Extra Part

2.3K 49 3
                                        

Setelah membaca pesan yang diberikan Airin, Clara mulai menangis. Beberapa saat kemudian, Ia mengusap air matanya yang turun dan melihat lurus ke arah jalan raya dengan tatapan kosong.

"Maafin gue. Maaf udah salah paham sama lo."

Pandu tersenyum, tetapi saat tangannya ingin menggenggam tangan Clara, gadis itu justru menepisnya lagi dengan kasar.

"Masih marah sama gue?" tanya Pandu.

Clara menghembuskan napasnya dengan panjang, "enggak.

"Gue sayang lo, Cla. Maaf, kalau gue sedikit telat ngungkapin perasaan gue ke lo," ujar Pandu dengannya tulus.

"Lo bukan sedikit telat lagi, Du. Lo udah telat banget," balas Clara dengan kekehan kecewanya.

"Iya gue tau, gue telat. Tapi gue udah bener-bener sayang sama lo, Cla. Lo juga punya perasaan yang sama kayak gue, kita sekarang bisa bangun hubungan baru Cla. Kita lupain masalah yang lalu," ujar Pandu terus meyakinkan Clara.

Gadis itu masih menatap jalan raya dengan tatapan kosong. Ia masih menangis tanpa suara, tapi tetap berusaha untuk tertawa mendengar perkataan Pandu tadi.

Berada di dekat Pandu ternyata sungguh amat menyakitkan baginya untuk saat ini.

"Gue enggak bisa. Semenjak gue udah tinggal di sini, kehidupan gue juga udah berubah, Du. Gue lagi berusaha lupa sama lo, jangan buat perjuangan gue sia-sia dengan kata-kata busuk lo. Lima belas tahun temanan gue udah muak denger omong kosong lo. Intinya, gue udah enggak bisa sama lo," kata Clara dengan kondisi yang masih menangis.

"Lo mau lupain gue? Buat apa, Cla? Gue ... gue punya perasaan yang sama buat lo. Kita punya masa depan Cla," kata Pandu.

Clara masih menangis, kini Ia memilih menatap manik mata Pandu. "Du, gue enggak tau sejak kapan gue udah suka sama lo. Lo juga tau gue suka sama lo. Tap-tapi lo selalu ngehindar setiap gue ngebahas tentang perasaan, lo sekali bilang lo gak suka sama gue, gue bukan type lo, lah, apa lah, terus tiba-tiba lo cerita lo udah jadian sama temen gue sendiri? Gue emang kayak orang bego, suka bertahun-tahun sama orang yang gak suka sama gue, tapi seenggaknya gue masih punya hati, Du."

"Lo gak bakal tau sekecewa, sesakit apa gue pas lo bilang lo udah jadian sama temen gue sendiri. Gue enggak peduli lo mau jadian sama siapa, lo mau jalan sama siapa, mau tidur sama siapa, tapi..,"

Clara bangkit dari duduknya sambil mengusap air mata yang masih keluar. "Kisah kita udah selesai, semoga kedepannya lo bisa belajar dari kesalahan yang udah lo perbuat, ya. Pesan gue, lo jangan pernah nyakitin perempuan lagi, cukup gue aja, Du."

Pandu memandang kepergian Clara dengan sendu. Ia menduduk sambil menangis. Ia marah, marah sekali dengan dirinya sendiri. Semua yang Ia rasakan saat ini murni kesalahan dirinya.

---

ABL ABL ABL
(Aneh banget loch)
Kenapa yaa kok alur esktra part  sama part-part sebelumnya beda? Waduh... kenapa ya?
Semoga part singkat kali ini bisa mengobati rindu kalian ke clara pandu yaa, mfff menggantung🙏

CINTA SEPIHAK [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang