"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu.
"Harus jujur?"
"Iyalah."
"Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue."
"Lo... lo suka sama gue?"
"Udah te...
Siapapun yang paling kuat menghadapi rintangan cinta, yang dibohongi namun tetap percaya lagi, yang disakiti namun telah nyaman akan rasa sakit yang diberi, itu yang bisa disebut cinta sejati. Menerima tanpa memandang kejelakan dan keindahan pasangannya, dan mencintai pasangannya dengan tulus, tak ada paksaan untuk menjalani sebuah komitmen.
Clara dan Pandu berada di pinggir danau, sudah lama mereka tidak main di danau ini. Pandu duduk disamping Clara yang sudah setia bersandar pada bahunya.
"Lo nyangka ga sih kita bisa kek gini?" tanya Pandu tiba-tiba.
"Ngga, gue kira perasaan gue gak pernah bisa berbalas sama lo," kata Clara.
"Andai lo berani ngungkapin perasaan duluan, mungkin kita udah bahagia dari dulu."
"Gue? Seorang Clara menjatuhkan harga diri dengan ngungkapin perasaan pada Pandu Pratama? Ga banget," ucap Clara dengan nada yang menurut Pandu sangat mengesalkan.
"Dih, songong," ujar Pandu.
"Apa? Songong?" Clara mencubit kencang paha Pandu dan segera berlari menjauhinya.
Pandu bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Clara. Keduanya flashback mengingat masa lalu dimana mereka saling berlarian bersama, saling mengejar, tertawa dan menangis bersama.
"Udah ah Du, cape," keluh Clara seraya membuka botol minuman yang tadi mereka beli di sebuah supermarket.
Pandu duduk disebelah Clara dan merangkul pundaknya, "gue bahagia sama lo, gue pengen selamanya kita begini, tanpa ada perusak. Kalau ada masalah, kita harus mikir dewasa biar hubungan kita ga hancur. Gue sayang lo lebih dari apa yang lo tau."
"UHUK, UHUK." Clara yang sedang minum keselek saat mendengar penuturan Pandu. Jarang-jarang Pandu menjadi seserius ini saat bicara.
"Lo mau kita terus bareng, kan? Melewati suka dan duka bersama? Menua bersama?" tanya Pandu sambil menatap Clara intens.
Clara masih diam dalam tatapan Pandu, tatapan nya ini sangat mengusik perasaan hatinya, ia lemah jika ditatap Pandu.
"Lo mau, kan?" tanya Pandu lagi karena Clara tetap diam saja tidak merespon ucapannya.
"E---eh, iya gue mau."
"Senin, 17 September, Clara Anggelista resmi menjadi milik gue, Pandu."
Clara mendekap Pandu erat, air matanya menetes perlahan, "gue tau ini cuma diantara kita, gue tau ini bukan lamaran, tapi gue terharu banget pas lo ngomong gitu. Gu---"
"Ratu gue gak boleh nangis," kata Pandu sambil membalas dekapan Clara.
Dari kecil hingga besar bersama. Sudah saling mengerti akan sifat masing-masing. Bahkan walau pernah jauh karena masalah, mereka bersatu lagi. Memang benar, cinta akan selalu menemukan jalannya, ya walau terkadang banyak rintangan yang perlu dihadapi.
Rintangan dalam cinta tidak bisa menjadi alasan untuk berpisah, karena dalam rintangan banyak puing-puing cinta justru akan hadir dan menjadikan sebuah hubungan akan bertahan lama. Jika ingin memulai sebuah hubungan maka haruslah kita memiliki rasa sabar dan perjuangan yang tinggi. Tapi ingat, siapa yang berani jatuh cinta, maka harus berani pula untuk mengikhlaskan.
End.
***
Hallo! Bismillah, alhamdulillah, akhirnya cerita ku ini bisa sampai pada tahap ending. Aku merasa bangga banget sama diri aku yang bisa tamatin cerita ini, banyak rintangan yang harus ku hadapi dalam menulis, salah satunya harus menulis dalan mengumpat-umpat agar tidak kena omel.
Mungkin ini cerita pertama aku yang berhasil aku tulis sampe end, biasanya aku kalau bosen sama satu cerita langsung buat cerita baru, hehe.
Makasih juga yang selalu baca cerita ini dan yang suka vote, ku sayang kalian. Selamat tinggal dari Pandu dan Clara! See you guys😉.
Jumat 14 Mei 2021. Bogor, Jawa Barat. @meycanabilaa.
----
Aku mau promosiin cerita kedua aku juga ya, judulnya putus atau terus? Dikisah ini, aku ceritain hubungan Fany dan Reza yang punya keluarga berantakan, dan hubungan mereka juga beda agama. Pas banget kan buat yang lagi jalanin hubungan beda agama? heheh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang ini, ya, ceritanya. Aku tunggu vote komen dari kalian. Terimakasih 😍🙏