10. Pasukan Banteng Hitam

1.3K 191 7
                                        

"Aku sudah membantu mereka, tapi entah kapan dia akan bangun. Lalu tentang tangannya itu.. aku tidak tau apa yang terjadi, mungkin kau bisa tanyakan saat dia bangun nanti." Makluk kecil itu mendekatiku kembali. "Yuii..." aku menatapnya curiga karena ia memasang wajah memelas.

"Bisakahakudiliarsajaakutidaksukadidalamsana!" aku tersentak, melirik kedalam. Untung saja mereka tidak tergangu dengan teriakan Nicksa. "Bolehkah?"

"Tidak. Cepat masuk!" aku membuka Grimoire itu. "Tolonglah... Kumohon.."

"Tidak." Dia menatapku tajam.

"Aku tidak akan menolongmu kembali, kedepannya."

"Akan ku kembalikan kau secepatnya." Aku menatapnya remeh. Dapatku lihat ia menahan amarah yang memuncak itu.

"Aku harus keruangan Julius, terserah kau ikut atau tidak." Finalku menutup buku sihir itu, dan berjalan keluar, untuk datang keruangan Julius. Seperti yang ia bilang tadi, karena mengijinkanku membantu penyembuhan Komandan Singa Merah Tua itu.

*****

Aku terdiam didepan pintu besar itu, 'kira-kira apa yang ingin dia tanyakan?'. Memberanikan diri untuk mengetuk pintu itu, dan masuk sesudah dipersilahkan.

"Jadi siapa namamu anak muda?" "Yui."

Ia menatapku tajam, berjalan mendekati dan berdiri didepanku beberapa langkah. "Sihir apa yang kau punya? Boleh aku melihatnya?"

Aku terdiam saat melihat perubahannya. Dari mata tajamnya menjadi mata berbinar. Aku berdeham mengembalikan kesadaran dari keterkejutanku.

"Air dan kegelapan." Mata lawan bicaraku ini semakin berbinar. Benarkah dia orang yang sama? Oh, ya, jangan lupakan Nicksa yang duduk diatas kepalaku sama terkejutnya. Tapi sepertinya Julius tidak melihatnya.

"Boleh aku melihatnya??" aku mengangguk kaku. "Ya." Membuka Grimoire Kerajaan Clover tepat dihalam yang diberikan Nicksa kepadaku. "Berpura-puralah kau baru keluar dari sini." Gumanku sangat pelan, untung saja Nicksa masih mendengarnya.

Dengan cepat ia turun dan masuk kedalam Grimoire itu, dan keluar kembali. Aku sudah menghilangkan sihir dari makhluk berwarna biru kecil ini.

"Wah, apa ini?" kini Kaisar Sihir itu menatap Nicksa menelisik, dengan satu tangannya yang memegang dagu.

"Nicksa, sang Penguasa Sihir Air!" ucapnya dengan berputar. "Bagaimana cara mendapatkannya?"

Aku terdiam, "itu.."

Tok.... Tok..... Tok....

Aku mengalihkan pandanganku menuju pintu itu, "Masuklah!" Julius mempersilahkan. Pintu terbuka memperlihatkan, seorang pria yang memegang katana disisi dan rokok disisi satunya.

Dengan berjalan mendekat Ia menghembuskan napasnya, "Oiii! Ada apa anda memanggil?" aku masih melihatnya sampai dia berdiri disebelahku orang ini, Yami Sukehiro, Komandan Ksatria Sihir Banteng Hitam.

"Hmm, siapa kau?" "Dia yang akan menjadi anggota baru pasukanmu."

Kami berdua sama-sama terdiam mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Kaisar Sihir yang ke-28 ini. Aku menatap Julius bingung.

"Ya, kau akan menjadi bagian dari Ksatria Sihir Kerajaan Clover. Kau tak keberatan bukan?" ia menatapku sambil tersenyum lebar. "Yaa, mungkin."

"Hei bocah!" bocah? Kini aku menatap dancho yang satu ini tajam. "Ki yang kau miliki sangat aneh." Ia menggaruk belakang kepalanya.

"Ha? Ki? Apa itu"

"Energi alami yang dilepaskan oleh manusia dan benda saat bergerak. Itu berasal dari negeriku." Aku hanya mengangguk.

Special | Black CloverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang