Dengan tertatih-tatih Clara mencoba berjalan keluar gudang. Gudang ini ternyata bangunan kosong di pinggiran kota, hingga tak banyak orang yang melewati jalan ini, terpaksa ia harus berjalan terus menuju jalan raya guna mencari ojek.
Namun, nasib Clara sedang baik, tiba-tiba saja ada ojek lewat yang menyapanya.
"Neng, mau naik ojek ga?"
Clara menoleh dan segera mengangguk pelan. Tukang ojek pun segera memberi sebuah helm pada Clara.
Sepanjang perjalanan, air matanya terus menetes, tak menyangka pada apa yang telah dilakukan Pandu. Rasa cinta, dan sayang yang dimilikinya serasa musnah tak berbekas, hanya menyisakan rasa benci saja.
"Buat apa gue cinta sama orang yang gue sendiri tau kalau dia ga bisa cinta balik sama gue?" isaknya disela tangisan pilunya.
"Sampe Neng," ujar tukang ojek. Sebenarnya ia heran dengan penumpangnya yang berpakaian lusuh, muka yang berantakan dan mata yang sembab. Ingin rasanya bertanya ada apa, namun takut disangka pengen tau masalah orang.
"Tunggu ya Bang, saya mau ngambil uang dulu," ujar Clara yang memang saat ini tidak memegang uang sedikitpun.
"Eh gausah Neng, ga usah dibayar. Saya iklas ko," tolak Tukang ojek itu seraya menyalakan kembali mesin motornya.
"Eh, serius Bang?" tanya Clara merasa tak enak.
"Iya. Soalnya saya kasihan liat Neng yang kayak abis kecopetan," jawabnya. "Yaudah, saya pergi dulu ya."
"Iya, hati-hati Bang," jawab Clara.
"Siap Neng."
***
Ilham berada di taman rumah, samping kolam ikannya. Ia termenung sendiri memikirkan Clara seraya melempar-lempar asal pelet, makanan ikan.
"Cla, lo dimana?" teriaknya.
"Ini... ini gue Bang."
Ilham menoleh ke belakang saat mendengar suara Clara, ia segera berlari ke arahnya dan memeluk Clara erat, "lo darimana? Lo gapapa? Kenapa muka lo banyak memar? Siapa yang lakuin ini?"
"Huhh... Gue pusing banget, ditambah pertanyaan lo yang seabrek-abrek itu," ucap Clara.
"Ayo duduk dulu." Ilham memopong tubuh Clara menuju sofa.
Ilham memberi Clara sebotol air putih yang langsung diteguknya hingga habis. Ia sangat khawatir dengan keadaan Clara yang sangat berantakan.
Setelah dirasa Clara cukup tenang, Ilham memintanya bercerita, "udah siap cerita? Ayo, pelan-pelan aja."
"Gue ga kuat buat ceritain dari awal. Gini aja, lo mau tau apa dari gue?" tanya Clara.
"Oke. Dari kebun binatang itu lo pergi kemana?" pertanyaan pertama yang pertama kali keluar dari mulut Ilham.
"Kost-an Lisa," jawab Clara.
"Bukannya Lisa pulang kampung ya? Kan Bapaknya sakit," ucap Ilham.
"Iya kali gue gatau. Pas gue dari tempat Lisa tiba-tiba aja ada dua preman yang ngebekap gue dan bawa gue ke sebuah gedung gitu," lontar Clara seraya memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)