Gibah for lyfe

1.1K 197 48
                                        

Ponsel Bumi berdering nyaring tepat saat pria itu turun dari mobil. Dia baru saja kembali ke kantor setelah mengecek sebuah bangunan yang akan dijadikan jaminan oleh calon kreditur.

Kepalanya memiring sebagai respon saat melihat nama salah satu bosnya tertera disana. Seingatnya, dalam tiga bulan terakhir ini dia selalu memenuhi target dan tidak membuat masalah seperti sebelum-sebelumnya.

Iya. Bumi Airlangga adalah si pembuat onar.

Meski ragu, ia memilih tetap menerima panggilan itu. Bisa saja kan ada sesuatu yang serius, penting atau sekedar bertanya hal remeh? Satu gerakan cepat ia lakukan, menggeser gambar hijau dilayar dan menempelkan benda pipih itu ditelinga.

"Iya, Pak?" Sapanya sopan.

"Oh. Halo? Selamat sore, Bumi..." balas orang diseberang sana. Bumi sedikit terkejut karena bosnya ini entah kenapa terasa formal dan kaku.

"Selamat sore, Pak Tara."

"Kamu di kantor?"

"Iya, Pak. Baru saja sampai."

"Oh, baguslah. Kebetulan saya ada perlu, kamu selesai jam kantor bisa ketemu saya?" Pinta sang atasan.

"Hah? Ketemu? Saya bikin masalah ya, Pak?" Panik Bumi, membuat Tara diseberang sana tertawa pelan.

"Nggak kok, saya cuma pengen ngajak kalian makan malam aja."

Dahi si pria kembali berkerut, "Kalian?" Ulangnya.

"Iya. Kamu, Riri, Jery, Mario dan Omira." Jawab Tara menyebut satu persatu teman istrinya.

"M—mau ngapain, Pak?"

"Nanti juga kamu tahu, dan satu lagi—jangan sampai Kallula tahu soal ini ya?"

"Eh? Kok gitu?"

"Ya pokoknya jangan sampai tahu. Oke? Bisa ya? Jam tujuh malam saya tunggu di Black Dante." Ucap Tara menyebut salah satu nama restoran favoritnya.

Bumi bingung? Tentu saja. Tapi, ia tetap menyanggupi apa yang diminta bosnya itu. Setelah panggilan berakhir, dengan cepat ia membuat grup baru tanpa Kallula didalamnya.

S.O.S

bumi.air added rianari, jery.h, mario, omiradi

omiradi: ape nih?

mario: penting nggak nih?

jery.h: kok nggak ada Kallula?

mario: atas gue buceeeen....

omiradi: lha iya? ada apa nih?

rianari: heh! mau gibahin kallula lo ya?

bumi.air: santai dong kawan, pada ngegas amat. Heran deh.

rianari: lagian kenapa kallula nggak ada? gue aja deh yang invite.

bumi.air: NO! jangan! ini amanat dari pak tara

omiradi: pak tara?

mario: pak bos?

jery.h: regantara samudera?

rianari: gimana? gimana?

bumi.air: makanya pada diem dulu ngapa sih!

XOXOSOS!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang