Kini kami berdiri berhadapan, dengan sedikit jarak diantaranya. "Baiklah,, mulai!!!"
"Aku Rima do Hakrae, akan menghukummu. Sihir api : tembakan bola api!!" ucap gadis bangsawan itu lantang sembari menyerang lawannya.
Sedangkan Yui, dia hanya membenarkan tudung yang sedikit turun.
'bersabarlah sedikit bangsawan sialan!'.
Wanita itu masih diam di tempatnya menatap sihir api itu yang melaju ke arahnya tenang. Sebelum serangan itu benar-benar sampai, Yui langsung mengeluarkan sihir untuk membuat sebuah pelindung transparan yang tak terlihat oleh orang lain, hanya beberapa orang yang akan sadar akan sihirnya.
Sihir api itu berhenti disihir pelindung Yui, hantaman sihir itu menimbulkan asap memenuhi arena. Bola api yang tertahan itu dimanfaatkan Yui untuk menyerang Rima.
'pantulkan'.
Terlihat cahaya merah keluar dari asap hitam itu. Bola api itu kembali, sihir yang dikeluarkannya untuk menyerang Yui memantul kembali ke arah Rima. Melihat itu, si gadis bangsawan terkejut. Ia tak sempat melindungi diri, dan berakhir terkena serangannya sendiri.
Semua asap telah hilang, memperlihatkan Rima yang jatuh tertunduk menatap tanah dengan luka dibeberapa bagian dan bajunya yang mengitam terbakar. Tak peduli dengan itu Yui mengarahkan jari telunjuknya ke arah sang lawan lalu mengeluarkan sihir. Terlihat sihir berwarna hitam mengelilingi tubuh Rima, berakhir membungkus tubuhnya dan hilang setelah Yui menurunkan tangan.
Yui menatap tak minat untuk melanjutkan pertarungan, ia membalikkan badan dan pergi perlahan.
Terlihat disana Rima sedang kebingungan akan kondisinya, ia melihat dengan sangat jelas saat tubuhnya terkena sihir miliknya sendiri, ditambah dengan Yui yang menyerangnya—tidak, lebih tepatnya menyembuhkannya.
Rima melihat kearah Yui yang sudah lumayan jauh darinya, "tunggu, ini belum selesai." Ia cepat-cepat berdiri dan kembali ingin menyerang.
'astaga orang ini benar-benar menyebalkan. Setidaknya berterima kasihlah dulu. Dasar bangsawan'
Langkah Yui terhenti mendengar suara itu. Sebelum Rima kembali membuka Grimoire-nya, Yui lebih dulu menghentikan Rima dengan sihirnya. Membuat tali hitam sebesar genggaman tangan yang muncul dari tanah di bawah tubuh Rima, mengikat kedua kaki serta juga kedua tangan gadis bangsawan itu tak lupa satu tali yang sama untuk mengikat Grimoire miliknya.
"Tak ada gunanya kau menyerang ku lagi. Lebih baik berlatihlah lagi besok dan juga seharusnya kau berterima kasih dengan orang yang telah menolongmu." Ucap Yui tanpa membalikkan badan dan berjalan pergi menjauh dari sana. Melepaskan sihir yang mengikatnya, setelah mengatakan itu.
"Dia sangat hebat!!"
"Di...diaa tidak memakai Grimoire miliknya!!"
"Aku tidak dapat melihat mukannya!! Apakah dia cantik??"
"Dari mana dia berasal??"
"Aku penasaran dengannya!!!"
Yui mengabaikan semua perkataan yang terlontar untuknya, ia tetap berjalan menuju dinding batu dan menyenderkan punggungnya di sana. Baru saja ia memejamkan mata.
"Kau sangat hebat!! Namaku Asta, aku berasal dari desa Hage!" ia tersenyum mengulurkan tangan. Yui meliriknya sekilas dan mengalihkan pandangan tanpa memperdulikan tangannya. "Terserah kau mau memanggilku apa."
"Ahh!!" Asta kembali menarik tangannya yang tak kunjung dijawab , lalu kembali tersenyum. "oh, ya kenalkan ini Yuno, kami akan menjadi Kasisar Sihir!" katanya dengan menunjuk Yuno.
KAMU SEDANG MEMBACA
Special | Black Clover
FanfictionTersandung dan jatuh disebuah masalah, yang membuatku belajar akan banyak hal. Rasa memiliki rekan, teman, sahabat, dan keluarga. Mengharuskan ku membuka rahasia yang sudah kusembunyikan rapat-rapat. Menguak beberapa kisah kelam dan kenangan yang me...
