Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Extra part

12.7K 1.1K 239
                                        

Selamat membaca . . .

Suara langkah terburu terdengar nyaring saat menuruni tangga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara langkah terburu terdengar nyaring saat menuruni tangga. Seorang remaja laki-laki terlihat menuruni tangga dengan terburu-buru.

Wanita yang tengah hamil itu mencoba menarik nafasnya pelan. Mencoba untuk menahan amarahnya di pagi hari.

"Sayang, dasiku dimana?"

Wanita itu kembali bertolak pinggang. Baru saja ingin berteriak membalas suara sang suami, sebuah suara teriakan menggelegar kembali terdengar.

"Mama lihat sepatu Puma ku?"

Rose meletakan kasar sendok yang ia gunakan untuk mengaduk susu coklat sang putra sulung.

"Ya! Dong Sicheng, Dong Doyun! Bisakah kalian tidak usah berteriak?! Ini rumah bukannya hutan tempat para hewan hidup?! Atau kalian memang ingin hidup disana?!"

Kedua lelaki bermarga Dong berbeda usia itu terdiam. Serentak mereka duduk di meja makan dengan keadaan yang mungkin membuat orang tertawa karena penampilan keduanya.

Sang ayah dengan dasi merah maroon yang terpasang miring, oh jangan lupakan putra mereka yang tak kalah mengenaskannya. Dengan memakai sebelah sepatu dikakinya juga dasi yang tersampir di kepala.

Rose menatap tajam kedua manusia itu. Membuat keduanya tertunduk pasrah, melawan Rose yang sedang hamil tua sama saja mencari mati.

"Tapi mama juga ikut berteria-"

Winwin menyumpal mulut Doyun dengan sepotong roti panggang yang membuat sang putra menikmati sumpalan sang ayah.

Rose menarik nafasnya pelan. Mencoba menenangkan diri menghadapi kedua poros hidupnya itu.

"Jangan berteriak lagi mengerti, Mama masih bisa mendengar kalian? Sekarang makan sarapannya, Mama akan mencarikan sepatumu sayang. Tunggu sebentar ya?"

Baru saja Rose beranjak dari tempatnya, tangan Doyun menahan dirinya. Rose menatap bingung anaknya itu.

Doyun menggeleng pelan, "Mama hanya perlu bilang dimana sepatunya. Aku akan mencarinya sendiri, Mama tidak perlu lelah membungkuk untuk melihat rak, ne?" Ujarnya khawatir.

Winwin tersenyum tipis, ia mengacak rambut sang putra. Rose mengecup pipi Doyun gemas, walau sudah memasuki sekolah menengah pertama anaknya tetap lah menggemaskan.

"Baiklah jagoan. Sepatumu ada di rak kedua." Ucap Rose, secepat kilat anak itu berdiri dari duduknya. Secepat kilat menuju tempat yang dikatakan sang ibu.

Winwin menarik tubuh Rose. Mendudukan tubuh Rose dalam pangkuannya dengan posisi menyamping. Susah memang karena perut besar Rose, tangan kekar itu bergerak mengelus lembut perut Rose. Membuat hati ibu rumah tangga itu menghangat.

"Halo sayang! Jangan nakal di dalam perut mama, oke? Selalu jaga Mama saat Papa dan Doyun Hyung tidak ada ya?"

"Sstt," 

After Meet Baby ; WinroseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang