17. Again? 0.2

1.2K 200 11
                                        

Begitu masker hitamnya terpasang, Yeosang seolah merubah personalitynya. Yang pada realita sudah cukup datar,ia menjadi lebih dingin sekarang.berbicara seperlunya saja,dan lebih tidak punya hati kalau bisa dibilang.

Unit yang berisi Hongjoong, Yeosang,dan Yeonjun merupakan unit utama. Wooyoung pun secara mulus dimasukkan me dalam unit utama oleh Chief.

Pada dasarnya, unit mereka memang unit yang memiliki skill paling tinggi di antara Hunter lain dan kerap kali memimpin perburuan di daerah-daerah khusus.

Kalau biasanya Hunter lain kebanyakan berpatroli, unit mereka lebih sering berburu di lapangan dan tangkapan mereka biasanya tak main-main. Seperti Rogue berdiri aneh yang mereka tangkap beberapa minggu yang lalu.

Kali ini, karena kabar Rogue yang menyerang manusia, Chief mengerahkan lebih banyak unit pemburu ke berbagai area. Dari area A hingga Z semua mereka periksa. Area-area ini umumya hutan liar juga hutan-hutan hunian. Seluruh Hunter disarankan untuk bersikap senaturak mungkin agar tak menimbulkan kepanikan pada manusia dan makhluk lain.

Tempat kejadian tadi yaitu area O, Yeonjun dan Yeosang yang memimpin. Area ini merupakan hutan bambu yang bisa Yeosang katakan tak jarang dilewati orang-orang. Namun bukan hingga ke bagian dalam hutan.

Ia sedikit tak mengerti kenapa manusia itu bisa berada di dalam hutan bambu ini. Beruntung tak ada manusia lain yang melihat dan justru Werewolf yang menolong. Kalau tidak, kaum manusia akan tahu dan panik hingga masalah bisa merembet pada pemerintah kaum manusia itu.

Apa sebutannya? Presiden?

Anyways...

"Kau ini bisa memanah tidak sih?" Tanya Yeosang para salah satu orang di kelompoknya. Ekspresi matanya menunjukkan bahwa ia marah.

"Aku..."

"Perhatikan arah angin dulu, baru kay putuskan kapanmelepaskan panah. Tenaga saja kau tidak ada. Panah seratus persen meleset dari sasaran. Serius, kau ini seperti anak kecil yang bermain panahan mainan saja. Tidak becus."

"Sudahlah, dia masih newbie," tengah Yeonjun.

"Newbie atau bukan, kau tak bisa menjadikan itu alasan. Bisa-bisanya Chief menerima orang seperti ini untuk bergabung."

Sementara Hunter baru itu hanya menunduk saja. Memang sudah 5 kali ia meleset. Namun jujur saja, ia merasa sedikit kesal juga pada Yeosang. Tak bisakah ia tak memperlakukan dirinya di depan anggota tim lainnya seperti ini?

"Siapa namamu?" Tanya Yeosang.

"Felix..."

"Temui aku di hutan Barat 8 hari dari sekarang pada pukul sepuluh malam. Sekarang, kau lebih baik ikut aku ketika Kita menyebar nanti."

"Yes, sir."

Ada 8 orang di tim itu. Maka mudah bagi mereka untuk menyebar dengan kembali membagi kelompok masing-masing berisi dua orang.

FYI, Felix bukanlah satu-satunya newbie di tim kali ini. Ada juga seseorang bernama Peter dan anak itu berada dalan pengawasan Yeonjun, sementara —Seperti yang Yeosang sudah katakan— Felix bersamanya.

Yeosang dan Felix pun menelusuri hutan itu lagi. Angin malam ini cukup kencang, dedaunan bambu saling bergesekan, beberapa yang kering juga mulai berjatuhan. Di sini, sudah sedikit cahaya sore yang bisa menyusup ke gelap dedaunan. Keduanya tak terlalu membutuhkan senter. Setidaknya untuk saat ini.

"Berhenti," perintah Yeosang.

Hening sekali, hanya ada suara daun-daun yang suara besokannya semakin keras dan semakin keras. Walaupun begitu keduanya masih bisa mendengar nafas satu sama lain. Nafas tenang Yeosang amatlah tak selaras dengan nafas Felix. Anak itu sepertinya agak panik karena Yeosang tiba-tiba meminta untuk berhenti. Mungkin efek perburuan pertama.

"Ikuti aku."

Jalan yang mereka tempuh semakin gelap, namun itu tak membuat langkah Yeosang melambat. Justru semakin cepat, dan semakin yakin. Sementara Felix tertinggal tak terlalu jauh dari Yeosang. Untungnya, akhirnya Yeosang berhenti dan Felix bisa menyusul kembali.

Dan ternyata, tak jauh dari tempat keduanya kini berdiri, terdapat tiga Werewolf yang sedang berubah menjadi Rogue.

Perubahan yang amatlah cepat bila kalian tanyakan itu pada Yeosang yang sudah ratusan kali melihat Werewolf berubah menjadi Rogue.

Ukuran tubuh mereka dengan pesat membesar, mata yang berubah menjadi merah darah, otot-otot ketiga Werewolf tersebut membesar tidak wajar dan jari tangan mereka membiru.

Menjijikan kalau Yeosang lihat.

'Ah, ini Rogue yang bukan Rogue itu ya... Mari kita perhatikan lebih jauh...'

Yeosang pun menahan busur panah yang sudah Felix naikkan. Lelaki di belakangnya memberi tatapan heran.

"Watch."

Siapa yang tidak semakin heran kalau diberi jawaban seperti itu? Felix bahkan berpikir kalau Yeosang ini sudah gila. Rogue Hunter mana yang melihat perubahan Rogue dan hanya diam saja?

Yeosang masih memperhatikan Rogue itu dengan seksama. Taring yang dimiliki oleh mereka berukuran dua kali lebih besar daripada ukuran taring Rogue biasa. Semua berdiri amat tegap menggunakan dua kaki, tak seperti Rogue biasanya karena postur tubuh Rogue sedikit membungkuk bila berdiri. Tingginya kira-kira mencapai 4 meter. Mungkin lebih. Bulu-bulu mereka pun lebih lebat di bagian punggung.

Anehnya, ketiga Rogue itu hanya diam. Tak menyerang satu sama lain. Biasanya Rogue akan menyerang secara membabi buta dan tak pandang bulu. Justru... Ketiganya seperti sedang berkomunikasi sekarang. Dengan gerakan tentu saja. Yeosang pun tak mengerti gerakan macam apa yang mereka keluarkan itu.

"Um, sir...." Felix menunjuk salah satu pohon di depan mereka

Yeosang mengikuti arah tangan Felix dan sontak membulatkan kedua bola matanya.

Choi Jongho dan Choi San. Duduk tak jauh dari tiga Rogue itu. Ketiga Rogue, dua Choi, dan dua Hunter ini berdiri dalam satu barisan yang sama. Bisa-bisanya Yeosang tak sadar akan hal itu. Skenario macam apa ini.

"Mereka gila atau bagaimana sih? Untuk pa mereka di sini? Tak punya pekerjaan lain kah?"

"Sir, apakah aku harus menembak ketiga Rogue itu?" Tanya Felix. Ia takut Rogue-Rogue itu akan sadar akan eksistensi mereka di sini.

"Incar yang kanan. Lebih mudah bagimu untuk melakukannya. Angin pun sedikit tenang sekarang. Jangan meleset terlalu jauh. Hanya sekedar melumpihkannya pun tak apa. Akan dibantu sisanya.

Felix mengangguk dan bersiap menembakkan panahnya pada Rogue itu. Namun pandangannya tiba-tiba menangkap sesuatu. Benda yang dengan sempurna melingkari pergelangan tangan Yeosang.

BRUK!

Tubuh San kini terkulai lemah dan Jongho sontak berdiri. Tepat ketika Felix sudah melepaskan anak panahnya.

Lebih tepatnya Felix terkejut hingga ia tak sadar tangannya sudah melepas panah.

"Sial."

























TBC.

YEOSANG AMBIL PART MINGI DI LAGU LIGHT TADI AAAAAAAAA 😭😭😭😭😭

SUARANYA CALMING BANGET ASTAGAAAAAAAAAAAAA😭

MANA DIA LAGI BLACK HAIR PULA AH😭

BYE AKU MAU MELEBUR😭

Bonus foto lah gais :


Love u♡♡♡

°•'~Mate [YeoJong]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang