Gibran kembali menuju kamar tidurnya, ia sangat sedang berpikir keras bagaimana caranya agar semua orang disana bisa keluar kamar dan meninggalkan Pandu sendiri.
Saat masuk kamar dan duduk di kasur, ia langsung menemukannya ide. Ia akan membasahi kasur kecuali kasur bagian Pandu tidur. Dengan cepat namun hati-hati, Gibran mengambil botol minum yang baru saja ia isi dan menumpahkannya nya dikasur.
Setelah dirasa cukup basah, Gibran segera berpura-pura ikut tertidur, hingga akhirnya Ilham yang pertama bangun.
"Ko basah?" tanya nya sambil bangkit dari kasur yang basah, ia segera menggoyangkan tubuh Gibran yang berada di sebelahnya.
"Kenapa? Eh, ko basah?" tanya Gibran yang juga langsung bangkit dari kasurnya.
"Gue gatau," balas Ilham bingung.
Ilham segera membangunkan Noval dan Banu yang masih tertidur pulas. Mereka terlonjak kaget saat bangun diatas kasur yang basah, hingga membuat Pandu juga membuka matanya.
"Ko pada basah gini?" heran Pandu.
"Eh, bagian si Pandu mah ga basah ego," celetuk Noval.
"Air dari mana sih anjrit," ujar Banu kesal.
"Tidur di aula ajalah yu, ada sofa ini 'kan? Si Pandu biarin disini aja kan kasurnya ga basah," saran Gibran yang sangat meyakinkan.
"Nah iya tuh bener, lo ga takut kan sendirian di kamar?" ledek Noval.
Pandu menjitak kepala Noval, "ada juga setan yang takut ngeliat gue."
"Yaudah ayo," ajak Ilham sambil membawa beberapa bantal yang tidak ikut basah.
***
Airin terus saja tersenyum simpul, memikirkan hasil dari rencana yang ia buat bersama Pandu. Airin menuju ruang CCTV, ia akan mematikan CCTV yang mengawasi daerah kamar Pandu.
Ting.
Sebuah nomor tak dikenal mengirim pesan padanya, ia yakin bahwa itu adalah nomor Gibran yang belum sempat ia simpan.
08129183++++
Tugas gue udah beres.
Oke
Airin segera berlari menuju kamar Pandu. Ia melihat kasur disekitar Pandu yang sangat basah. "Gila ide dia pinter banget."
Ia melihat Pandu yang hanya tidur menggunakan kaus putih tipis, samar-samar terlihat tubuh Pandu yang sangat sispack.
Tak mau membuang waktu, Airin segera membuka bajunya dan menyisakan tanktop saja. Ia segera tertidur di samping tubuh Pandu dengan menggunakan selimut yang sama dengan Pandu.
"Bakal jadi rencana yang bagus nih," batin Airin sambil menatap wajah Pandu.
***
04.00
Ilham terbangun dari tidurnya yang sudah tidak nyenyak saat tidur di sofa. Dengan mata yang sedikit mengantuk, ia berjalan dengan tertatih menuju kamar.
Ilham terlonjak kaget, matanya membulat sempurna saat melihat Pandu dan Airin. Dengan emosi yang sudah memuncak, Ilham menarik Pandu yang sedang tidur, ia langsung menonjok Pandu tanpa henti.
Bagaimana rasanya jika kalian sedang tidur pulas tiba-tiba ada seseorang yang menarik tubuh kalian dan langsung menonjok tubuh kalian tanpa henti? Bahkan saat dikondisi bangun tidur pun, organ-organ dalam tubuh masih kaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPIHAK [TERBIT]
Teen Fiction"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah te...
![CINTA SEPIHAK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/229624204-64-k991755.jpg)