[Pernikahan Julio,Sinta]

476 65 3
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Sinta, wanita itu kini tengah berada dipinggir jembatan.

Dibawah jembatan, air mengalir dengan derasnya. Sinta memandang lurus kedepan. Beberapa kali ia menghembuskan nafas panjang Ia bimbang haruskah dirinya melompat sekarang juga.

Sinta tau yang ia lakukan ini salah. Tapi Sinta tak ada lagi pilihan selain mengakhiri hidupnya yang sudah lama hancur.

Air matanya tak pernah berhenti sedari tadi. Terlalu amat menyedihkan hidup yang ia rasa.

Perlahan Sinta mulai melangkahkan kakinya menaiki pagar jembatan tersebut. Ia telah memangambil ancang-ancang untuk melompat.

Dalam hati ia mulai berhitung.

"Satu".

"Dua".

Sinta mulai menutup matanya.

"Tiga".

Sinta merasa tubuhnya ditahan oleh seseorang. Dirinya diangkat turun dari pagar jembatan. Saat ia membuka matanya orang yang menahannya adalah Julio.

Sinta berusaha memberontak melepas pelukan Julio.

"Lepasin".

"Gak gue bakal ngelepas lo".

"Gue mohon jangan nganggu hidup gue, gue bakal pergi jauh dari lo".

Mendengar ucapan Sinta, kenapa tiba-tiba Julio merasa sakit dihatinya. Sebegitu bejatnya dirinya selama ini menyakiti wanita didepannya.

"Gue gak bakal nganggu lo lagi tapi gue mohon jangan lakuin hal bodoh".

"Dengan ngabisin nyawa lo sama nyawa anak lo".

Sinta terdiam saat mendengar ucapan Julio. Ia berhenti memberontak. Sinta menangis sesegukan. Dia memang bodoh seharusnya ia kuat tak membiarkan dirinya berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Julio menangkup wajah Sinta menghapus perlahan air matanya yang terus berjatuhan."Gue bakal tanggung jawab, ayok kita besarin anak kita sama-sama, lu mau kan". Ucap Julio.

Dion tak tau harus bereaksi seperti apa saat melihat keduanya. Mendengar ucapan Julio akan bertanggung jawab Dion tersenyum semoga saja adiknya itu telah berubah.

"Gue bakal bikin keluarga lo hancur lagi bang Dion". Ucap Julio dalam hati saat ia melihat Dion tersenyum kearah mereka.














Vita kini telah berada dikamarnya ditemani Reina. Mengenai kehamilannya ia belum memberi tahu siapa pun.

"Kak Vita udah enakan".

Vita tersenyum dan mengangguki ucapan Reina.

"Kita kebawah yok makan atau Reina ambilin aja buat kak Vita".

LOVE/HATECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang