22. Ikhlas Yang Sebenarnya

53 13 47
                                        

⚠️⚠️ Visualisasi hanya berlaku di cerita ini. Jangan pernah dibawa ke dunia nyata !!!

Jangan lupa vote 🤗🤗🤗

Dan tinggalkan komentar juga yaa🤗🤗🤗

Biar aku makin semangat ngetiknya 😅😅😅

Nggak maksa sih, terserah kalian aja. Aku nggak bakalan maksa lagi. Sesuai kesadaran dan kemauan masing-masing aja

Happy Reading 💚💚💚


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kia menatap malas kearah Kirana yang sedang berdiri dihadapannya sekarang. Hari ini memang hari pertama Kirana kembali bekerja setelah masa skors nya. Disamping Kia ada Jeno yang memang berangkat bersamanya tadi. Kirana berjalan kearah Jeno dan berniat untuk memeluknya. Tapi Jeno langsung mendorong Kirana agar dia tidak bisa memeluknya. Kia mengangkat sebelah alisnya ketika melihat kelakuan Kirana barusan.

"Lo siapa main peluk-peluk ??" Sarkas Jeno masih mencegah Kirana agar tidak mendekati dirinya.

"Gue kangen sama lo Jen, nggak ada salahnya kan gue peluk lo." Ucap Kirana.

"Jelas salah lah !! Lo sama gue nggak ada hubungan apapun. Dan lo juga tau gimana hubungan gue sama dokter Yara." Tegas Jeno.

"Kalian bahkan belum tunangan kan ?? Pacaran aja kayaknya belum. Jadi gapapa dong gue deketin lo." Ucap Kirana.

"Cewek murahan." Celetuk Kia kemudian pergi darisana.

"Lo bilang apa tadi ??" Tanya Kirana sambil menarik tangan Kia.

"Gue bilang lo cewek murahan." Tegas Kia. Kirana langsung melayangkan tangannya berniat untuk menampar Kia. Tapi Kia sudah lebih dulu memegang tangan Kirana kemudian memelintir tangan Kirana membuat Kirana meringis kesakitan.

"Sakit kan ?? Makanya jangan seenaknya mau nampar gue. Harusnya lo tuh berterimakasih sama gue karena gue berbaik hati nggak jeblosin lo ke penjara. Tapi kelakuan lo malah nggak ada terimakasihnya sama sekali." Sindir Kia. Dia kemudian mendorong Kirana sampai Kirana mundur beberapa langkah sambil memegangi tangannya yang terasa nyeri.

"Dokter apa ngelakuin kekerasan hah ??!!" Bentak Kirana.

"Dokter apa yang nggak tau tugasnya sendiri sampe bahayain nyawa pasien ??" Sindir Kia balik. Dia kemudian pergi meninggalkan Kirana dan Jeno yang masih ada ditempatnya masing-masing. Jeno kemudian mengejar Kia yang lebih dulu meninggalkannya itu.

"Lo marah ??" Tanya Jeno sambil menyejajarkan langkahnya dengan Kia.

"Buat apa gue marah ?? Kita kan emang nggak ada hubungan apa-apa." Jawab Kia tanpa melihat kearah Jeno.

"Jadi lo mau kita punya hubungan ?? Buat apa ?? Kan gue udah bilang kalo gue bakalan langsung lamar lo." Ucap Jeno sambil memegang tangan Kia agar menghentikan langkahnya.

"Iya emang, tapi masih nanti kan nunggu lo selesai ambil spesialis. Buat sekarang kan kita cuma sebatas sahabat." Jelas Kia sambil melepaskan tangannya dari Jeno kemudian berjalan melewati Jeno. Jeno kemudian berbalik kemudian memeluk Kia dari belakang.

"Lo nggak cemburu lihat gue sama Kirana tadi ?? Gue maunya lo cemburu. Kalo lo cemburu kan, itu artinya lo sayang beneran sama gue." Ucap Jeno pelan tepat di telinga Kia.

Nothing Impossible 2 (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang