#Mahendra Series
mereka dipertemukan atas sebuah alasan dan Indri rasanya ingin mengutuk Tuhan saat tahu alasan kenapa Tuhan membawa Dipta ke dalam hidupnya. Indri kembali terluka bahkan dengan alasan yang sama, mungkin Tuhan sebenci itu padanya ia...
========== Don't Plagiarism!!!! Karya ini milik pribadi siamatiranrasa, mari saling menghargai! ==========
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola, People
Indri terdiam mematung di tempatnya, sedang Dipta tersenyum di depan sana. Indri menangis saat satu persatu keluarga dan teman-teman dekatnya muncul, bahkan Arissya juga ternyata ada di Bali. Indri terpaku mengedarkan pandangan pada sekelilingnya, terlihat semua orang melihatnya dengan wajah berbinar. Indri jelas tahu maksud semua ini, kini matanya kembali menatap Dipta. Pria itu terlihat sempurna dalam balutan tuksedo hitam, Indri tak habis pikir bagaimana Dipta begitu mengagumkan di matanya.
Sekarang Indri mengerti, semua orang bekerja sama untuk mengelabuinya. Indri menghapus pelan airmatanya, sebelum kembali berbalik dan berniat melangkah. Semua orang terdengar terkesiap, melihat sikap Indri yang terlihat marah membuat semua orang khawatir.
Indri kembali menghentikan langkah dan membalikkan badan menatap semua orang "Ini ruang untuk rias pengantinnya dimana? Masa nikah aku cuman pakai baju kaos gini" ucapan Indri membuat semua orang yang menghembuskan nafas lega.
Indri terkikik karena berhasil mengerjai semua orang, Indri melangkah mendekat ke tempat Dipta berdiri, memegang bahu pria itu sebelum memberikan kecupan singkat "Aku ganti baju, jangan kabur lagi. Hari ini kamu harus jadi suami aku, gak ada penolakan"
Dipta terkekeh melihat kepercayaan diri calon istrinya, senyuman tak lepas dari wajah Dipta sampai Indri yang berjalan bersama Aleya tak terlihat lagi.
Indri tak bisa menghentikan senyuman di wajahnya, sejak masuk di ruang rias hingga sekarang Aleya membantunya memakai gaun yang ternyata sudah di buatkan oleh Arissya, senyuman di wajah Indri masih setia tersungging.
"Duh senengnya calon pengantin"
Indri memerah malu "Dipta tuh romantis banget kan? Aku gak pernah nyangka dia udah nyiapin ini semua, dan lu bahkan ke Bali ternyata ngurusin ini kan? Boong banget katanya liburan sama Taka"
"Yuk, ini nikahan lu gak usah bahas gue. Berterima kasih karena gue menjadikan pernikahan impian lu jadi kenyataan"
Aleya hanya memutar bola mata malas mendengar doa Indri untuknya, Aleya jelas tahu ucapan terakhir Indri bagian dari upaya mengejeknya.
*****
Indri bersiap untuk melangkah menuju tempat Dipta berdiri. Persiapan pernikahannya benar-benar terencana dengan baik, bahkan ada Bridesmaids yang akan mendampinginya berjalan nanti. Indri mengenali wajah-wajah cantik itu, Aleya dan Arissya sudah tentu masuk dalam daftar, juga sahabat Aleya sejak kuliah Ara juga ikut menjadi Bridesmaids-nya. Bahkan Dilla juga ikut ambil peran, dan selebihnya adalah beberapa teman dekat Indri di butik.