20||•Nasihat•

3.8K 260 30
                                        

"Perkenalan, pendekatan, dan caranya membuat diri ini jatuh cintapun berbeda. Namun, semua kisahnya berakhir sama."
*
*
*

Dina yang merasa Clara tidak kuat jika harus pulang sendiri segera mengantarkan nya dengan memesan taksi online. Clara sudah tidak menangis seperti tadi, hanya saja ia masih kelihatan lemah untuk saat ini.

"Mba Dina?"

Dina menoleh pada supir taksi yang baru saja datang, ia mengangkut dan langsung menaiki taksi bersama Clara.

Di dalam mobilpun sama, Clara hanya diam. Hingga Dina memutuskan untuk memberi pesan pada Ilham, guna memberi tau kondisi Clara sekarang.

Ilhammm

Bang

Tumben amat manggil abang haha
kenapa? udah pulang sekolah?

Udah, aku lagi nganter Clara pulang

Mau main? apa mau ketemu aku?

Tadi kita lagi ada masalah sama Lisa dan Airin
Lisa nampar Clara
Nanti aja deh ceritain lengkapnya gimana

Lisa? Ribut kenapa? Ko bisa?
Ini seriusan?

Masalah cowo, udahlah nanti aja aku cerita

Aku pulang kerja sore yang
Mama pulang malem

iya gapapa, aku aja yang nemenin Clara di rumah

Dina mematikan ponselnya karena sudah tiba di rumah Clara. Segera ia membayar ongkos pada supir, dan turun dengan Clara.

"Lo kalau mau pulang, pulang aja Din," ucap Clara sambil memasuki rumah.

"Gue gabisa ninggalin lo sendiri," jawab Dina perhatian dan mengikuti langkah Clara.

"Gue lemah banget sih," keluh Clara pada dirinya sendiri.

'Gue harusnya kuat, kalaupun gue lemah cuma diri gue yang boleh tau,' batin Clara.

Dina yang terbiasa memasak di rumah segera membuka kulkas, guna mencari bahan makanan yang bisa ia masak untuk Clara.

"Lo mau masak?" tanya Clara yang melihat Dina mengeluarkan seikat daun kangkung.

Din mengangguk dan segera memotong kangkung kecil-kecil.

"Ga usah Din, gue gapapa," ujar Clara yang merasa tak enak melihat Dina sangat perhatian padanya.

"Buat ade ipar apa sih yang ngga gue lakuin," ledek Dina.

"Yeh ... Yaudah, gue ganti baju dulu ya," ucap Clara seraya memasuki kamarnya.

Di kamar, Clara termenung saat melihat berbagai foto dirinya bersama Pandu yang terpajang disana, "sayangnya, lo ga bisa jadi milik gue."

"Lo harus jadi milik temen gue sendiri yang belum lama ini datang ke kehidupan gue. Semoga, dengan lo sama Airin, gue bisa tenang," ucap Clara.

Tangannya mengambil tote bag yang tersimpan di lemari, ia memasukkan semua foto yang terpajang, "Pandu bakal jadi milik Airin, kalau gue tetep majang foto Pandu, gue gamau Airin ngerasa sakit hati."

CINTA SEPIHAK [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang