02. Ujian Ksatria Sihir I

2.7K 276 26
                                        

Disini ia sekarang—setelah memutuskan mengikuti ujian Ksatria Sihir, menunggu antrean bersama bocah-bocah yang ingin menjadi peserta ujian. Menunggu sangat lama sampai,

"Hei, Grimoire ituu..."

"Apa itu benar-benar Semanggi berdaun empat?!"

"Hebatt..."

"Nomormu 164. Baiklah selanjutnya!"

Melirik kearah pemuda itu sekilas. Banyak dari mereka kagum dengan buku sihir miliknya, entah apa yang special, ia tak peduli. Tetap diam menunggu sampai pada bagiannya.


*****


"Baiklah, kau nomor 171! Selanjutnya!!"

Berjalan mendekat, menghampiri pria penjaga itu dan berdiri selangkah dihadapannya. "siapa namamu nona?"

"Yui." Jawabnya dingin. Penjaga itu menatap heran sesaat, lalu cepat-cepat ia tersenyum kembali, "boleh aku melihat Grimoire-mu?"

"Haruskah??"

"Ya??" sepertinya dia tak mengerti. Menghela napas dan bertanya--lagi, "jika aku tidak ingin memperlihatkan Grimoire-ku bagaimana??"

Ia tersenyum mendengar, "setidaknya nona harus menggantinya dengan sesuatu bukan?"

Sepertinya perempuan itu sudah menduganya, ia pasti meminta imbalan untuk ini. "Baiklah, mau bagaimana lagi." Dengan terpaksa ia mengeluarkan segenggam uang dari saku jubah, dan memberikan padanya.

Dengan senyum yang mengiringi ia menerimannya, menyimpan cepat uang itu ke bawah meja. "Terimakasih, kau nomor 172!!" Yui hanya mengangguk meng-iyakan.

Pergi melangkahkan kaki untuk masuk lebih dalam menuju tempat utama ujian Ksatria Sihir ini.

Sebenarnya, bukan tanpa alasan ia tidak menunjukkan Grimoire—miliknya, jika bisa saja ia pasti sudah akan memperlihatkan buku itu. Hanya saja perempuan itu tidak memilikinya. Mengingat baru kemarin ia datang ke tempat ini, itu saja Yui menghabiskan waktu dihutan mencari makanan dan melatih sihir.

Mana mungkin juga ia memperlihatkan Grimoire-ku dari Kerajaan Heart, bisa dianggap mata-mata diriku ini. Ya, sebelum kemari aku memang sudah menjelajah ke Kerajaan Heart, bukan sebagai musuh, tapi sebagai murid yang ingin menambah ilmu.

'sepertinya aku tak biasa mencari penginapan setelah ini. Aku harus mendapapatkan Grimoire Kerajaan Clover terlebih dahulu"

Terlalu hanyut dalam pikiran, aku sampai tak sadar sudah sampai ditempat ini. Tempat berkumpulnya semua orang yang akan mengikuti ujian Ksatria Sihir.

Berada diantara banyak peserta membuatku jengah. Terlebih lagi mereka sangat berisik.

"Aku sangat gugup."

"Aduh, burung-burung ini kenapa sih?!"

"Burung terkenal yang dikenal sebagai burung anti sihir"

"Eh, binatang ini?"

"Semakin sedikit sihirmu, semakin banyak burung-burung yang hinggap ditubuhmu."

Yui terdiam mendengar penjelasan pemuda itu. Berjalan cepat menuju pinggir, menyadari tidak ada satu pun burung anti sihir yang mendekat.

"Hei, orang itu...."

"Tak ada satu pun burung yang mendekatinya."

"Dia yang mendapat Grimoire semanggi berdaun empat."

Special | Black CloverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang