Tanjiro kembali melancarkan serangan Dewa Bara Api miliknya, disusul dengan (Y/n) yg mencarikan celah untuknya.
' Saat ini, si Paman putih pasti sedang berada di bawah tanah bersama dengan Inosuke dan Zenitsu, lalu ia bertemu dengan istri-istrinya. Berdasarkan cerita, paman putihlah yg akan membuat Gyutaro keluar. Tapi aku bebas mengubah alurnya kan ? Ya udah, aku obrak-abrik aja seluruh alurnya! '
(Y/n) sudah menguatkan tekadnya. Bodo amat dengan alurnya yg berantakan, asalkan seluruh karakter KnY kesayangannya hidup! (meski nanti mati juga karna usia :v)
" Tanjiro! " Tanjiro yg sedang fokus memikirkan strategi penyerangan langsung buyar begitu saja ditelan oleh teriakan gadis berhaori biru itu.
" Tanjiro, kau mundur sebentar. Aku tidak ingin kau terluka, karna ini sedikit beresiko. " Ia menyeringai.
Dahi tanjiro berkerut. Tapi karna keadaan saat ini benar-benar genting, pada akhirnya ia manut.
" (Y/n)! Hati-hati, selendangnya itu benar-benar bahaya! " Jeritnya.
(Y/n) mendengus, ' Tentu saja itu bahaya dasar bodoh. Namanya juga iblis bulan atas. '
" Saatnya kita mengelurkan iblis satu lagi, benar bukan, Daki ? "
Iblis itu terkejut, ia menjaga jarak. ' Apa-apaan dia ?! Dia mengetahui nama manusia ku, lalu dia mengetahui tentang kakak ?! Sialan! Pokoknya harus kubunuh! Kepalanya akan aku jadikan souvenir dan kuserahkan kepada Muzan-sama! '
Daki terkikik, " Ya, ya, ya. Teruslah mengoceh dan akan aku membelah kepalamu yg sombong itu! "
(Y/n) hanya balas tersenyum.
" Buktikan hal itu, iblis cengeng. "
Daki dengan seringainya langsung menyerang (Y/n) dengan seluruh selendangnya, tak lupa bagaimana ia meliuk-liukkan selendangnya dengan begitu mudahnya, indah dan brutal. Tapi, sang MC kita juga tak kalah brutalnya, ia dengan semangat mengayunkan pedangnya kesana-kemari layaknya sedang berdansa. Bahkan tanjiro ikut terpukau sebagaimana lihainya (Y/n) menangkis seluruh serangan iblis itu.
' (Y/n) sangat kuat seperti yg diceritakan oleh Shinobu-san. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia melatih kecepatan dan juga kekuatan yg luar biasa itu. ' Tanjiro menggemgam erat pedangnya, ia miris melihat dirinya sendiri yg selalu dilindungi orang lain. ' Kalau saja (Y/n) tidak menolongku, aku mungkin sudah mati dari dulu. Karna itu... Aku ingin membantunya! '
" Tarian Dewa Bara Api : Tarian Api Waltz! "
(Y/n) sedikit terkejut karna tanjiro yg tiba-tiba ikut menyerang.
Ia tersenyum, ' Dasar tidak sabaran! '
Dengan bantuan back up dari tanjiro, (Y/n) menjadi lebih leluasa menyerang Daki. Tentu saja, bagian yg bahayanya, dia yg ambil, karna ia tidak ingin tanjiro terluka dan ujung-ujungnya mengakibatkan tanjiro kerasukan yoriichi, kalau dia kerasuka yoriichi, nezuko nanti ngamuk dan masalah tambah runyam.
Tunggu, apa dia biarkan saja tanjiro mengamuk ?
Lagi-lagi, fokus (Y/n) dibuat buyar. Ia baru menyadari ada selendang yg akan menyerang tanjiro dari belakang secara diam-diam.
' Bangsat! Main diam-diam, gak seru anjim! ' Makinya.
" Tanjiro! "
(Y/n) tak sempat menangkisnya, hingga ia terpaksa menggunakan dirinya sendiri sebagai tameng. Alhasil, ia pun terlempar hingga menabrak rumah warga dengan tidak elitnya.
" (Y/N)!!! "
Tanjiro terperangah, jelas bukan karna kagum, melainkan khawatir, kaget, dan perasaan tidak mengenakkan lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kimetsu No Yaiba : In Another World
Fanfiction°☆° [ END ] °☆° Asuka (Y/N) seorang gadis SMP kelas 3 yang berumur 14 tahun. Termasuk kaum Wibu, tapi akalnya masih terbilang sehat. Niatnya sih, setelah pulang sekolah ia ingin langsung tidur di atas kasurnya yang empuk. Namun, setelah ia membuka...