Special versi Asta

276 18 1
                                        

Bacanya pelan-pelan ya, chapter ini cukup panjang dari biasanya, dan pahami oke! Karena ada spoiler disini! LOPE YOU GAES <3

Matahari terbit dengan sempurna, markas salah satu pasukan Ksatria Sihir Kerajaan Clover satu ini cukup aneh. Tidak ada tanda-tanda keributan didalamnya, apa lagi jika bukan pasukan Banteng Hitam yang terkenal dengan keributan dan kebrutalannya.

Yui duduk termenung diatap markas itu, sambil menikmati pemandangan hutan. Tak lupa Niscka yang duduk dikepalanya. Mata tajam milik Yui itu menatap burung anti sihir yang sedang bertengger didahan dekat Asta yang mengayunkan pedangnya.

Jujur saja Yui merasa tidak asing dengan burung itu, namun ia lupa siapa atau apakah dia. Matanya beralih pada Asta yang sudah mengayunkan pedangnya sampai ke 54 dan terus melakukanya entah sampai kapan.

"Anti sihir ya?? Haruskah aku mencoba melawan anak itu?" Guman Yui, dirinya ingin melihat apakah anti sihir itu bisa mematahkan sihir dengan skala besar miliknya. Tanpa aba-aba, wanita itu melemparkan sihir airnya kebawah sana. Asta yang sudah meningkatkan kesensitifan indranya itu berhasil memantulkan air itu. Membuat pohon yang terkena sihir itu tumbang.

"HOI!! APA MAKSUDNYA INI?" pemuda dengan volume suara tak terhingga itu mencari dalang datangnya sihir tadi. Sedangkan orang yang melemparkan sihir mengayunkan kakinya bergantian, wanita itu malah melesatkan serangan lagi yang cukup beruntun. Ia melepaskan 5 serangan.

Menggunakan Ki yang sudah diajari oleh komandannya, ia menatap keatas. Terlihat perempuan bersurai hitam yang duduk santai diatap markasnya.

Setelah berhasil menghalau 5 serangan tadi, Asta langsung berteriak. "YUI-CHAN! BUKANKAH ITU KETERLALUAN? MELAWAN SESAMA ANGGOTA PASUKAN ITU MELANGGAR HUKUM! HEI! HENTIKAN INI!"

Benar, Yui melesatkan kembali serangannya. 'bocah ini selalu saja berisiki,' decak Yui yang semakin melancarkan serangan tidak wajar.

Setelah berhasil menghalau serangan milik Yui, Asta segera mengatur napasnya. "YUI! APA KAU TIDAK MEMILIKI RASA KASIH SAYANG PADA SESAMA ANGGOTA PASUKAN KAH! BUKANNYA ITU KETERLALUAN?!" Astaga, bahkan teriakannya yang luar biasa itu bisa mengubah arus air didalam laut dalam sekejap.

Pada akhirnya Yui turun, tanpa rasa takut perempuan itu langaung menjatuhkan dirinya. Membuat Asta cukup kelimpungan untuk berlari menangkap Yui. Tapi tak disangka, saat hampir menangkap teman anggota pasukannya itu. Asta malah meneluk awan bewarna Hitam, dan Yui yang jatuh digumpalan awan itu.

"Kau ingin menangkapku? Yang benar saja, siapa dirimu?" tanpa belas kasihan Yui menghilangkan awan itu, membuat Asta jatuh kedepan seperti patung. Namun pemuda itu langsung berdiri, "Kau gila ha? Tentu saja aku berusaha untuk menangkapmu! Markas ini cukup tinggi untuk wanita terjun."

Sepertinya Asta menghawatirkan Yui, sementara yang dikhawatirkan menatap lawan bicaranya dengan raut wajah yang sulit diartikan. Dalam konteks ini Yui seakan bicara, 'tinggi bangunan tua ini tidak akan membuatku terluka, bahkan tergorespun tidak,' walau ia hanya diam.

Tiba-tiba saja Finral bergabung, pemuda itu merangkul Asta dan tersenyum aneh. "Asta sepertinya kau terlalu menghawatirkan dia," ucap Finral menunjuk Yui yang hanya diam. "Perempuan seperti dia mana mungkin butuh pertolongan, dia hanya membutuhkan perhatian. Sebagai pria sejati kita perlu membantunya! Jadi Yui apa yang bisa kita bantu??"

Mendengar itu Yui menaikkan alisnya berpikir, "Kau bocah anti sihir, dan kau sihir ruang. Hmmmm..."

"Hei! Bukankah itu penghinaan pada seniormu?!" ujar Finral, "memangnya apa urusanku?" jawab enteng Yui. "Kau!?" belum selesai Finral mengamuk Yui lebih dulu mengatakan, "Aku butuh Kau," katanya menunjuk Asta.

Special | Black CloverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang