana ia harus menyelamatkan Haein tanpa terluka sedikit pun.
"Dasar bocah licik,"gumam Taylor yang masih bisa didengar oleh Kimmy. Tiba tiba Taylor menarik Kimmy kasar ke salah satu ruangan, dimana Taylor Keluar tadi. Lalu mendorong Kimmy kasar, dan terjatuh disebelah Jung Haein.
"auh..진짜 이게 아저씨가 자식,"umpat Kimmy.
Disana Kimmy melihat Jung Haein diikat di sebuah kursi, untungnya Taylor tidak melukainya, kalau sampai itu terjadi entah apa yang Kimmy perbuat.
"Kimmy! Kenapa bisa kau disini,"ucap Haein Kaget. Kimmy hanya tersenyum tidak menjawab ucapan Haein. Kimmy senang melihat Haein baik baik saja. Kimmy harus tenang, tidak boleh gegaba dalam mengambil tindakan, yang Kimmy pikirkan sekarang keselamatan Haein.
"Sayang...,".
"Sayang, kenapa kamu bisa disini? Kamu terluka,"tanya Haein Khawatir.
"Aku baik baik saja. Jangan Khawatir. Sayang.. Kamu tidak dilukai sama bangsat inikan?"ucap Kimmy.
"It's okay.,"
"Lepaskan dia, dan bawah aku saja. Itukan yang kau mau,"ucap Kimmy kepada Taylor, Jung Haein yang mengerti bahasa inggris sedikit, mendengar ucapan Kimmy sontak Kaget.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mrs. Maxwel Vs Mr. Wilson [END]
RomanceLarissa Evelyn Maxwell Kim salah satu pewaris dari keluarga Maxwell yang sangat berpengaruh, tetapi tanpa sepengetahuan Ayah dan Mamanya dia bergabung dengan Agent CIA. Awalnya Larissa masuk kedunia Entertaiment Korea untuk mencari tahu penyebab kem...