[Kepergian Ayah dan Mamah]

562 81 21
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Hari ini Vita diminta oleh Reina untuk pergi kealamat Apartemen yang tak ia ketahui

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini Vita diminta oleh Reina untuk pergi kealamat Apartemen yang tak ia ketahui. Sebenarnya Vita malas untuk pergi namun Reina terus ngotot menyuruhnya kesana.

"Yang mana yah". Vita masih berusaha mencari kamar yang dimaksud Reina.

"Susuah amat sih, ah ini dia". Reina sesegera mungkin mengetuk pintu kamar tersebut namun pintunya terlebih dahulu terbuka dan tertampaklah sosok selama ini yang sangat Vita rindukan.

"Vano". Kata yang keluar dari mulut Vita membuat sang lawan bicara menitikkan air matanya. Ia langsung membawa Vita dalam dekapannya.

"Abang kangen Vi sama kamu".Ucap Devan kakak yang selama ini selalu diharapkan kehadirannya oleh Vita.

"Abang kemana aja sih". Runtuh sudah pertahanan Vita saat mendengar suara lelaki yang sangat ia rindukan itu air matanya keluar menandakan sebuah kerinduan yang telah terpendam lama. Vita balik memeluk erat sang kakak.

Tiba-tiba saja datang Reina mengganggu moment bahagia itu."Ekhmm...sesi pelukannya udah dulu yah Reina lapar nih pengen makan". Ucap sang bungsu yang memang sedari tadi sudah ada diapartemen sang Abang. Vita masih erat memeluk sang kakak tanpa menghiraukan kicauan burung itu eh maksudnya sang bungsu entah Vita tak tau sejak kapan ia ada disana.

Reina kembali mengganggu."Katanya gak mau pergi males eh tau-taunya nyusulin juga". Ejek Reina.

Vita melepas pelukannya dan bersiap mengejar adiknya itu. Ia kesal dengan Reina seharusnya dia jujur kalau yang pengen ia temui adalah orang yang sangat ia rindu.

"Nanti aja marahnya sekarang lo masakin kita makanan laper nih".

"Dilevery aja bang, gue mager masak". Ucapnya lalu merampas remot yang ada ditangan Reina.

"Ih kak, Reina mau nonton siniin remotnya".

"Gak mau".

Reina pasrah mungkin kali ini ia harus mengalah. Devan hanya bisa tertawa melihat kedua kelakuan adiknya itu. Ia pun mengambil hpnya dikamar dan memesankan makanan.

LOVE/HATECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang