"auuwww sakiitttt.."
"bahkan aku tidak menekan nya" jennie memutar malas matanya.
"walaupun kau hanya mengusapnya tetap saja ini sangat sakit" lice terus meringis merasakan sebelah matanya yg berdenyut.
"ini semua juga karena ulahmu sendiri haaiisshh masih untung baby Ella sedang tidur jadi aku bisa mengobatimu"
"hun.. sepertinya baby Ella tidak menyukaiku" lice memajukan bibirnya membuat jennie berdecak karena kelakuannya yg kekanak-kanakan.
"kau selalu menggodanya itu sebabnya kau menerima pukulan darinya"
"aku hanya meminta jatahku, apa itu salah??" tanya lice dengan polosnya.
"sungguh lice? Haaiisss bahkan aku tidak percaya disini yg bayi itu siapa.. Kau atau Ella" jennie meninggalkan lice begitu saja.
"hun kau mau kemana? Bagaimana dengan mataku? Ini belum selesai haaiisss..." lice menghentak-hentakan kakinya saat jennie terus berjalan meninggalkan nya dan tak menghiraukan nya.
Flasback
"baby Ella sangat haus humm.." jennie tersenyum saat Ella menyedot susu nya dengan kuat.
Jennie sengaja memberikan Ella ASI penuh sehingga dia tak pernah memberi susu formula.
Saat ini Ella berumur satu tahun dia sudah bisa berjalan dan berbicara beberapa kata.
Pertumbuhan Ella bisa dibilang cukup pesat dia tumbuh menjadi anak yg pintar dan sangat peka akan situasi walaupun jennie terkadang suka merasa heran sepertinya Ella memang tak menyukai lice.
Sering jennie melihat lice mengeluh karena sikap Ella terhadapnya. Ella akan menjadi bayi yg sangat menakutkan jika lice mendekati jennie seperti hal nya saat ini.
"hun aku pulang..." jennie tersenyum melihat lice berjalan mendekatinya.
lice mencium keningnya dan begitu lice akan mencium pipi Ella tiba-tiba saja pergerakan nya terhenti karena Ella menatapnya dengan tajam.
"oke oke daddy tidak akan mencium mu" lice tau Ella tidak menyukai saat lice mencium nya apalagi melihat lice mencium mommy nya.
"hun.. Apa yg terjadi di perusahaan semuanya baik-baik saja kan?" tanya jennie setelah lice duduk disampingnya. Sekedar informasi sebulan setelah jennie melahirkan jennie meminta lice untuk mengurus perusahaan nya menjadikan lice sebagai direktur utama.
"semuanya baik-baik saja hun tidak usah khawatir" jennie mengangguk mendengar apa yg lice ucapkan.
"auww pelan-pelan baby jangan ditarik" jennie meringis saat Ella menarik putingnya. Ella kesal melihat mata lice yg tertuju pada payudara jennie yg satunya. Ella tau kalau lice juga menginginkan nya.
"hun.. aku juga haus.."
"maaf hun.. aku sedang menyusui Ella, kau tidak keberatan kan jika harus mengambil minum sendiri ke dapur"
"aku mau minum itu juga" belum sempat jennie menjawab lice langsung mendaratkan mulutnya ke payudara jennie dan langsung mengemutnya.
"hun apa yang...."
Bughh....
Mata jennie membelalak ia tak percaya melihat Ella meninju lice dengan cukup keras dan itu mengenai mata lice.
Lice langsung melepas kuluman nya dan berteriak kesakitan memegangi matanya yg sudah pasti itu akan sangat sakit.
Berbeda dengan jennie dan lice, Ella malah tertawa puas melihat apa yg terjadi pada lice.
KAMU SEDANG MEMBACA
Delusi (season 2)
RomansaBingung bikin deskripsi nya yg pasti buat kalian yg baru baca cerita ini lebih baik baca dulu Delusi season 1 nya biar kalian faham dengan isi ceritanya. selamat membaca semoga suka dengan ceritanya.
