13. Mas Posesif

500 42 0
                                        

==========
Don’t Plagiarism!!!!
Karya ini milik pribadi siamatiranrasa, mari saling menghargai!
==========

==========Don’t Plagiarism!!!!Karya ini milik pribadi siamatiranrasa, mari saling menghargai!==========

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halo, People!

Aleya dan Ringga hanya memutar bola mata malas sejak Indri datang dan duduk di hadapan mereka dengan senyum merekah tak lepas dari wajah wanita itu. Sudah bisa di tebak alasan senyuman Indri adalah karena usaha penaklukan yang sesuai harapannya, bahkan wanita itu sudah bercerita pada Aleya dan Ringga jika ia dan Dipta sudah resmi sedang dalam hubungan.

"Le, jatuh cinta kadang emang bisa bikin orang jadi gila loh. Gue pernah baca salah satu penelitian, katanya salah satu tandanya yah senyum-senyum aneh sendirian" ucapan Ringga langsung disetujui oleh Aleya.

"Masa sih Ga? Kasian deh, gue punya sepupu kayak gitu tuh. Padahal masih muda"

Indri yang sadar jika yang di bicarakan dua orang di hadapannya adalah dirinya berdecak pelan "Apasih, bukannya ikut seneng gue settle down"

"Gaya lu settle down, baru juga pacaran"

"Ringga, gue bukannya kepedean yah tapi Dipta kayaknya udah kecintaan banget sama gue dan gue yakin bentar lagi di lamar" ucap Indri begitu percaya diri.

Ringga menggeleng pelan "Eh geblek lu baru jadian kemarin yah, udah mikirin lamaran" sahut Ringga sambil menggetok pelan kepala Indri.

"Adaw, sakit Ga! Otak gue adalah salah satu organ paling penting yah, dijual mahal nih"

Merasa bersalah Ringga menepuk-nepuk pelan kepala Indri yang sempat ia getok, bersamaan itu pula seseorang berdiri tepat di tengah mereka yang memang sedang duduk bersisian.

Ringga dengan cepat menarik tangannya "Eh bang Dipta, baru datang bang?"

Dipta mengangguk dengan wajah tak bersahabat "Iya, mau jemput Indri!"

"Iyaa, jemput aja bang. Disini juga gak dibutuhin amat" Ringga bisa mendengar Aleya tertawa pelan.

Indri melotot mendengar ucapan Ringga "Trus nanti gue gak ada kabar lu kangen! Yaudah gue balik dulu, Bye!" Pamit Indri kemudian menarik Dipta meninggalkan dua orang yang mengejeknya dengan berpura-pura mual.

Mobil Dipta bergerak keluar parkiran cafe tempat Indri bertemu dengan Aleya dan Ringga. Dipta berdehem pelan menyadari jika Indri menatapnya sejak tadi "Aku ganteng yah?"

Indri mengangguk "Banget, kan karena itu aku jatuh cinta sama kamu"

"Gantengan mana? Aku atau Ringga?" Dipta berusaha santai saat pertanyaan itu keluar dari mulutnya.

Indri mengernyit, kenapa tiba-tiba Dipta menanyakan hal itu "Ini beneran kamu nanya itu sama aku?"

"Iya, cuman mau tau aja"

Yes, I Will. (Lengkap)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang