"Jika harapan bersamamu sudah mati, percayalah, melepas dan melupakan adalah hal yang mudah."
***
Sampai di rumah, Clara terdiam sendiri di kamarnya. Ia meratapi nasibnya sendiri yang sangat miris. Satu persatu air mata berhasil lolos dari pelupuk mata bersihnya.
"Kenapa kebahagiaan itu sulit diraih? Kenapa yang merebut kebahagiaan gue harus sahabat gue sendiri?"
"Bahkan saat Pandu udah ngelakuin hal yang salah, kenapa hati gue masih menaruh harapan?"
"Gue ga bisa tetep disini, otak gue udah sinkron sama semua kenangan pahit Pandu." Clara keluar dari kamarnya saat mendengar suara Ilham sudah pulang.
"Bang," panggilannya, Ilham menoleh, wajahnya masih terlihat kusut seolah sedang tidak berselera.
"Ke Austria bisa dicepetin ga? Tiga hari lagi aja gitu," pinta Clara.
"Gue usahain," jawabnya dan langsung memasuki kamarnya.
Ting.
Dinaa
Airin masuk rumah sakit
Lo mau jenguk ga? Kalau lo mau gue juga mau
Terserah lo aja
Din, lo tau kan kalau Bang Ilham mau ke Austria?
Dia ngajak gue, dan kita bakal tiga hari lagi
Yaudah ayo ntar gue kerumah lo
Tiga hari? Ko cepet banget
Ntar kita ngobrolnya, sekarang gue mau siap-siap dulu
Oke
read.
Clara menghela napasnya panjang, "semoga disana ga ada Pandu."
***
Saat Pandu sudah tiba di ruangan Airin yang ternyata ruang rawat VIP. Disana Airin sedang menonton televisi. "Kenapa?"
"Gue pikir lo ga bakal dateng kesini," ucap Airin yang sudah sedikit merasa sehat.
"Ini juga gue terpaksa," sarkas Pandu.
"Lo tau ga sih kenapa gue bisa kambuh gini? Semua itu karena lo! Kata-kata lo tadi pas dirumah gue, langsung ngebuat gue drop, tapi lo ngga ngerasa salah sama sekali," cicit Airin.
"Lemah," sindir Pandu.
Airin melepas tabung oksigen dan impusan yang dipasang ditubuhnya dengan paksa, "IYA, GUE CUMA CEWE LEMAH DU, GUE LEMAH."
"Harusnya lo ga minta gue jenguk lo kesini setelah gue tau semua kebusukan lo. Diri lo bahkan lebih busuk dari sampah!"
Airin mulai gelisah, "maksud lo apa?"
Pandu menggebrak brankar tidur Airin dengan kencang, "ga usah pura-pura bego ya! Gue ga ngerti niat dan tujuan lo lakuin ini tuh apa, tapi yang pasti sifat lo udah busuk banget."
"Lo mau tau apa tujuan gue?" tanya Airin yang sudah menitikkan air matanya.
Pandu diam tak bicara apapun. "Gue mantannya Ilham," ucap Airin yang langsung mendapat perhatian dari pelupuk mata Pandu.
"Tiga tahun lalu gue pacaran sama dia dan akhirnya dia pindah ke Jakarta tanpa bilang putus ke gue, otomatis gue masih berharap dan bener-bener jaga hati buat dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)