Hari ini aku berencana untuk menyatakan cinta padanya. Aku telah menjadi teman baiknya selama masa SMA, mencoba mendengarkan keluh kesahnya, cerita kesehariannya, cerita anjing di rumahnya atau makanan yang di masakan oleh ibunya. Dari sekian banyak dia bicara tetapi JARANG SEKALI dia membicarakan tentang masalah percintaan. Dia memang tidak memiliki kekasih namun aku tau ada beberapa anak laki-laki dari kelas lain untuk menarik perhatiannya termasuk aku.
Pada waktu jam istirahat seperti magnet yang menarik besi, seperti hujan yang turun membasahi dedaunan kelas dia akan ramai oleh anak laki-laki dari kelas lain. Walaupun aku juga tau Sana tidak terlalu memperhatikan mereka.
Aku tidak pernah bertanya siapa diantara para lelaki itu yang disukainya. Aku belum siap mendengar jawabannya. Makanya aku berusaha secara perlahan untuk menjadi kawan setianya terlebih dahulu. Sebelum pertempuran sesungguhnya.
Prakiraan cuaca hari ini tidak akan turun hujan aku akan mengajak dia makan malam di restoran beratap langit langsung. Menyaksikan bintang serta bulan yang menghiasi langit hitam.
Hari ini pula terhitung tiga hari dari upacara kelulusan SMA kita. Dia masih belum mengetahui akan melanjutkan studi dimana, tetapi aku telah mendaftar di Universitas Tokyo dan di terima.
"Sana nanti kuajak makan malam di restoran terbuka mau ya?"
"Malam ini?"
"Ya. Apa kau bisa?"
"Bisa kok"
"Baiklah aku jemput ya nanti"
" Ok Tzu"
Yes, rencana pertama berhasil.
Malam hari.
"Sana udah lama ya kita gak makan bareng gini", aku mencoba mencairkan suasana dia dari tadi tampak gelisah.
"Iya.. biasanya kita hanya makan di kantin waktu istirahat kedua"
"Kau terlalu lama belajar ketika malam makanya tidak pernah melakukan ini" haha tawa ku mengudara.
"Aku belajar untuk masa depan Tzu"
"Ya benar tapi juga kita tak boleh melewatkan masa ini"
"Hm.. Ngomong-ngomong kamu mau melanjutkan ke mana?"
"Di Jepang"
Sebenarnya aku memilih Jepang karena dia dulu juga pernah berniat lanjut kuliah disana. Aku ingin bersamanya selalu. Walaupun beda jurusan setidaknya satu kampus tak masalah. Aku bisa mengunjunginya ketika waktu luang. Aku iseng daftar dan diterima. Dan kenapa dia yang pintar malah belum ada kepastian akan lanjut dimana.
"Di Jepang,? " tanyanya setengah kaget.
"Ya, dan aku sudah diterima" ucapku bangga.
"Aku juga berharap bisa kuliah di negaraku"
"Ayo berusahalah! Aku mendukungmu" aku nyaris bersorak namun tidak terlalu mengebu-ngebu. Aku hanya ingin dia menangkap kalimatku sebagai semangat dari kawan.
"Terima kasih Tzu"
Basa-basi cukup sampai disini. Aku mulai pada rencana kedua. Kawannku ChaeDub telah siap di atas panggung. Aku akan menyusul sebagai penyanyi utama. Mereka sponsor pertama dan terdepan dalam rencana ini.
"Sana.. Aku akan menyanyi di depan situ ya, kamu disini sebentar tidak papakan?"
"Kamu mau menyanyi?"
"Iya mumpung lagi mau"
"Aku dari dulu juga pengen tau bagaimana suaramu saat bernyanyi Tzu"
"Baiklah, tunggu ya"
Aku mulai bernyanyi, lagu yang kunyanyikan adalah tentang indahnya masa ketika anak laki-laki menyukai seorang gadis. Mataku terus ke arah Sana. Aku tersenyum dan di membalas senyumku. Aduhhh manis sekali.
Selesai bernyanyi aku berniat ke arah tempat duduk Sana sambil membawa sebuah bunga mawar merah. Aku akan mengutarakan perasaanku. Aku telah memendam ini selama 3 tahun. Waktu ini menurutku telah tepat.
.
.
.
Belum juga aku selesai menyelesaikan pada bait terakhir dan sial! TURUN HUJAN! Gagal sudah rencanaku yang telah kurancang beberapa bulan lalu.
.
.
Aku berlari ke arah Sana mengajaknya berteduh dengan hati tak tenang. Oh Tuhan, apa kau tidak merestui wanita ini menjadi milikku?
Tbc;
KAMU SEDANG MEMBACA
TWICE ONESHOOT
FantasyChou Tzuyu sebagai pemeran utama dalam cerita ini. . . . Lebih fokus pada ship.. Tzuyu × Sana Tzuyu × Nayeon Tzuyu × Mina Kadang g×g kadang g×b, gak nentu. Salam, ✈🍁
