18||•Hancur•

5.8K 325 5
                                        


"Hahaha emang semua berubah secepat itu ya."
-Cinta Sepihak.
*
*
*

Hari ini, tak terasa Clara sudah menginjak tiga bulan dalam kelas sebelas. Seperti biasa, akan diadakan ulangan tengah semester genap.

Entah bagaimana bisa, Clara, Dina, Lisa, Airin dan Pandu berada dalam satu ruang ujian, ruang 11C. Mungkin karena Pandu ketua OSIS, jadi ia yang sudah merencanakan ini.

"Awas aja lo Cla, kalau nanti tiba-tiba budeg pas ulangan," ancam Dina. Pasalnya, Clara jika ditanyakan jawaban, suka tiba-tiba tidak mendengar, seperti ada setan yang menutup telinganya.

"Gimana nanti," jawab Clara enteng.

"Heh, kok lo daritadi diem aja sih, lo sakit Lis?" tanya Dina yang memperhatikan Lisa yang sedari tadi hanya diam.

Bukannya menjawab, Lisa malah berpindah tempat duduk di dekat Airin yang sedang membaca komik.

"Dia kenapa?" tanya Clara.

"Ohh gua tau, gua tau," ucap Dina seraya tertawa kencang dan membisikkan sesuatu pada Clara, "dia lagi deketin Airin biar dapet jawaban."

Clara ikut tertawa, "pinter banget gila taktik nyonteknya."

Saat Pandu datang dan duduk di meja depan Clara, Clara langsung terdiam dan menghadap ke belakang, tidak mau melihat wajah Pandu.

"Guru dateng," ujar Noval.

"Balik depan, Cla," ujar Dina.

"Ish dia teh ngapain sih make duduk di depan gue," desis Clara, tapi mau tidak mau ia tetap duduk menghadap depan karna tak mau kena omelan guru pengawas hari ini.

"Assalamu'alaikum, Selamat Pagi!" sapa Susi, guru pengawas hari ini.

"Waalaikumsalam, Pagi Bu!" jawab seluruh murid bersamaan.

"Wah ... udara di luar masih pagi, tapi kok disini udah terasa panas ya? Ruangan isinya orang pinter semua," ucap Susi antusias.

"Udah Bu, buru kasih kertas ulangannya. Saya udah ga sabar pengen ulangan," celetuk Banu, dari meja paling belakang.

"Ga sabar pengen ulangan apa pengen nyonteknya, Ban?" sindir Susi seraya bercanda.

"Ah ... siibu suka berjanda," jawab Banu.

"Bu Susi emang udah nikah ya, Ban?" tanya Noval, ikut meramaikan suasana.

"Uda---"

"Udah napa sih, gausah bercanda mulu. Lo mau ulangan apa ngga sih? Orang mah kalau mau ulangan tuh konsentrasi, bukan ribut," sewot Clara.

"Iya Bu Ketos, maap." ledek Banu.

"Sabar Cla, udah diemin aja kalau lo bales, dia malah makin suka ngeledek lo," bisik Dina.

Clara menghela napas panjang, "sabar Cla, sabar."

"Pandu, tolong Ibu kasihin kertas ulangan ke temen-temennya ya! Ibu belum nulis absen nama kalian," pinta Susi yang langsung diangguki oleh Pandu.

Pandu mulai membagikan kertas ulangan, pertama ia bagikan pada barisan tempatnya ia duduk. "Ulangan nya yang serius, ya!" ucap Pandu pelan saat memberikan kertas pada Clara.

Clara mengambil kertas ulangan dengan gusar, "berisik lo."

Pandu hanya merespon jawaban Clara dengan kekehan kecil dan kembali membagikan kertas ulangan.

Hingga semua murid telah menerima ulangan, Pandu mengembalikan kertas yang tersisa lebih, "ini lebihnya, Bu."

"Oke, makasih ya." ucap Susi.

CINTA SEPIHAK [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang