Lebih Dari Selamanya

333 31 0
                                        

Tiba saatnya Laras dan Alfi syuting Musik Video untuk pertama kalinya dengan single baru mereka yang berjudul "Lebih dari Selamanya".

Sebelum syuting dimulai, Laras menyempatkan untuk menghubungi Reza terlebih dahulu. Ia hanya ingin mengabari dan berbagi rasa bahagia dengan orang yang sudah ia anggap sama seperti kakaknya sendiri, Kak Deni.

Sedang Alfi memilih untuk membaca skrip sambil bersenandung sembari menunggu arahan dari management. Sesekali ia melirik Laraa yang kelihatan biasa-biasa saja sambil menelepon, berbeda dengan dirinya yang sedari tadi berusaha menahan rasa groginya.

"Ya udah a' dede mau siap-siap dulu.. Assalamu'alaikum" pamit Laras kepada Reza sebelum memutuskan sambungan telepon

"Iya, sukses terus yah dede kejoraku. Wa'alaikumsalam" balas Reza diseberang telepon sana

"Udah de?" Tanya Alfi

"Iya papa Alfi" jawab Laras "Waaaaah keren banget, papa Alfi kayak orang sakit beneran" (ucap Laras sambil menggeleng mengagumi hasil make-up Alfi)

"Ah biasa aja. Saya sudah menahan gugup ini daritadi" kata Alfi dengan dialeg khasnya

Selang beberapa menit, mereka sudah mulai syuting dan berakting sesuai dengan arahan tim management beserta crew. Tiba saat adegan, Alfi menutup mata untuk selamanya disamping Laras yang tengah menyempurnakan lukisan. Beberapa kali mereka tertawa  dan harus mengulangnya di part ini. Dibalik keseruan syuting mereka ternyara ada sepasang mata yang telah mengawasi sedari tadi.

'Kita akan seperti itu, Laras. Bersama lebih dari selamanya' gumamnya menyeringai

Melihat Laras dan Alfi dipersilahkan untuk istirahat. Ia pun menghampiri Laras dengan penuh rasa percaya diri. Sedang orang-orang yang ia lalui semua melihatnya dengan tatapan aneh dan sinis. Entah apa yang ada dalam benak mereka masing-masing, yang pasti tidak satu pun dari mereka yang berniat untuk bergerak menyambut kedatangannya.

"Itu si Rifki, kan?" Bisik salah satu penonton yang hadir di lokasi syuting mereka

"Iya, itu si Rifki pacar Laras" jawab temannya

"Ga cocok!"

"Hah? Maksudmu ga cocok?"

"Au ahh, males aja liatnya.. semoga deh si Laras cepet-cepet mutusin dia"

Dan masih banyak lagi percakapan diantara mereka tentang Rifki dan Laras. Namun sayang, dari sekian banyak yang ada disana tak ada satu pun yang menyetujui Rifki bersama Laras.

"Ras.." Ucap Rifki sambil menggenggam pergelangan tangan Laras

Tentu saja, Laras yang tidak sadar dengan kedatangan Rifki dan langsung menariknya dibuat kaget. Ia tidak tahu harus bagaimana, ingin sekali rasanga menghempaskan tangannya itu agar terbebas dari tangan Rifki. Namun, ia juga tidak ingin membuat Rifki malu didepan orang banyak. Dengan sangat terpaksa ia memasang senyum dan meladeni seperti biasa.

"Iya, ada apa a' Iki?" Tanya Laras dengan suara lembutnya

Mendengar ucapan dan suara Laras kembali seperti biasa, membuat hati Rifki pun kembali berbunga penuh harap.

"Ah maaf ya, Ras" Rifki melepas tangannya seraya tersenyum "aku kesini, mau nemenin Laras aja"

Laras tersenyum memberi kode tidak enak ke arah Alfi, berharap ia mendapat bantuan agar bisa menghilang dari hadapan manusia satu ini.

Alfi yang melihat pun langsung mengerti dengan mimik wajah Laras yang butuh pertolongan dan segera menghampiri mereka yang memang tidak jauh dari tempat duduknya.

"De, aku boleh minta tolong sebentar ga?" Tanya Alfi berpura-pura meminta pertolongan ke Laras

"Harus Laras yah? Kan masih banyak yang lain" jawab Rifki merasa terganggu

Rahasia TakdirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang