"Mungkin, mungkin saat ini gue udah cinta sama lo. Karena, saat lo pergi, hilang, gue ngerasa seperti diri ini bukan diri gue tanpa hadirnya lo."
-Pandu Pratama.
🌾
Rasa bersalah terus saja menghantui Pandu saat ini, bagaimana tidak, Clara menghilang dan ia tidak bisa menemukannya.
Mengemudi dengan ugal-ugalan dan terus saja ia memukul kepala nya sendiri karena terlalu panik akan kepergian Clara, "lo dimana?"
"Ga seharusnya gue bilang kek gitu sama dia, gue udah nyakitin dia, gue ga berhak disebut sebagai sahabat dia, maafin gue, Cla." Pandu semakin merasa dirinya bersalah.
Taman tempat biasa Clara membaca buku yang paling pertama ia kunjungi, namun ia tak menemukan kehadiran Clara juga.
Memasuki kembali mobilnya dan menuju mall. "Cewe kalau lagi ada masalah kan suka belanja biar puas, kali aja Clara ada di sana," pikirnya.
Pandu segera memasuki kawasan mall kota yang lumayan besar. Saat sampai di resto mall, ia melihat Noval yang sedang duduk sendiri.
Pandu berniat meminta bantuan Noval untuk mencari Clara. "Val."
Noval yang sedang meminum segelas kopi pun tersedak kaget, " uhuk uhuk, lo... lo ngapain?"
"Gue... gue mau... ma..."
Noval merasa ada yang tidak beres dengan Pandu yang datang tiba-tiba dengan penampilan Pandu yang berantakan, tak seperti biasanya yang selalu rapi.
"Coba duduk dulu, gue pesenin minuman dingin ya biar lu bisa mikir jernih. Tenangin dulu diri lo," ujar Noval dan segera membeli sebotol minuman dingin.
Pandu hanya duduk diam saja tak menggeming sama sekali, perasaan bersalah masih menghantuinya, hingga tak terasa kalau air mata mulai turun dari matanya.
"Heh! Aer mata lo usap bego! Nanti dikira gue habis nangisin lo," ujar Noval yang berusaha mencairkan suasana.
Namun usaha Noval tak membuahkan hasil, Pandu hanya tetap diam seribu bahasa, namun Pandu sesekali mengusap air mata yang turun di wajahnya.
"Du, lo kenapa sih? Kalau ada masalah, lo cerita aja sama gue, gue bakal selalu ada buat lo. Lo takut gue ga bisa ngasih saran buat masalah lo? Tapi gue bisa ko jadi pendengar yang baik. Ayolah Du, cerita sama sahabat lo yang paling ganteng ini," ujar Noval panjang hingga membuat ia meneguk kopinya hingga habis.
Namun tetap saja Pandu hanya merespon dengan diam, tak membalas ucapan panjang Noval.
Noval menarik napasnya panjang, "apa gue harus nyuruh Clara kesini buat ngehibur lo?"
Pandu menatap Noval dengan pilu, "Cla... Clara ilang, dia... dia pergi, Val."
Noval tersentak kaget, "Clara mutusin lo?"
"Gue ga pacaran sama dia," tegas Pandu.
"Trus kenapa lo bilang Clara pergi? Apa jangan-jangan maksud lo Clara pergi tu... dia pergi dari dunia..."
"Ngomongnya dijaga, sat!" cicit Pandu. Tak ingin membuat Noval semakin bertanya-tanya, Pandu segera menceritakan detail kejadian hari ini pada Noval.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)