3||•Cantik•

5.7K 494 64
                                        

Pandu membawa Clara menuju tempat rahasia mereka selama bertahun-tahun, tempat yang tak ada seorangpun mengetahuinya.

Rumah tua dengan taman rumahnya yang segar, indah, dan terdapat satu rumah pohon yang sengaja dibuat Pandu di pohon mangga besar.

"Assalamualaikum nenek," ujar Pandu seraya membuka knop pintu.

"Waalaikumsalam, eh Pandu, Clara," balas Tini, nenek Pandu.

"Gimana kabar Nenek?" tanya Clara.

"Alhamdulilah baik, mentang-mentang kalian libur, kalian jadi ngga pernah mampir kesini, Nenek kangen," lontar Tini.

Pandu terkekeh pelan, "hehe maafin kami Nek."

"Iya, itu rumah pohon kalian keknya kotor deh jarang ditempatin, Nenek mau bersihin tapi ga berani naik pohon," kata Tini.

"Kita mau ke rumah pohon dulu ya, Nek."

Pandu dan Clara menaruh tas mereka di salah satu bangku dan langsung pergi menaiki pohon.

"Kangen banget sama rumah ini," ujar Clara saat sudah sampai diatas pohon.

"Gue juga," balas Pandu.

Clara membuka snack satu persatu yang tadi mereka beli di salah satu toko swalayan sebelum kesini.

"Itu ciki lo bukain semua emang bakal habis?" tanya Pandu.

"Habislah pasti, gue gitu dong."

Pandu mengacak-acak rambut Clara, "dari dulu lo emang suka makan tapi ngga gendut-gendut."

"Kan abis makan gue langsung berak jadi kurus, pinter kan gue."

"Najis, Cla. Lo lagi makan juga ngomongin berak," celoteh Pandu.

Clara tertawa, "atuh gabut ih, lo ngapain kek, Ndu."

Pandu berpikir sejenak, "gue turun dulu."

"Udah tau gabut, malah ditinggalin," decak Clara.

Tak lama, Pandu datang kembali dengan membawa gitar ditangannya. Clara tahu bahwa Pandu memang bisa bermain gitar dari dulu.

"Nyanyi dong, Ndu," pinta Clara.

"Gue bawa gitar emang lo kira buat apa kalau ngga nyanyi?"

"Ya kali gitu buat masak-masakan," balas Clara asal.

Pandu duduk dihadapan Clara, hingga membuat kedua manik mata mereka saling bertatapan, "gue nyanyiin lagu ini khusus buat lo ya, Cla."

Clara meneguk ludahnya dengan susah, "i...iya."

Pandu membawakan lagu Cantik-Kahitna. Jemari yang memetik gitar dan dengan ekspresi yang sangat menjiwai sangat membuat hati Clara sangat hangat.

Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ingin ku berjalan menyusuri cinta
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Hei heya ya ya heya ya ya heya

CINTA SEPIHAK [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang