Guys apa kabar?😭😭
Two CEO unpub🙏😭
Otak lagi semeliwir banget, huhu
Pendek bgt lagi chapternya 😭😭
"Aku baru tau kalo 2hari itu ternyata lama banget ya, sayang." Sindir Mew tak henti-hentinya.
Ketika Gulf sampai rumah. Diruang tamu sudah ada Bright, Bang Off, Mas Te dan juga Kekasihnya yang....err menatapnya dengan tajam.
"Udahlah, Mew. Kasian tuh si Gulf udah pengen nangis. Tega Lo?" Ucap Tay menatap iba kepada Gulf.
"Kali ini gue ga bakal ketipu deh. Mau dia nangis kaya apa kek, gak perduli gue. Bisa aja dia lagi bikin rencana buat bohongin gue lagi. Ya kan, Sayang?" Ucap Mew lembut tapi sangat menakutkan bagi Gulf.
"Bang kita baru sampe, biarin kita istirahat dulu." Ucap Nanon takut-takut. 'ini kenapa Abang gue jadi serem begini si. Mati Lo Gulf mati.' Ringis nanon dalam hati. Dan menatap miris kearah Gulf yang sedang mengusap air matanya.
"Istirahat aja. Capek banget pasti, ya? Mau gue telfonin SPA langganannya Mamah? Biar rilex tubuh Lo pada." Tawar Mew masih dengan kelembutannya.
"Off, Bright, Tay. Sorry ya, gue tinggal bentar. Gua mau ke Studio, udah lama gak maen kesana." Mew bangun dari duduknya dan berlalu tanpa menunggu balasan dari teman-temannya. Melirik sekilas kearah Gulf yang sedang menatapnya dengan melas.
Gulf yang melihat Mew pergi langsung menyusul dan mencoba menggapai lengan Mew, tapi langsung ditepis oleh kekasihnya itu.
"Sakit," Cicit Gulf.
Mew menghebuskan nafasnya kasar dan menarik Gulf kedalam mobilnya. Gulf terpenjat kaget saat Mew menutup pintunya dengan kencang. Dan menatap Mew yang hendak masuk kedalam mobilnya dan duduk disampingnya. Menutup pintunya dengan kencang juga.
"Nanti rusak pintunya." Ucap Gulf pelan. Mew melirik sekilas dengan sinis dan menyalakan mesin mobilnya.
Gulf membuang wajahnya kesamping dan memakai seatbeltnya sambil sesekali mengusap matanya yang berair.
"Kalo mau nangis jangan disini!" Ucap Mew tajam.
Gulf langsung mengusap air matanya dengan cepat.
Sesampainya di Studio, Mew langsung turun tanpa menghiraukan keberadaan Gulf. Gulf dengan tergesa langsung beranjak turun. Dan berjalan dibelakang Mew sambil menunduk.
"Aduh!" Ringis Gulf saat kepalanya terbentur pundak besar Mew.
"Kalo jalan liat kedepan, ngapain nunduk gitu." Ujar Mew sambil menarik pinggang Gulf untuk berjalan disampingnya.
Gulf menahan nafasnya ketika sesisi studio menatap kearahnya. "Kenapa ngeliatin nya pada begitu si?" Bisik Gulf.
"Biasa aja. Kamu aja yang kepedean." Balas Mew pedas. "Ish!" Dengus Gulf.
"Mew? Wanjir tumben Ama Lo. Ama siapa tuh? Cowok Lo? Eh Gulf ya." Tanya Gil heboh.
Mew bertos ria kepada Gil. "Pengen main aja, lagi free juga gue."
Gulf membalas sapaan Gil dengan senyuman. "Sok manis banget. Gil gak akan kepincut sama orang galak kaya kamu." Ketus Mew.
Gulf melepas rangkulan Mew dengan kasar. "Kamu dari tadi gada abisnya nyindir aku terus! Aku mau pulang aja!" Gulf berjalan keluar dengan menghentak-hentakan kakinya. Tanpa memperdulikan orang disekitar studio yang sedang menatap gemas kearahnya.
"Eh itu pacarnya Pak Mew ya? Gemes banget mau culik."
"Bodynya bukan maen."
"Pantes aja Pak Mew lebih milih dia ketimbang pacar ceweknya itu."
"Kalo bukan pacarnya si Boss udah gue pepet tuh. Gak nahan bodynya."
Mew menatap tajam kearah para karyawan yang berani-berani nya maen bisik-bisik terhadap kekasihnya. "Mau saya pecat?" Ujar Mew tajam.
Gil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar bucin."
Mew melihat Gulf yang sedang berdiri disamping mobil. Dengan kaki yang setia menendang-nendang pelan ban mobilnya. "Kan seharusnya aku yang marah, kenapa jadi kamu yang ngambek?" Sindir Mew.
Gulf menatap Mew tajam. "Kamu gak cukup malu-maluin aku dirumah? didepan temen-temen aku bahkan ada temen kamu juga! Terus kamu barusan nyindir aku didepan Gil." Ujar Gulf cemberut.
Mew tersenyum geli. "Iya-iya Maaf," Mew menarik Gulf kedalam pelukannya.
Gulf menautkan alisnya heran. 'Tadi hawanya serem kok sekarang adem banget?'
"Kamu masih marah?" Tanya Gulf pelan.
"Mana bisa si aku marah sama kamu,"
Gulf menjauhkan tubuhnya dan menatap Mew dengan tajam. "Jangan bilang kalo kamu ngerjain aku?!...... Ih tuh kan, kamu mah jahat banget si!" Gulf mendorong tubuh Mew saat lelaki itu tertawa.
"Mew, aku tuh udah malu. Apalagi ada bang Off, Mas Tay sama Bright." Sambung Gulf sambil masuk kedalam mobil dengan kesal.
Mew makin dibuat tertawa. "Hukuman buat kamu. Siapa suruh bohongin aku terus. Sebenernya aku juga udah tau kalo kamu pasti bakalan lebih dari hari yang dijanjiin. Tapi ya, demi bikin kamu seneng gpp deh. Tapi siap-siap aja nanti malem." Ujar Mew sambil menatap Gulf genit.
"Hari ini aku mau tidur dikamar Nanon." Ucap Gulf santai.
"Gak!" Balas Mew cepat.
"Yang udah baikan mah nempel terus, sampe Mamah Papahnya pulang gak disambut." Sindir Lina saat memasuki kamar anaknya dan melihat dua sejoli itu sedang berbaring mesra diatas kasur.
"Mamah ganggu aja si... Mphh!" Gulf mencubit mulut Mew dengan gemas. "Jangan kaya gitu." Bisik Gulf sambil melotot galak.
"Sekalian aja kamu bekep pake bantal, Gulf." Sahut Lina. "Apa kamu melotot-melotot mau Mamah masukin keperut lagi?"
Mew mendengus dan Gulf hanya bisa menahan tawanya. "Mamah kapan sampe? Papah mana?" Tanya Gulf sambil beranjak dari tidurnya.
Lina menyambut Gulf dengan pelukan. "Baru banget sampe. Mamah langsung kekamar, karena tadi si Nanon bilang kalian abis berantem lagi."
"Berantem terus, Besok Mamah kawinin aja deh!" Ucap Lina geram.
"Mew mah mau mau aja. Calon menantu Mamah tuh, nolak Mew Mulu kalo diajak nikah." Balas Mew sambil nyengir saat dihadiahi tatapan tajam dari kekasihnya.
Lina menatap Gulf lembut. "Kenapa? Kuliah kamu udah selesai kan? Apalagi yang ditunggu?"
Gulf gelagapan dan Mew hanya membuang mukanya. Menghindari tatapan Gulf yang hendak meminta tolong. "Masih jauh, Mah. Gulf juga masih muda kan."
"Tapi Mew udah tua, sayang."
"Maksudnya apa, Mah?" Tanya Mew tidak terima.
"Loh emang tua kan? Mamah miris sama kamu, udah tua tapi gak mau ngaku tua. Malu sama umur, kelakuan kaya anak bayi minta susu." Ledek Lina.
"Kok jadi ngeledek aku si?!" Mew menatap tajam Gulf yang sedang menertawakannya. "Gak lucu!"
"Jangan marah-marah sama menantu mamah! Ayo Gulf ikut Mamah, mamah ada bawa oleh-oleh buat kamu." Ucap Lina dan menghilang dari balik pintu.
Gulf hendak menyusul Lina tapi langsung ditahan Mew. "Argh!" Pekik Gulf kaget. "Ngapain si?! Kaget tau gak! Kamu kaya vampire, perasaan tadi dikasur!"
"Aku emang vampire, nih mau nyedot darah kamu. Rawr!"
"Gajelas." Balas Gulf sambil berlalu menyusul camer.
To be continued
Gajelas banget gue😌
Jangan marah ya guys, btw Miss u😭❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Story MG [END]
Kısa HikayeStories purely from the author's imagination🙏 ⚠️Bxb! Homophobic dilarang baca #MewGulf #Mewsuppasit #Gulfkanawut
![Story MG [END]](https://img.wattpad.com/cover/258138657-64-k81249.jpg)