d u a p u l u h s e m b i l a n

1.2K 229 107
                                        

Bonus Chapter ( OO2/OO3 )




Pagi yang cerah disertai dengan kicauan burung dan sinar matahari yang hangat di kota ini membuat setiap insan bersemangat dalam melakukan aktivitas. Salah satunya Sunoo dan Jungwon yang kini berjalan berdua menuju sekolah.

Jungwon tampak sedikit tidak nyaman saat menggunakan seragam sekolah belum lagi perasaan tak nyaman di perutnya karena gugup membuat Sunoo yang melihatnya tertawa kecil,

"Ehhh~ Akhirnya iblis ini sekolah juga. Tapi sayang sekali aku menjadi kakak kelasmu sekarang NGUAHAHAHHAHAHAHA BERI HORMAT PADA KAKAK KELASMU INI LEE JUNGWON" ucap Sunoo dengan tawa membahana sambil menepuk dadanya bangga.

"Diam! Aku lebih tua darimu 2000 tahun kalau kau lupa. Hanya saja memang identitasku yang baru sebagai manusia dibuat lebih muda saja..." Jawab Jungwon.

"Uluh-uluh sekarang gantian aku yang akan memanggilmu bocah"

"Kalau begitu diamlah Bibi Sunny."

"LAMBEMU" sewot Sunoo yang tak terima dipanggil seperti itu, salahkan Daniel yang saat itu dengan polosnya memanggil Sunoo dengan panggilan Bibi Sunny.

"Aku masih tak percaya jika saat ini kita bisa hidup damai seperti ini. Rasanya baru kemarin kau melepas pedang dan mengeluarkanku dari bawah kuil." Jungwon tiba-tiba berucap.

Sunoo menerawang kembali masa-masa dimana awal pertemuan mereka berdua, "Banyak juga hal yang kita lalui berdua. Hahh... setidaknya aku bersyukur mengeluarkanmu dari tempat itu."

Tangan kanan Jungwon yang awalnya ia masukkan ke saku celana kini beralih menggenggam jemari Sunoo yang rasanya pas dan nyaman.

Yang digenggam awalnya terkejut tapi berusaha untuk terbiasa dengan gerakan Jungwon yang selalu tiba-tiba yang membuat jantungnya berdegub lebih kencang dan perutnya yang terasa tergelitik oleh ratusan kupu-kupu.

"Hei, jangan seenaknya menggenggam tanganku seperti ini, bocah.." ucap Sunoo.

"Memangnya salah jika aku menggenggam orang yang bahkan jiwanya sudah terikat denganku?" Tanya Jungwon dengan nada polosnya.

Mendengarkan hal seperti itu keluar dari bibir Jungwon membuat Sunoo semakin malu, "Ti---tidak begitu, maksudku kalau di dunia manusia hal ini biasa di--dilakukan oleh sepasang ke--kekasih!!"

"Kekasih??"

Tangan kiri Jungwon yang menganggur menarik dengan lembut dagu Sunoo agar menatapnya. Saat Sunoo sudah menatapnya dapat ia lihat wajah Sunoo yang mirip dengan buah tomat di kebun rumahnya. Tertawa pelan, Jungwon beralih mencubit pelan hidung pemuda yang sebelumnya adalah pemilik pedang api dengan gemas,

"Kalau begitu mau menjadi kekasihku, Han Sunoo?"

Langkah Sunoo terhenti bahkan dapat Sunoo rasakan semua suara disekitarnya hilang dan hanya ada tatapan Jungwon serta detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.

"Apa....?" Beo Sunoo tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Kuulangi sekali lagi, apa kau mau menjadi kekasihku, Han Sunoo? Aku tau hal ini memang tidak apa namanya? Romantis?? Nah itu. Namun, kau sudah tau bagaimana perasaan nyaman ini selalu muncul saat bersamamu." Ujar Jungwon sekali lagi dan mendekatkan wajahnya pada wajah Sunoo.

Entahlah tapi perasaan Sunoo saat ini sangat campur aduk dan wajahnya sudah sangat tidak karuan merahnya. Dengan gerakan patah-patah ia mengangguk,

"Y--ya... Aku mau" jawab Sunoo.

Dapat ia rasakan sebuah usakan lembut di kepalanya lalu disusul dekapan hangat dari Jungwon. Sunoo suka dengan dekapan penuh kenyamanan ini karena rasanya sangat nyaman dan aman membuatnya betah berlama-lama.

Kepalanya mendongak dan tersenyum manis pada Jungwon yang dihadiahi kecupan di dahi Sunoo. Keduanya jelas merasa sangat bahagia saat ini.

"Asik, baru jadian, nih?? Jangan lupa traktirannya~"

Sebuah mobil berhenti tepat disamping Jungwon dan Sunoo yang relfeks membuat mereka melepaskan pelukan. Yang berbicara tadi Sunghoon yang ternyata berangkat bersama dengan Jay.

"Kalian juga sudah jadian, kan?? Jangan lupa juga traktirannya!!" Jawab Sunoo tak mau kalah.

"Dasar! Kalau begitu naiklah, kita berangkat bersama... lagipula kan tidak bagus jika anak baru seperti Jungwon terlambat di hari pertamanya sekolah." Jay yang kini menyahut dan memberi tumpangan pada Sunoo dan Jungwon.

Mobil Jay kini melaju membawa mereka semua menuju sekolah dengan kecepatan sedang.

"Geonu tidak berangkat?" Tanya Sunghoon membuka suara.

Jungwon menyahut, " Kondisinya masih belum stabil. Mungkin dia bisa bersekolah 3 atau 5 hari lagi."

"Pasti berat, ya?" Tanya Sunoo tiba-tiba.

"Apa yang kau maksud?" Jungwon bertanya balik.

"Kehilangan orang yang dicintai, anak, dan sahabat-sahabatnya..." Mereka semua mengangguk mendengar penuturan Sunoo.

"Tapi Kak Geonu berpesan padaku tadi pagi jika kita semua harus tetap bahagia apapun yang terjadi. Jika kita semua bersedih dia mengancam akan menjambak rambut kita sampai botak...." ucap Jungwon.

"Astaga anak itu.... Geonu tetaplah Geonu" Sunghoon hanya bisa menggeleng maklum sambil meringis membayangkan kepalanya dijambak dengan bruntal oleh Geonu.

Mereka semua kini hidup dengan bahagia, dunia kembali damai setalah apa yang mereka lakukan meskipun harus mengorbankan orang-orang dan sahabat yang sangat berharga. Petualangan singkat yang mengubah jalan hidup dan pandangan mereka pada dunia sudah berakhir. Yang saat ini tersisa hanyalah harapan supaya mereka bisa menuju ke masa depan dengan penuh kedamaian.









**********
END
***

DemonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang