"Jisoo yaa ini sudah satu jam sejak kau membawa Ella kesini dan kau masih belum mau mengatakan sesuatu.. " Irene sudah hampir gila dibuatnya, sejak tadi setiap Irene bertanya apa yg terjadi pada Ella dan alasan kenapa Jisoo membawanya ke tempatnya tapi tak satupun dari pertanyaan Irene itu dijawab oleh Jisoo.
"Kau bawel sekali Irene.. "
"Bagaimana aku tidak bawel, kau membuatku hampir gila dengan kondisi seperti ini.. "
"Sssttt pelankan suaramu Irene.. Kau tidak lihat jika saat ini Ella sedang menatap kita dengan tatapan mematikannya.. " Jisoo menelan ludahnya saat pandangannya bertemu dengan Ella.
"Untuk itulah aku bertanya apa yg terjadi pada Ella sampai anak itu terlihat sangat kesal dan dari raut mukanya aku sangat mengenal tatapan itu" Sungguh Irene sangat mengutuk Jisoo kenapa dia harus membawa anak itu ke tempatnya disaat kondisi Ella sedang dalam mode membunuh walaupun hanya dengan tatapan.
"Iren bukannya aku tidak mau menjawab, tapi aku takut.. "
"Takut apa.. "
"Aku takut salah bicara yg nantinya akan memancing Ella melakukan sesuatu yg buruk lagi.. " Jisoo masih mengingat semua kejadian dirumah Jennie tadi setelah kedatangan pria misterius itu..
"Yakk.. Jisoo yaa.. Sudah cukup!! Aku sudah tidak tahan lagi kau... "
"Diam..!!!" Jisoo dan Irene tersentak saat teriakan Ella menghentikan perdebatan keduanya.
Ella yg sejak tadi hanya diam duduk di sofa apartemen Irene dengan posisi melipat kedua tangannya di dada serta mengerutkan alisnya dan raut muka yg seperti akan membunuh seseorang jika ada yg berani mengganggunya, begitu mendengar perdebatan kedua aunty nya yg tak kunjung mereda, akhirnya Ella harus mengambil tindakan.
"Onty Ren.. "
"Iya sayang.. Onty disini.. " Jawab Irene gugup padahal suara Ella sangat tenang saat memanggil namanya tapi justru ketenangan itulah yg membuatnya merinding.
"Duduk disini" Ella menunjuk kesebelah kirinya yg tentu saja Irene langsung menurutinya tanpa menjawab apapun.
"Chuchan.. "
"Yess Princess Ella.. "
"Duduk disini" Sama seperti Irene tadi Jisoo juga langsung menuruti Ella duduk disebelah kanannya.
"Jadi, apa sekarang Ella sudah merasa tenang.. " Irene memberanikan diri untuk bertanya meskipun dengan gugup takut Ella masih dalam keadaan kesal.
Sebelum Ella menjawab pertanyaan Irene. Ella memejamkan matanya lalu setelah itu menghela nafas mencoba untuk menenangkan dirinya.
Situasi seperti ini memang terlihat cukup aneh sekaligus lucu, bayangkan disaat dua orang dewasa merasa takut pada seorang anak kecil yg bahkan umurnya baru empat tahun.
"Ella sudah siap menceritakan apa yg membuat Onty Ren penasaran.. " Akhirnya Jisoo merasa lega karena Ella sendirilah yg mau bercerita, sementara Irene juga sama tak kalah leganya mendengar apa yg dikatakan Ella barusan. Irene memfokuskan dirinya untuk menyimak apa yg akan diceritakan oleh Ella.
Flashback
"My Love.. Long time no see.." sosok tinggi itu melangkah kedepan langsung memeluk Jennie dengan erat bahkan sempat mencium pipi Jennie yg membuat Jisoo dan Ella sangat terkejut dibuatnya. Bahkan Jennie sendiri dia tak sempat menghidar karena saking terkejutnya.
"Yakk apa yg kau... " Belum sempat Jennie menyelesaikan ucapannya detik itu juga terdengar suara teriakan dari sosok tinggi yg mengeluh kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Delusi (season 2)
RomanceBingung bikin deskripsi nya yg pasti buat kalian yg baru baca cerita ini lebih baik baca dulu Delusi season 1 nya biar kalian faham dengan isi ceritanya. selamat membaca semoga suka dengan ceritanya.
