"Menjauh dari kata sakit hati, memilih untuk sadar diri. Siapa diri ini dan siapa dirinya, tak mengharapkan ada hubungan yang spesial."- Clara Anggelista.
🌻
Clara duduk di bangku yang ada seraya menahan sesak yang memenuhi rongga dadanya, "sakit."
Memori otaknya terus saja memutar waktu saat dirinya bersama Pandu saat mereka sangat romantis, "argh."
Meneggelamkan muka dengan penutup hoodie yang dipakainya, "apa Pandu lagi marah sama gue? Ya kek ga mungkin aja dia tiba-tiba kek gini sam---"
"Cla!"
Clara tersentak kaget saat mendengar suara Ilham disana, "Ba... bang?"
Ilham berdecih, "Pandu mana? Di apain lo sama dia?"
Dina yang juga ikut disana berusaha menenangkan amarah kekasih nya, "sabar, yang."
"Pandu... Pandu itu di... disana---"
"LO BISA NGOMONG YANG JELAS KAN?!" Bentak Ilham yang sudah sangat marah saat ini, ia sangat tidak bisa melihat adiknya disakiti oleh lelaki.
Tiba-tiba saja air mata Clara tumpah dengan deras, "LO NGAPAIN KESINI BANG? GUE GA MINTA LO KESINI! LO MALAH BUAT KEADAAN GUE MAKIN RUNYAM!"
"Cla, sabar Cla," Dina mengelus punggung Clara dengan hangat.
Clara menepis elusan Dina, "gue mau pergi. Dan lo, Bang! Gausah nyari gue!"
"Lo mau kemana, Cla?" tanya Dina khawatir.
"Urusin aja Abang gue, Din," ujar Clara seraya pergi menjauh dari sana.
"Gue juga gatau gue mau kemana," batin Clara dengan air mata yang terus berderai turun.
"Gue cuma mau nyari ketenangan tanpa adanya keributan, gue mau mulihin kondisi hati gue," ucapnya.
"Rumah Nenek."
***
"Ayo ikut gue, kita cari Clara. Gue ngerasa ada yang ga beres sama dia," ucap Ilham risau.
"Yaudah ayo," jawab Dina.
Ilham segera mengemudikan mobilnya dengan resah, tak henti-hentinya ia berpikir jelek pada Clara.
"Tenang, yang," Dina menenangkan Ilham yang sangat terlihat khawatir.
Ilham segera melajukan mobilnya dengan kencang, agar cepat-cepat sampai di tempat yang ia tuju.
Satu jam, akhirnya Ilham dan Dina sampai di Kebun Binatang yang dituju Clara.
"Bentar, aku beli tiket dulu," ujar Dina yang segera melangkah menuju loket.
Setelah loket di dapat, Dina dan Ilham baru bisa memasuki area Kebun Binatang, tak butuh waktu lama, Ilham menemukan Clara sedang duduk sendiri disebuah bangku.
"Cla!" ujar Ilham dengan suara beratnya, yang membuat Clara menatapnya kaget.
"Ba... bang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)