Jangan lupa Vote dan Share keteman-teman kalian ceritanya.
Happy Reading
🍒
Kantin memang pilihan tepat untuk menghilangkan rasa lapar. Mencium bau makanan yang nikmat dan suara air yang segar penuh dengan es batu berbunyi menjadi pendamping makanan di siang hari ini.
Luca makan bersama Aileen dengan pandangan orang-orang yang begitu menaruh iri kepada Aileen.
Luca bahkan memberikan beberapa potongan sayur dan beberapa nugget kepada Aileen. Tentu saja membuat pandangan orang-orang apalagi, para fans Luca melototkan matanya tidak menyangka sikap Luca seperti itu pada Aileen.
"Makan yang banyak,"ucap Luca setelahnya.
Mendengar itu, Aileen pun tersenyum. "Makasih," balas Aileen.
"Anjir! Kok Aileen bisa dapat perhatian dari Luca, gue enggak?! Ada yang nggak beres nih!"hujat beberapa kelompok ciwi-ciwi yang ada di kantin itu.
"Kek orang pacaran. Padahal kan setau gue Luca benci banget tu ya sama Aileen, ya nggak?"
"Tul tu! Kok sekarang jadi perhatian banget? Ngeselin!"
"Jangan-jangan Aileen pakek pelet lagi, ish.. serem!"
Bersamaan orang-orang lagi menghujat Luca dan Aileen, Fahri pun datang bersama Agung yang senantiasa berada di rangkulannya.
Mereka berdua tentu saja mendengar hujatan penuh kekepoan itu, Fahri dan Agung pun perlahan mendekat ke para kumpulan para ciwi-ciwi itu, mereka berdua sok-sokan menjadi seorang kepo juga dan ikut mendengarkan dengan akting wajah serius.
"Romantis ya mereka,"celutuk Fahri sambil menatap Luca dan Aileen yang kini saling tertawa karena wajah Luca memerah karena kepedasan.
"Dimana romantis nya sih? Ck!"tidak terima seorang siswi yang menatap kesal dua insan itu.
Agung menatap Fahri satu sama lain sambil menahan tawa.
"Kayaknya cocok deh mereka,"ucap Agung juga ikut-ikutan.
"Ish! Nggak cocok tau, siapa sih lo sok tau bang---et" Siswi itu berbalik namun ia begitu terkejut kalau itu adalah Fahri dan Agung yang menatapnya dengan senyum lebar.
"Hellow baby!" Sapa Fahri dengan salah satu matanya berkedip manja.
"Ka.. Ka Fahri?" Kaget siswi itu.
"Gue nggak disebut?" Tanya Agung tidak terima karena siswi itu hanya menyebut nama Fahri saja.
Fahri pun menoleh kearah Agung, ia menepuk pundaknya dengan wajah prihatin, "Agung, mending lo ngaca deh, lo itu gak ganteng!"
"Ish, dah lah orang cakep sabar,"ucap Agung sambil mengelus dadanya.
"Sejak kapan kalian berdua ada disini?"tanya siswi itu.
"Sejak 'Jangan-jangan Aileen pakek pelet lagi, ish.. serem!'"Fahri mengulang lagi bagaimana nada bicara siswi itu disertai Agung yang merinding mendengarnya.
"Tapi bener kan? Gak mungkin lah Luca suka sama Aileen, pasti Aileen nya pakek pelet!"
Fahri maupun Agung melototkan matanya tidak setuju, "Sembarangan lo kalau ngomong ya!"Agung Emosi.
"Lah emang kenyataannya memang gitu."
"Pelet!pelet! Orang Luca memang suka secara alami sama Aileen,"ujar Fahri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luc'een
Ficção AdolescenteJANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR NYA OKAY!! Maafkan jika, banyak Typo yang bertebaran. Tegur aja, okay. °°° Ketika dua insan mencari kebahagiannya. Begitu pula ada tantangan yang mereka hadapi. Sebuah Pertemuan yang mungkin akan merujuk kearah kebencian...
