"Selamat bertemu dititik terbaik menurut takdir."
-Clara Anggelista.
*
*
*
Clara dan Pandu berada pada danau yang berada tidak jauh dari pusat kota. Mereka ingin mempunyai waktu berdua untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, sedari tadi mereka hanya diam hingga akhirnya Pandu membuka suara.
"Kenapa lo diem?" sinis Pandu.
"Lo juga daritadi diem, bukan gue doang," ujar Clara lebih sinis.
"Gue diem karna nunggu lo ngomong. Gue kira lo bakal nangis-nangis minta maaf sama gue," celetuk Pandu.
Clara berdecih, "lo pikir gue serendah itu?"
"Ya ... gatau." jawab Pandu asal.
"Gue tadinya mau minta maaf sama lo, tapi kalau respon lu udah jelek gini ya percuma juga," ujar Clara kesal. Ia bangkit ingin pergi meninggalkan Pandu, namun lengannya dicegat kuat.
"Gue kangen sama lo, jangan pergi," ucap Pandu tulus, sehingga Clara kembali duduk di samping nya.
"Gue--gue juga kangen sama lo ... tapi gue ga bisa terus deket-deket sama lo," ucap Clara pilu.
Pandu mengernyit, "kenapa?" tanya Pandu yang membuat Clara menatapnya sebentar, namun tidak menjawab pertanyaannya.
"Cla?" panggil Pandu.
"Ndu, gue minta maaf ya, gue nuduh bahkan fitnah-fitnah lo. Gu--gue sering bilang kata kasar sama lo. Gu---"
Pandu membekap mulut Clara pelan dan segera memeluknya erat, "gapapa, lo ga salah."
Kenyaman dan kehangatan dekapan Pandu ini yang sudah lama ia rindukan, ia sangat menikmati suasana ini. Ia bisa melepas rindu yang sedari kemarin ia tahan.
"Gue ngerasa bersalah sama lo," cicit Clara.
Pandu mengusap rambut Clara lembut, "lo ga salah."
"Tap---"
Pandu menatap kedua mata Clara dalam, "gue ga kuat liat lo sedih gini, Cla. Please, jangan tunjukkin muka sedih depan gue."
"Pengen peluk lagi, boleh?" tanya Clara yang langsung memeluk tubuh Pandu erat.
Pandu tersenyum senang, "selamanya Cla, lo bisa peluk gue."
Clara melepas pelukannya pada Pandu, "gue bodoh banget kemarin ya nyalahin lo."
"Ngga juga sih," jawab Pandu yang membuat Clara terkekeh pelan.
"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Clara.
"Harus jujur?"
"Iyalah."
"Suka bertahun-tahun sama sahabat gue sendiri sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue."
"Lo... lo suka sama gue?"
"Udah telat."
Pandu menelan ludahnya dengan susah, "gue bisa jelasin, Cla."
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)