Jennie dan lice saat ini tengah berada di rumah sakit untuk memeriksakan kandungan jennie yg sudah memasuki bulan ke delapan perutnya yg semakin membuncit membuat lice harus ekstra menjaga dan memberikan perhatian lebih pada jennie karena seperti yg kalian semua tau sifat ratu jennie yg sudah melebihi batas wajar wanita hamil pada umumnya seberapapun lice dan sahabat sahabatnya memberikan perhatian padanya tetap saja dirasa kurang oleh jennie ck.. Dasar ratu bebas berbuat dan bersikap seperti apa yg diinginkannya.
"jen kandunganmu tidak ada masalah kondisinya semakin baik jadi kau dan lice tak perlu khawatir" tutur irene.
"syukurlah honey baby kita di dalam sana baik-baik saja" ucap lice mengelus perut buncit jennie.
"honey hauuss.."
"kau mau minum honey.."
"mau main bola" ucap jennie memutar matanya malas mendengar apa yg lice ucapkan ck..
"oke oke kau mau minum apa honey??" tanya lice penuh kelembutan membuat irene yg berada disitu jengah dengan drama kedua manusia di depannya ini.
"mau minum itu.."
"minum apa honey??" tanya lice bingung menatap jennie.
"ituuu..." unjuk jennie pada selangkangan lice.
"ini..??" lice menundukkan pandangannya dengan jarinya menunjuk apa yg ditunjuk jennie tadi.
"iyaa" jennie mengangguk dengan nyengir kudanya.
"yakk..kalian berdua jika mau mesum jangan disini haiiisshhh sungguh aku tak mengerti dengan otak kalian sepertinya jiwon perlu membedah isi kepala kalian" ucap irene geram.
"tapi dia masih bobo honey.." jawaban lice yg ambigu.
"maka dari itu sini aku bangunin.." licepun tersenyum dan langsung mendekati jennie yg sudah siap dengan posisinya.
"wtf..kalian benar-benar akan melakukannya disini?? Really???" irene membutuhkan pisau bedahnya ingin sekali rasanya irene mutilasi kedua human yg di depannya ini.
"irene kau pergilah kau sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang" ucap jennie santai tanpa dosa.
"yakk...jennie kim ini ruanganku jika kau lupa" rutuk irene.
"maka dari itu pergilah pasien-pasienmu sudah menunggumu diluar sana dan yaa tolong kau tutup pintunya jika kau keluar" irene membulatkan matanya bagaimana mungkin irene diusir dari ruangannya sendiri.
"ck..aku mengerti sekarang kenapa minyoung dan jiwon tak mau memeriksamu ternyata rasanya seperti ini owh ibu tolong masukan lagi saja aku kedalam perutmu" ucap irene seraya keluar dari ruangannya tak sanggup jika harus berdebat dengan ratu jennie lebih baik irene menyingkir.
***
"ada apa dengan wajahmu??" tanya minyoung heran melihat irene yg menekuk wajahnya sedari ia masuk kedalam ruangam minyoung.
"tolong katakan padaku apa memutilasi pasangan yg sedang hamil itu hukumannya akan berat??" mendengar apa yg diucapkan irene minyoung mengerutkan dahinya.
"apa yg kau katakan irene bicara yg jelas apa yg terjadi??" ucap minyoung mendudukkan dirinya disamping irene.
"kesabaranku sudah habis sekarang aku...."
"ratu jennie maksudmu??" irene mengngguk membenarkan ucapan minyoung.
"ck...kau yakin bisa memutilasinya??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Delusi (season 2)
RomanceBingung bikin deskripsi nya yg pasti buat kalian yg baru baca cerita ini lebih baik baca dulu Delusi season 1 nya biar kalian faham dengan isi ceritanya. selamat membaca semoga suka dengan ceritanya.
