Part 15

2.2K 223 170
                                        





ANDWAE.... JENNIE........







"yakk... haiiisssss kenapa kau berteriak LALICE!!!"




Plaakkk....

"apa yg kau lakukan haaiisss... jantungku rasanya mau copot" jisoo yg berada disebelah lice terus mengusap dadanya ia merasa jantung nya akan loncat saat tiba-tiba saja mendengar lice berteriak mengagetkan semua orang yg berada di dekatnya.

Jisoo jiwon chaeng irene minyoung bahkan jongki yg sedang menyetirpun dibuat kaget hingga jongki membanting setirnya membuat mobil yg ditumpangi mereka semua sempat oleng namun untung saja bisa dikendalikan lagi dengan baik.

"kenapa kita ada di dalam mobil??" tanya lice kebingungan menatap mereka satu persatu. Lice masih memahami situasi yg terjadi saat ini.

"memangnya kau pikir kita semua berada dimana?? Ck.." irene memutar matanya.

"jadi aku hanya mimpi?? Aku barusan hanya mimpikan??" lice kembali menanyakan sesuatu yg buruk yg terjadi beberapa saat lalu.

"selama perjalanan sempat-sempatnya kau tidur huh bukannya memikirkan apa yg harus kau ucapkan saat nanti kau bertemu dengan jennie haaiisss aku tak percaya orang sepertimu masih hidup di dunia ini lice" geram jiwon.

"jisoo noona tolong tampar aku" pinta lice yg membuat jisoo mengerutkan keningnya.

"tolong tampar aku please..." belum sempat jisoo menamparnya namun...

Plaakkk....

Satu tamparan keras yg dilayangkan jiwon sampai membuat lice ternjungkir dari kursinya. Jisoo dan yg lainnya meringis melihat keadaan lice, tentu saja itu akan sangat sakit jiwon tak main-main saat menampar lice ia mengerahkan semua kekuatannya terbukti lice langsung terkapar dibawah kaki jisoo.

"lice kau tidak apa-apa" jisoo membantu lice untuk bangun dan kembali duduk disampingnya.

"ahahahaaa.. Terimakasih Tuhan.. Baru kali ini aku merasa bahagia setelah bangun dari mimpi buruk. Terimakasih juga jiwon noona sudah menamparku dengan keras" lice tersenyum menatap jiwon seraya tangannya mengusap sedikit darah yg keluar disudut bibirnya akibat tamparan keras jiwon yg membuat ujung bibir lice robek.

"lice sepertinya otakmu tergucang setelah jiwon menamparmu, nanti aku akan memeriksamu setelah urusan dengan jennie selesai okay" lice langsung menggelengkan kepalanya seraya tersenyum pada minyoung.

"tak apa noona sungguh aku sangat bahagia" timpalnya.

Akhirnya mobil yg ditumpangi mereka semua pun sampai dirumah jennie dan lice.

Dengan semangat 45 lice keluar dari mobil dan berlari memasuki rumahnya, ia tak sabar ingin segera sampai ditempat tujuannya yaitu meja makan.

Lice pun sampai di meja makan ia memeriksa apapun yg tersaji diatas meja. Disitu terdapat banyak makanan dengan beberapa menu yg lice tau jennie semua yg memasaknya.

"yakk... kau serius LALICE?? inikah tempat tujuanmu setelah sampai dirumah??" jiwon semakin geram melihat tingkah lice dan tak habis pikir bukannya segera menemui jennie yg dilakukannya sekarang adalah ia tersenyum dan bahagia melihat berbagai macam makanan yg tersedia diatas meja makan.

"jiwon kendalikan dirimu" cegah irene menahan jiwon yg hendak melakukan sesuatu lebih buruk lagi pada lice.

"yg aku cari ternyata tidak ada ahahaa" lice terlihat senang dengan berjingkat-jingkat.

"memangnya apa yg kau cari lice?? tentu saja jennie tidak akan berada diantara makanan-makanan itu ck.. kau pikir jennie sejenis brokoli apa" ucapan chaeng itu sontak membuat yg lainnya tertawa.

Delusi (season 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang