Komentarnya, Kakak-Kakak!
(Edisi emosi jadi triplle apdet)
"Aku sudah merencanakan strategi yang akan kita pakai..."
Seungyoun, Jake, Sunoo ( dia sudah sadar 10 menit yang lalu berkat diceburkan ke kolam kecil disampaing kuil oleh Jungwon ), Heeseung, Niki dan Riki kini duduk melingkar di dalam ruangan tengah kuil guna membahas strategi perlawanan pada Kitsune 2 minggu lagi.
"Dari informasi yang aku dapatkan, Kitsune memiliki seorang tangan kanan seekor monster beruang yang cukup berbahaya jadi dibutuhkan dua atau tiga orang untuk melawannya karena cukup kuat. Lalu kemungkinan besar kebangkitan Kitsune akan memancing bahyak monster, iblis jahat, dan mahluk lain jadi kita juga membutuhkan pelindung dan pertahanan dari luar. Hal ini bisa diatur nanti." Seungyoun mulai menjelaskan.
"Lalu, sebaiknya kita membuat area pertarungan khusus agar tidak merusak apapun. Bagaimana menurut kalian?"
Jungwon mengangguk, "Aku setuju. Yang pasti kita harus dibagi sesuai dengan kemampuan masing-masing."
"Perihal arena pertarungan bagaimana jika roh kembar ini membuat semacam daratan di dekat tempat penyegelannya jadi kita bisa aman bertarung disana. Kalian bisa kan?" Sunoo kini bersuara dan usulnya diacungi jempol oleh Niki dan Riki.
"Aku barusan berpikir perihal pembagiannya, apa boleh aku yang mengusulkan?" Heeseung mengangkat tangannya dan memberikan saran yang dipersilahkan oleh mereka.
Ia melanjutkan, "Untuk yang melawan Kitsune, serahkan kepadaku, Jungwon, dan Sunoo lalu di daratan itu juga harus dipasangi pelindung karena sudah bisa dipastikan daya serangan Kitsune bisa dibilang berbahaya meskipun dia sudah tidak sekuat dulu. Dan penyegelan ini cocok dipegang oleh suami anda, Han Seungwoo. Karena saat segelnya hancur otomatis dia tidak menjaganya lagi."
Jake lalu mengangkat tangannya dan dipersilahkan oleh Seungyoun untuk bicara, "Kita tadi membahas perihal tangan kanan kitsune, kan? Untuk itu bagaimana jika mereka bertarung di area pantai ini saja daripada mengganggu pertarungan Kitsune."
"Saranmu sangat bagus, Jake. Lalu untuk yang bertarung melawan beruang itu sudah kita pastikan adalah Jay dan Sunghoon." Ujar Sunoo.
"Jake akan membuat pelindung di sekitar pantai ini agar tidak ada monster atau siapapun yang bisa memasuki kawasan pantai. Lalu perlindungan dari luar yakni para mahluk lain yang akan masuk bisakah ditangani oleh Niki, Riki, dan Papa?" Sunoo melanjutkan pendapatnya.
"Baiklah sudah dipastikan, ide dari kalian sangat luar biasa. Selama satu minggu ke depan silahkan mulai berlatih, Jungwon berlatihlah bersama Heeseung. Lalu Sunoo berlatihlah dengan Papa. Jake bimbinglah Sunghoon dan Jay serta si kembar." Final Seungyoun.
"Tunggu, Geonu tidak ikut?" Tanya Heeseung.
Jake menyahut, "Dia tidak ikut karena hanya dia satu-satunya manusia yang tidak punya kemampuan bertarung. Dia tadi mengatakan kalau dia tidak ingin menjadi beban sebelum aku kembali kemari. Dia disana bermain dipantai bersama Chichi"
Mendengar nama Chichi membuat bulu kuduk Sunoo seketika berdiri mengingat kejadian tadi. Heeseung seketika tersadar bahwa dia tidak merasakan keberadaan Geonu disekitar sini dan hawa kehidupannya.... sangat tipis.
"Dimana Jay dan Sunghoon?!" Heeseung juga tidak merasakan keberadaan mereka berdua sejak tadi.
Sunoo yang tersadar langsung mengecek handphonenya dan betapa terkejutnya dia melihat 47 panggilan tak terjawab dan 92 pesan dari Sunghoon. Saat ia buka pesannya, lututnya terasa lemas dan Jungwon yang menyadarinya langsung melihat apa isi pesan tersebut,
"Kak Geonu.... dia drop. Awalnya dia di klinik terdekat tapi sekarang ia dipindahkan ke rumah sakit X di kota karena kondisinya yang semakin memburuk...." ucap Jungwon.
Sontak mereka semua terkejut, dengan cepat Heeseung terbang disusul dengan Jungwon yang menggendong Sunoo dan ikut terbang. Jake dan si kembar juga langsung terbang mengikuti mereka. Seungyoun dengan segera menghubungi ayah dan ibu Geonu dan memberitahukan kondisi Geonu sekarang.
Dalam hati ia berdoa semoga Geonu baik-baik saja lalu berlari ke arah mobilnya untuk menyusul mereka.
************
Sesampainya di rumah sakit dan memasuki ruangannya, Sunoo langsung dipeluk sangat erat oleh Sunghoon yang menangis sesenggukan karena tak kuat melihat kondisi Geonu yang terbaring lemah di ranjang. Jay yang baru menyelesaikan administrasi menghampiri keduanya.
"Dokter tadi berkata jika Geonu terlalu memaksakan tubuhnya belum lagi dia mengalami tekanan batin yang membuat kondisi tubuhnya semakin tidak stabil" jelas Jay.
Suara langkah kaki tergesa-gesa memasuki ruangan mengalihkan atensi mereka berdua. Bisa mereka lihat sosok ayah dan ibu Geonu yang baru saja datang. Ibu Geonu, Joy, bahkan langsung lemas di pelukan suaminya saat melihat anaknya terbaring di ranjang rumah sakit.
Sunoo memberanikan diri untuk mendekati orang tua Geonu dan membungkuk sedalam-dalamnya, "Paman, Bibi! Maafkan Sunoo yang sudah lalai menjaga Geonu. Kalian boleh memarahiku atau apapun itu asal kalian mau memaafkanku."
Sungjae, ayah Geonu hanya menatap Joy sang istri dengan pandangan seolah membiarkan sang istri bicara.
Joy menepuk pundak Sunoo dan tersenyum lemah, "Ini bukan salahmu, Nak. Sejak awal dia menjadi seperti ini karena Bibi yang kelewat lemah... Tak perlu minta maaf, cukup doakan dia agar cepat sadar, ya? Lagipula Bibi tau kalau bocah bandel itu adalah anak yang sangat kuat."
"Kami mohon doanya, ya?" Ucap Sungjae tidak hanya pada Sunoo tetapi pada Jay, Sunghoon, dan Seungyoun yang baru sampai.
Diluar jendela kamar, Heeseung, Jungwon, Jake, Niki, dan Riki hanya memandang nanar kondisi Geonu. Padahal baru kemarin mereka semua bersenang-senang.
Dari kejauhan terlihat seorang pemuda yang bersembunyi dibalik sebuah pohon yang juga memperhatikan Geonu, wajahnya sangat datar tapi di matanya terlihat kekhawatiran yang luar biasa. Merasa keberadaannya akan ketahuan, ia memilih melebarkan sayapnya dan terbang menjauh darisana.
************
Jauh di dalam Gua bawah air, Seungwoo masih mempertahankan posisinya untuk menjaga segel kitsune yang semakin hari semakin tipis dan sosok didalamnya pun sudah mulai memberontak.
"Lepaskan aku sekarang."
Mengabaikan suara itu, Seungwoo semakin mempertahankan kekuatan segelnya.
"Aku akan membunuh mereka."
"Semua harus mati!"
"MATIIIIIII"
"Diam kau, sialan." Gumam Seungwoo menahan kekesalannya.
**********
TBC
********
KAMU SEDANG MEMBACA
Demon
Fantasy[ Cek Desk-! PLEASE ] Han Sunoo merupakan sosok terpilih sebagai pemegang pedang api yang akan membinasakan Kitsune sang penghancur dunia. Namun, ia tak sendiri karena bersamaan dengan tercabutnya pedang api maka sang iblis, Jungwon juga akan berusa...
