#Mahendra Series
mereka dipertemukan atas sebuah alasan dan Indri rasanya ingin mengutuk Tuhan saat tahu alasan kenapa Tuhan membawa Dipta ke dalam hidupnya. Indri kembali terluka bahkan dengan alasan yang sama, mungkin Tuhan sebenci itu padanya ia...
========== Don’t Plagiarism!!!! Karya ini milik pribadi siamatiranrasa, mari saling menghargai! ==========
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola, People!
Indri tertawa menanggapi lelucon Ringga, semuanya nyaris kembali seperti awal ketika ia tak mengenal Dipta. Indri kembali menghabiskan waktu bersama Aleya dan Ringga, sesekali berbelanja bersama Arissya dan rasanya Indri bersyukur selama dua Minggu ini tak ada satupun yang mengungkit soal dirinya dan Dipta. Indri mengatakan semuanya nyaris kembali seperti awal kecuali satu hal, hati Indri. Indri tak akan menampik jika mungkin ia akan butuh waktu bertahun-tahun untuk benar-benar memulihkan hatinya, Indri masih sering merindukan pria itu.
Selain itu, Indri mulai menjalin kembali hubungan yang sempat putus dengan Mamanya, bahkan wanita yang melahirkan Indri itu sering berkunjung ke apartemen Indri untuk memasakkan Indri makanan. Dua Minggu ini Indri menyibukkan diri, dan seringkali tertawa dengan hal-hal remeh yang di lontarkan Aleya atau Ringga. Tapi di balik itu semua, kamar Indri menjadi saksi bagaimana ia nyaris menangis terus-menerus karena merindukan Dipta.
"Le, gue nebeng pulang yah? Gak bawa mobil gue" Indri memang tadi di jemput Ringga dan berhubung pria itu ada urusan setelah ini, Indri meminta Aleya mengantarkannya pulang.
"Minta antar kemana aja gue gak mau ayo"
Indri berterima kasih "Tapi Le, gue mau nanya deh. Minggu lalu gue lihat story lu di Bali, ngapain?"
Wajah Aleya berubah tegang, begitu pun Ringga di sebelahnya membuat Indri bingung ada apa dengan mereka "Kenapa sih kalian berdua?"
"Eh e-enggak kok, gue ke Bali....--"
"Liburan sama Taka, iya sama Taka" jawaban Ringga di hadiahi pelototan mata oleh Aleya.
Indri mengangguk paham "Astaga Le, takut banget gue tahu. Gue mah asal sepupu gue ini seneng, gue restui" Aleya hanya terkekeh canggung.
"Kayaknya bubar sekarang yuk, takutnya Mama gue udah di apartemen" Aleya dan Ringga mengangguk setuju, berharap pembahasan soal Bali tak di ungkit kembali.
*****
Indri melangkah riang menuju unitnya, Aleya memutuskan untuk langsung pulang alasannya karena sepupunya punya urusan lain katanya. Mamanya sudah mewanti-wanti agar Indri pulang cepat, janji makan malam dengan sang ibu tak akan Indri ingkari. Indri memasukkan password apartemennya, sapaan untuk Mamanya Indri telan kembali saat matanya menemukan bahwa tak hanya Mamanya yang ada di apartemen Indri sekarang. Indri menatap Mamanya meminta penjelasan, bagaimana pria itu dan keluarganya bisa ada di apartemen Indri.
"Nak, duduk dulu yah. Ada yang mau Papa kamu sampaikan" ucap Arini-Mama indri- lembut.
Indri menatap geram pada pria paruh baya yang terlihat menahan kesedihannya "Dia bukan Papa aku Ma, suruh mereka keluar sekarang!"