Sudah tiga bulan berlalu, Kehidupan Eunkwang jauh lebih baik. Ia menyadari bahwa perbuatannya sudah melukai banyak orang terlebih Yuri. Baru sebentar ia mendapatkan Yuri, Yuri meninggalkannya lagi. Tapi kali ini kesalahannya tak bisa dimaafkan.
Hari itu ia berdandan rapih, memakai setelan jas hitamnya. Hari ini salah satu member BTOB melangsungkan pertunangan. Adiknya.
"Setelah aku, hyung harus bisa berbahagia" katanya memberikan minuman.
"Kau sangat tampan. Aku iri" Eunkwang mengajaknya bersulang dan meminum minuman kerasnya sedikit.
Malam itu ia pulang, menatap kalender di meja kerjanya. Besok hari penting untuknya. Ia beranjak ke kamarnya. Menatap nanar foto Yuri dan dirinya yang ia pajang dalam sebuah figura kecil di salah satu sudut meja riasnya.
Eunkwang tak berhenti memikirkan Yuri. Tak pernah lelah berusaha mencarinya. Berulang kali ia meminta Changsub memberitahu tentang keberadaan Yuri. Tapi Changsub bungkam. Eunkwang tau Changsub sangat kecewa. Apalagi Yuri.
Ia membuka lemari bajunya dan meraih setelan serba hitam lain. Besok hari penting.
***
Eunkwang masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah buket bunga. Sudah ada sajian dan bunga lain disana. Ia tak mau berharap banyak. Ia datang kentempat itu untuk bertemu dengan Appa Yuri.
Hari ini hari peringatan kematian Appa. Bagaimanapun, Appa sosok yang sangat ia hormati. Setelah berdoa, Eunkwang keluar ruangan. Ia menemui keluarga Jinkyu.
"Kau datang kesini mencari Yuri?" Kata Jinkyu Eomma "kau akan kecewa, dia tak datang" katanya tersenyum.
Eunkwang hanya bisa tersenyum. Ia mengucapkan terima kasih atas jamuannya dan beranjak.
"Yuri sangat menyukai pantai" Kata Jinkyu Eomma mengantarnya menuju mobil. Eunkwang hanya bisa tersenyum. Ia berlalu mendatangi rumah tebing. Membuka sebotol alkohol dan duduk termenung. Rumah itu menyimpan berjuta kenangan manis antara dirinya, Yuri dan juga Sohee.
Eunkwang membuka lebar pintu kaca besar dan membiarkan pandangannya menembus lautan. Ia melihat sisi kiri tebing tempat Yuri biasa merangkak naik ke rumah itu. Ia menuruninya perlahan sambil menggulung lengan kemeja hitamnya.
"Aku ingin ke pesisir" katanya sambil tak lupa membuka alas kakinya dan menggulung celana hitam panjangnya.
Ia berjalan menyusuri bibir pantai. Membiarkan riak ombak membasahi kakinya yang tak beralas. Airnya hangat. Ia berhenti di satu titik dan menatap lautan. Kapal nelayan mulai terlihat di depan matanya. Air beraroma asin itu mulai memantulkan cahaya jingga dan ungu berkilauan. Matahari terbenam kesekian yang ia lihat dari laut yang sama.
"Aku merindukanmu" katanya parau. Ia duduk sambil menunduk di pasir dan membiarkan air matanya jatuh tersapu ombak. Eunkwang sadar kalau semua ini salahnya. Ia tau bahwa dirinya sudah tak bisa dimaafkan lagi. Ia pernah diberi kesempatan dan ia menghancurkannya lagi.
Sebuah tangan kecil menyusup diantara pinggangnya dan memeluknya dari belakang. Eunkwang menangis semakin dalam. Ia bahkan tak berani menoleh.
"Sudah berakhir" Yuri disana, memeluk Eunkwang dengan mata berkaca-kaca "apakah ini semua sudah berakhir, ahjussi?" Pelukannya semakin kencang. Eunkwang berbalik.
"Aku menemukanmu" katanya membelai lembut wajah wanita yang ia cintai itu.
"Jangan pergi lagi, Nona Shin Yuri" Mereka menangis dan saling berpelukan.
"Aku mencintaimu Yuri, aku mencintaimu" Eunkwang tak berhenti mengatakan itu diantara tangis dan pelukannya. Yuri memeluknya semakin erat.
"Hukumlah aku dengan cara apapun yang ingin kau lalukan, Yuri. Asal jangan tinggalkan aku. Aku bisa mati. Aku bisa mati kali ini" Eunkwang terus memohon. Yuri melepaskan pelukannya dan mengusap lembut air mata Eunkwang dengan kedua tangannya.
"Kau ingin aku menghukummu, orang baik?" Katanya tersenyum. Yuri meraih wajah laki-laki itu dan mencium bibirnya dengan lembut "hukumanmu adalah tak boleh lagi meninggalkanku walau satu sentimeter. Berjanjilah padaku" kata Yuri. Air mata Eunkwang menetes lagi.
"Aku mencintaimu Yuri, aku mencintaimu"
"Nado" Yuri menatap lembut mata Eunkwang. mereka berpelukan lagi. Berciuman sama lain dan membiarkan deburan Ombak menambah syahdu suasana.
"Maafkan aku Yuri, maafkan aku"
Entah permintaan maaf yang keberapa kali. Changsub sering bilang untuk memberinya pelajaran kali ini. Tapi sama saja, Yuri tak bisa melepaskan Ahjussinya itu dari hidupnya. Ia sama frustasinya. Merindukannya. Bagaimanapun Eunkwang adalah segalanya yang pertama baginya. Ia selalu menghibur diri dengan berpikiran bahwa apa yang dilakukan Eunkwang adalah hal baik. Walau ia tau ia sangat hancur karenanya.
***
"Dimana kau selama ini?" Tanya Eunkwang sambil memutar-mutar jari telunjuknya di pusar Yuri yang tidur di sampingnya tanpa busana. Mata Yuri masih terlihat sembab dan tubuhnya agak kurus. Eunkwang memandang wajah itu lekat-lekat.
"Jangan memandangiku seperti itu. Aku sangat lelah karena terlalu sering menangis dan merindukanmu" Kata Yuri memejamkan mata. Eunkwang meraih wajah itu dan menciuminya berulang-ulang.
"Wanita jalangku" Yuri membuka matanya dan naik di atas tubuh Eunkwang.
"Apa ada wanita jalang lain yang melakukan ini padamu ditempat ini?" Yuri menatapnya tajam.
Eunkwang tersenyum dan menggeleng pelan.
"Aku hanya merawatnya" kata Eunkwang.
"Kau mencintainya?" Tanya Yuri. Eunkwang mengangguk "Kau mencintaiku?" Tanya Yuri lagi. Eunkwang bangkit membiarkan Yuri tetap di atas tubuhnya.
"Kali ini bisa saja aku mati karena terlalu mencintaimu, sayangku" ia mengecup bibir Yuri. Mereka berciuman lama. Yuri turun dari pangkuan Eunkwang.
"Dokter mengatakan padaku dan Minhyuk kalau dia tak akan bertahan, dan aku merasa bertanggung jawab atas perasaannya padaku. Aku ingin dia bahagia sebelum ia benar-benar pergi meninggalkanku" Eunkwang menerawang "pada akhirnya hanya kau satu-satunya wanitaku. Wanita tempatku kembali" Eunkwang tersenyum. Yuri menarik lengan lelaki itu dan membiarkan laki-laki itu mencumbuinya berulang kali. Deburan ombak bersahutan menabrak dinding tebing menutup suara desahan cinta mereka malam itu.
"Aku tau kau orang yang sangat baik, dan aku mencintaimu, Seo Eunkwang ahjussi"
***

KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR MY AHJUSSI 3
FanfictionChangsub berusaha sekeras mungkin agar Yuri bisa kembali dengan Eunkwang. Tapi ada perasaan aneh yang semakin lama semakin menghangat setiap kali ia berurusan dengan Yuri. "Oppa kau tau kau tak boleh menyukaiku, kan?" Changsub mengangguk cepat. Ia t...