12. Jangan Ngerepotin

32 18 0
                                        

Happy Reading

🐼🐼🐼


Pulang Sekolah sudah tiba, semuanya bergesa-gesa membereskan barang - barang peralatan mereka, berlanjut pada kurangnya siswa-siswi di kelas itu yang mulai kosong.

Begitu pun dengan Aileen, Ia bahkan berlari dengan wajah khawatir menuju parkiran sekolah.

Tibanya di sana, ia berhenti untuk mengambil nafasnya terlebih dahulu. Lalu, ia berjalan seraya mata tertuju pada sosok lelaki yang sedang bermain ponsel di atas motornya.

Aileen tau betul, kalau yang di pegang cowok itu adalah ponsel Miliknya.

Sesampainya di sana, ia ingin merampas ponsel itu, namun pergerakannya lebih dulu diketahui dan pada Akhirnya ponsel itu langsung di jauhkan dengan suara kekehan mengesalkan.

"Balikin ponsel gue!" Aileen kembali ingin meraihnya.

"Tajam banget mata lo liat nih ponsel, tapi tulisan gue huh? Entah lo gak punya mata atau gak bisa baca. Tapi, yang pasti gue gak mau balikin ponsel lo." Ucap Luca dengan mata yang meremehkan.

"Lo kenapa sih? Kayak anak-anak tau gak! Sini balikin ponsel gue! Cepet!"

Tak lama, Aileen akhirnya mendapatkannya. Di tatapnya wajah Luca dengan rasa kesal karena saat ia membuka ponselnya, ia melihat hal apa saja yang sudah di lakukan oleh cowok itu pada ponselnya dan ternyata cowok itu membuka chet dirinya dengan Sadam, bahkan galerinya.

Bukan apa sih, tapi ini privasi Man.

"Kenapa Lin? Kan sudah gue peringat'in lo jangan dekat-dekat dengan tuh iblis. Ternyata lo selain gak bisa baca, ternyata lo tuli juga yah?"

"Lo apaan sih Luc? terserah guelah. Iblis lagi, Sadam gak se-iblis yang lo bilangin Luc. mending lo ngaca siapa yang paling gak punya hati kayak iblis itu, yah lo lah!" Balas Aileen sambil menatap tajam kearah lawan bicaranya.

Luca membuang nafasnya sambil menyeringai, ia melangkah lebih dekat ke hadapan Aileen, tentunya cewek itu sedikit memundurkan langkahnya, meski mata tetap menatap tajam kearah Luca.

"Kan? lo aja sudah tertipu dengan tipu muslihat tuh iblis, sampai-sampai gak percaya sama ucapan gue. Sadam itu pembunuh Lin, dia---"

"Cukup Luc! Cukup. Gue gak mau dengar ucapan Blushit lo!"

"Gue ngomong kebenarannya Lin!"sahut Luca.

"Ah! Terserah lo deh, gue mau pulang!" Aileen ingin melangkahkan kakinya dari sana namun dengan cepat dicegat oleh Luca.

"Mau kemana lo? Lo kira dari tadi gue gak nungguin lo? Lo memang gak tau diri yah Lin. Udah kotak bekal gue gak dibalikin, sekarang? Lo main pergi gitu aja? Ayo naik."

"Gue gak mau pulang sama Lo. Gue gak mau tinggal dirumah lo. gue mau pulang ke rumah gue sendiri!" Ucap Aileen sambil menghempaskan genggaman Luca.

"Eh denger yah! gue juga gak mau lo tinggal di rumah gue tap--"

"Kalau gitu yaudah! Kenapa lo larang gue pergi? Lo kira gue suka dilarang-larang kayak gini? Bahkan jadi karyawan lo aja sudah berat, jadi jangan tambah beban gue Luc, lo bukan siapa-siapa gue, lo cuman bos di kafe tempat gue kerja. Gak lebih. "

Aileen mengambil nafasnya dengan tatapan yang memang tak suka dengan keberadaan Luca.

"Okeh. Okeh Lin." Luca menganggukkan dengan rasa tertahan, karena sebenarnya ia tersinggung akan hal itu dan merasa sakit juga mendengarnya.

"Nih kotak bekal lo. Bilangin sama Bunda lo, maaf gue gak bisa tinggal sama orang yang sudah membenci gue." Aileen menyerahkannya lalu melangkah pergi, meninggalkan Luca yang masih termangu menatap kotak bekal itu.

Luc'eenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang