Pandu mengambil langkah cepat, sehingga tak butuh waktu lama hingga ia bisa sampai di kelas sebelas J.
"Clar---" ujar Pandu yang terpotong karena menabrak seseorang, "eh maaf, maaf."
"Iya gapapa."
"Hai, Ndu. Ini Airin anak baru disini," sapa Clara memperkenalkan Airin, sementara Airin hanya membalas dengan senyum manis nya.
"Ohh, hai gue Pandu," balas Pandu.
"Pandu ini ketua OSIS disini, Rin, most wanted nya tapi Noval bukan dia," ledek Clara.
"Oh jadi gantengan Noval daripada gue?"
"Ka... kalian pacaran?" tanya Airin hati-hati.
"Ngga ko," balas Pandu dan Clara berbarengan.
"Ada kesempatan nih buat gebet Pandu," batin Airin.
"Oh iya, gue disuruh lo nganter ke ruang kepsek, tapi katanya lo udah dianter si Clarot ya," ucap Pandu.
"Biasa, Rin, rada sengklek nih otaknya," balas Clara.
Airin terkekeh pelan, "duh, kalian udah kek orang pacaran."
"Emang banyak yang bilang gitu, cuma si Pandu nya aja nih yang kelamaan bilang suka sama gue," papar Clara.
Pandu diam, Clara tahu bahwa Pandu sangat tidak suka jika sudah membicarakan tentang hubungan persahabatan diantara keduanya.
"Lo kelas berapa?" tanya Airin hati-hati pada Pandu.
Pandu menoleh menatap Airin, "kelas sebelas d."
"Ndu, lo tau ga sih Airin tuh anak nya introvert, tapi dia pinter banget, buktinya dia sering ikut lomba sains di sekolahnya dulu," cerita Clara.
"Wah, emang iya?" tanya Pandu antusias.
Airin membalas dengan anggukan kecil.
"Bakal jadi saingan lo, Cla. Apalagi sekarang lo males-malesan belajarnya," ledek Pandu.
"Gue bukannya males ya, cuma sekarang tuh gue lagi ngga ada penyemangat aja jadi amburadul belajarnya, ga paham gimana rasanya jadi seorang Clara sih lo," oceh Clara.
"Emang ga paham, karena gue Pandu bukan Clarot," ledek Pandu, "ayo bully Clara Rin, jangan diem-diem."
"Ih maksud gue tuh bukan lo yang tukeran jiwa sama gue, tapi... ya udahlah cowo mah emang ga pernah ngerti, ga pernah peka, iya kan, Rin?"
"Eh... iya, cowo mah emang gitu," ujar Airin dengan kekehan kecilnya.
"Haha, ayo bully Pandu. Soalnya dia ga pernah ada yang bully, satu sekolah pada hormat banget sama dia, gue si idih," ujar Clara.
"Beneran nih jiji sama gue?" tanya Pandu yang menatap manik mata milik Clara.
Clara menjadi salah tingkah, "ya... ya... iya gue jiji sama lo, haha."
Pandu merangkul pundak Clara, "sayangnya sahabat gue ini ga pinter bohong."
"Jadi Clara enak ya, cantik, pinter, kaya, punya temen rasa pacar, pinter ngomong lagi, ngga kek gue yang pendiem ga jelas gini," batin Airin merasa iri.
"Rin, kenapa? Ko diem?" heran Clara.
"Gue... gue keknya ga pantes temenan sama lo, Cla."
Clara membulatkan matanya kaget, "ih kenapa?"
"Kenapa, Rin? Clara emang gini anaknya, toxic parah," ujar Pandu.
"Gue ga pantes temenan sama Clara, lo cantik, pinter ngomong juga, ngga kek gua yang diem-diem gini," papar Airin pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Fiksi Remaja"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)