Bukan Tak Mampu

297 16 4
                                    

Maaf ya, ceritanya jadi ga jelas dan banyak typo..
Lambat up, soalnya acara nikahan keluarga baru selesai. Jadi ini baru sempat lagi buka wp🙏🙏

Kalau baca part ini, coba deh sambil dengerin lagu "Bukan Tak Mampu"..

"Jadi, aku tunggu di depan aja nih? Ga boleh masuk?." Tanya lelaki di seberang telepon

"Iya a' ga usah masuk! Laras udah jalan ke depan kok ini." Jawab Laras mempercepat langkahnya setelah mematikan sambungan telepon

Sungguh, ia sudah tidak sabar bertemu dengan lelaki itu. Lelaki yang selama ini ia rindukan kehadirannya, pelukannya, marahnya, juga canda tawanya. Lelaki yang kasih sayangnya tidak perlu lagi diragukan.

Keluar dari gerbang. Laras belum menemukan keberadaan orang yang tadi di teleponnya. Padahal ia berharap tidak akan dibuat menunggu lagi.

Sambil menunggu, ia terus melangkah dengan pelan. Hingga ia tidak sadar sudah menjauh beberapa meter dari gerbang. Saat menyadari langkahnya sudah sampai sejauh ini, ia berniat untuk kembali lagi menunggu tepat di depan gerbang. Namun, ketika lampu menyorot dan menyilaukan matanya. Ia tahu, siapa pemilik mobil itu. Dengan setengah berlari, ia menghampiri lelaki yang baru saja turun dari mobilnya

"A' Randi.." Tanpa aba-aba, Laras langsung memeluknya erat meremas kuat jaket bagian belakang yang ia sebut aa', seolah menyalurkan semua rasa rindunya selama ini. Dan dengan senyum, Randi membalas pelukan Laras tak kalah eratnya.

Kini Laras sudah menangis dalam pelukan hangat lelaki itu. Meluapkan semua kerinduan juga kesedihan dan kekecewaan yang baru saja ia alami.

"Ras.. Hei, heii. Kamu kenapa?" Tanyanya saat ia mendengar isakan kecil yang keluar dari mulut Laras

Tidak menjawab, Laras hanya menggeleng dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Randi. Rasanya, ia belum sanggup bercerita sekarang.

"Oh kamu capek jalan ya? Ya sudah.. ayo kita pulang sekarang." Ajaknya

Namun, sekali lagi Laras menggeleng. Ia masih ingin menikmati suasana ini. Berada dalam pelukan lelaki yang selalu bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.

"Laras kecewa a'.. Lagi-lagi, Laras merasa hanya selalu dipermainkan." Keluh Laras dalam hati sambil memejamkan matanya

Sesaat Randi tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. Karena ia tahu, Laras memang selalu merasa sangat nyaman berada di dalam dekapannya. Dan Randi sangat suka Laras yang seperti ini, manja kepadanya. Meski di luar sana orang banyak mengenal Laras sebagai wanita yang kuat.

Cukup lama mereka berdiri saling memeluk seperti itu di pinggir jalan, tepat di samping mobil Randi. Sehingga mobil Reza dan Yuli yang baru saja keluar tidak kelihatan oleh mereka. Padahal seisi mobil yang baru saja lewat itu tengah mencarinya.

Ternyata pemandangan itu telah disaksikan oleh seseorang yang berusaha menyusul Reza dan Yuli. Tapi, ia terpaksa berhenti sendiri saat mengenali orang yang dicarinya tengah nyaman berada dalam pelukan lelaki lain.

Ia menyunggingkan senyum sebelum berlalu meninggalkan tempat itu. Tidak ingin berlama-lama lagi menyakiti hatinya sendiri.

"Ternyata, ini alasan kamu menolakku" gumam Arles lalu segera melajukan mobilnya mencari tempat yang bisa membuatnya sedikit tenang.

Baru saja, Arles pergi. Tiba-tiba Laras merasakan sesuatu.

"Aa'.." Sahut Laras mendongak menatap Randi

Rahasia TakdirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang