t i g a p u l u h t i g a

807 133 10
                                        














Kaki Geonu seraca otomatis berlari ke arah kuil di tengah hutan. Dirinya masih hafal dengan jalan disekitar sini meskipun sudah bertahun-tahun lamanya. Perasaannya mengatakan jika Taki ada disana dan benar saja dugaannya kalau anak itu ada disana. Dia terlihat menangis dan alangkah terkejutnya Geonu saat melihat seekor rubah dengan besar 3 meter berada tepat di hadapan anaknya seolah siap memakannya kapan saja.

Dirinya langsung mendekati Taki dan mendekapnya sambil menatap tajam ke arah rubah raksasa itu yang auranya sangat tidak asing. Rubah itu adalah Kitsune atau lebih tepatnya sedikit potongan tubuhnya yang mungkin bangkit karena merasakan kedatangan mereka semua yang pernah mengalahkannya di masa lalu.

Taki yang sejak tadi ketakutan dan menangis jelas terkejut melihat papanya datang dan memeluknya. ia merasa terlindungi sekarang. Geonu dengan hati-hati berjalan mundur untuk mengambil ancang-ancang kabur. Tapi sepertinya nasib baik tidak berpihak padanya saat ini karena monster itu malah mengikuti langkah Geonu lalu berbicara,

"Kau.... bocah sialan yang membuat kubah emas saat itu, kan?" tanya kitsune sambil menyeringai penuh kebencian.

"Walah, masih ingat ya? Kukira sudah pikun awowkaokaka"

Tanpa aba-aba Geonu lebih memilih untuk berlari sekencang mungkin menjauhi kitsune sembari menggendong Taki. Apapun yang terjadi anaknya harus selamat, itu saja yang dirinya pikirkan saat ini. Kalaupun ia mati tak apa-apa sebab sudah sejak awal tubuhnya bisa dikatakan cukup lemah dan rentan.

Kakinya berlari kesembarang arah untuk membuat kitsune kesusahan mengejarnya, baru 5 menit berlari saja dada Geonu sudah terasa berat. Sudah ia putuskan apa yang harus ia lalukan, sembari berlari dirinya membisikkan sesuatu pada Taki ditengah ketakutannya.

"Taki, dengarkan Papa." bisiknya yang dengan cepat ditanggapi oleh Taki.

"Sebentar lagi kita akan berpencar, kau harus berlari sekuat tenaga dan ikuti jalan ini saja karena kau akan langsung menembus pantai. Kalau kau nertemu dengan salah satu pamanmu tolong katakan jika papa sedang bertemu dengan rubah lalu suruh mereka kemari."

"Tapi Taki t---takut...." ucapnya.

Geonu tersenyum seolah meyakinkan sang anak bahwa semuanya akan baik-baik saja, "Tenang. Papa tak akan membiarkanmu terluka sedikitpun."

Melihat sang Papa yang tampak yakin, Taki mengangguk menyetujui.

Saat kitsune sedikit lengah, Geonu langsung menyuruh Taki untuk bersembunyi di dalam semak-semak dan dirinya akan mengalihkan perhatian kitsune. Setelah Taki bersembunyi, Geonu dengan lantang berteriak untuk mengalihkan perhatian kitsune,

"HALOOO BEBAN DUNIA AKHIRATTT~ MAU KEJAR-KEJARAN NGGA?! YAHHAHAHHA UDAH TUA YA JADI GABISA KEJAR-KEJARAN?! TAKUT ENCOK AWOAKKAKA?!"

Dengan penuh emosi, dikejarnya sosok Geonu yang berlari menjauhi semak-semak dimana Taki bersembunyi. Gerakan dan serangan kitsune terasa semakin membabi buta dan Geonu lumayan kewalahan dengan hal itu.

Diliriknya sedikit semak-semak dimana Taki bersembunyi dan rasanya Geonu bingung harus merasa terkejut atau menangis. Sejak tadi Taki hanya meringkuk ketakutan dan tak beranjak sama sekali dari tempatnya bersembunyi.

Kitsune yang menyadari arah tatapan Geonu langsung tersenyum licik dan berbalik menuju ke arah Taki yang bersembunyi. Geonu yang melihat hal ini tanpa pikir panjang berlari sekuat tenaga menuju ke arah Taki dan jika bisa dirinya harus mendahului Kitsune.

Tubuh Taki yang gemetar semakin gemetar saat mengetahui bahwa kitsune berjalan kearahnya. Dirinya memejamkan matanya saat melihat monster itu sudah siap melayangkan sebuah cakaran serta pukulan pada tubuh kecilnya.










DemonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang