Tak terasa hari berganti hari bulan berganti bulan. Dan tepat hari ini adalah hari dimana sekolah SMP Cahya Nusantara melaksanakan ulangan semester satu. Dengan berbekal hapalan yang mereka hapalkan dari semalam dan hilang dalam sekejap.
Kejadian tempo lalu sudah berlalu meski kadang Alexa masih berulah hingga pernah menyebabkan Aqeela jatuh tertimpa pot bunga dari lantai dua tapi rencananya dengan mudah bisa digagalkan oleh Rassya, untungnya saat itu Rassya datang tepat waktu kalau tidak kepala Aqeela yang jadi korban. Tapi yang lebih untungnya tak ada korban jiwa.
"Lo lagi ngapain si?."tanya Saskia menghadap kearah dua sahabatnya yang sibuk menghapal.
"Ya belajar lah bego!."ketus Sandrina, dia tak habis pikir dengan otak Saskia yang sekarang malah santai-santai saja tanpa menghiraukan nilainya yang mungkin saja akan anjlok.
"Ouh."
"Lo gak belajar Kia?."Aqeela bersuara mengalihkan perhatiannya sebentar dari buku yang dia baca.
"Enggak percuma, gak bakalan ada yang masuk juga."balas Saskia santai. Yang membuat keduanya mengelekan kepalannya heran.
"Udah Qel gak usah dihirauin tar kalo nilai ulangannya jelek. Pasti nangis."cibir Sandrina.
"Enak aja, bodo amat gue mah sama nilai. Nih ya yang penting itu gue bisa nain kelas. Lagian ulangan sekarang mah bukan ulangan kenaikan kelas jadi santai aja kali."serobot Saskia.
"Abaikan."
oOo
Dan kududuk manis
Di samping dirimu
Lalu kubersandar di bahumu..Musik itu terus mengalun mungkin sudah ada 30 lebih lagu itu diputar tapi tak membuat sipemutar bosan mendengarnya bahkan matanya fokus melihat layar ponsel yang menampilkan wajah cantik orang yang tidak dia kenal.
"Berisik anjir, gue lagi ngapalin nih."kesal Rey kepada Alvaro yang malah mengedikkan bahunya acuh. Sekarang mereka tengah berada di warung belakang sekolah menunggu bel berbunyi.
"Udah Rey gak usah belajar tar lo bodoh lagi."ucap Alvaro.
"Eh yang ada lo yang bodoh karna gak belajar."sahut Rey ngegas
"Ah berisik lo pada, gak liat nih Rassya yang imut ini lagi pegang apa?."tanya Rassya merasa acara belajarnya terganggu.
"Lo gak liat sampe nanya ke kita lo lagi pegang buku bego!."
"Nah itu tau, jadi diem gue lagi tobat seminggu buat belajar."Rassya kembali fokus membaca deretan tulisan yang tidak dia mengerti tapi dia tetap membacanya. Biasalah..
"Eh Rey gila nih cewe cantik banget dah."Alvaro heboh sendiri sambil menyodorkan ponsel hitamnya kearah Rey. Rey yang sudah kepalang kesal langsung saja merebut ponsel itu dan membantingnya keras kearah lantai. Terdengar retakan dan disusul teriakan histeris Alvaro kala melihat ponsel kesayangannya tergeletak tak berdaya.
"ANJIRR HP GUE!!!."pekik Alvaro histeris memungut ponselnya dan mengelusnya lembut seolah takut rusak. Kan udah rusak Al!!.
"Mampus."cibir Rassya meledek Alvaro.
Mata Alvaro sudah berkaca-kaca dirinya hendak menangis.
"Eh anjir Rey cengeng tuh bocah."ucap Rassya yang sudah menahan tawanya tapi tetap saja tawanya meledak.

KAMU SEDANG MEMBACA
Before Married |REVISI|
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] ^keine Geschichten kopieren^ . . . Disaat memulai hubungan dalam adanya taruhan, apa hubungan itu akan berjalan mulus?, mungkin. Rayensyah Rassya Hidayah merasakan apa yang namanya penyesalan, penyesalan yang berawal darinya...