"It's better to wait long...
than marry wrong."
➿
Kallula masih memandangi cincin bermata berlian yang kini terlingkar dijari manis tangan kanannya. Semua masih terasa seperti mimpi, terjadi hanya dalam sekejap mata, terjadi hanya dalam satu tarikan nafas. Kini dia—Kallula Maheswari resmi menjadi istri dari Regantara Samudera, salah satu pemimpin divisi ditempatnya bekerja.
Satu cubitan, dua cubitan, bahkan tiga cubitan sudah ia lakukan pada tangannya. Kini kulit putih itu terlihat memerah akibat perlakuan bar-bar dari si empunya. Rasanya ia tidak ingin percaya, waktu dua bulan yang dipakai untuk mempersiapkan segala sesuatu benar-benar bergulir dengan cepat.
"Kamu nggak mimpi kok..." suara manis Tara menghentikan pergerakan jari si perempuan yang kembali ingin mencubit lengannya.
Kallula menoleh dengan cengiran lebarnya, "Ketahuan ya?" Mendengar itu Tara tersenyum tipis lalu meraih tangan sang istri.
"Jangan dicubit lagi, kasian tangan kamu." Ucapnya sembari mengusap pelan lengan Kallula yang nampak memerah.
Perlakuan manis dari Tara berhasil membungkam Kallula, ia berubah menjadi batu dalam hitungan detik. Sialan. Kalau begini terus bisa dipastikan ia akan segera menghuni salah satu lahan di pemakaman umum.
"Pak, jangan manis-manis dong. Nanti kalau saya diabetes gimana?"
Tara tertawa ringan, ia melirik Kallula yang menekuk wajahnya sebal.
"Kamu yang jangan gemes-gemes banget, kalau saya suka gimana?" Balas pria itu.
Bukannya tersipu atau salah tingkah, Kallula justru memekik kesal mendengar ucapan Tara.
"Tuh, kan! Astaga! Pak, ih. Jangan gitu..." kesal Kallula membuat Tara tertawa lepas. Beruntungnya suara mereka teredam oleh suara musik yang sedang terdengar.
Pernikahan yang hanya dihadiri keluarga itu berlangsung di Bali—sesuai kesepakatan Tara dan Kallula yang tidak ingin pernikahan mereka diketahui banyak orang, terlebih rekan-rekan di kantor. Meskipun sebenarnya, kantor wilayah dan kantor cabang sudah mengetahui kabar pernikahan Tara—hanya saja mereka tidak tahu dengan siapa pria itu menikah. Lagi pula, Kallula belum siap diajukan banyak pertanyaan terlebih reaksi yang akan ia dapatkan kalau sampai mereka tau dirinyalah istri dari atasan mereka.
"Brou!" Sapa seorang pemuda dengan semangat saat berdiri tidak jauh dari pasangan baru itu.
"Jemi!" Pekik Kallula senang. Ia bahkan dengan segera menyambut si pemuda dalam pelukannya.
"Gila! Nikah juga lo, lagi nggak nge-prank kan ini?"
Kallula mendengus sebal, "Bacot lo!" Makinya.
"Hai, Bang! Gue Jemima. Panggil aja, Jemi. Sepupu bini lo." pemuda itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
Tara menyambut uluran tangan itu dengan senyuman hangat, karena pernikahan mereka yang bisa dikatakan mendadak dan berada di Bali, banyak dari keluarga Kallula yang baru ia temui hari ini. Apa hampir semua keluarga Kallula orang terkenal? Sebelumnya ada Yuda Asangkaru dan Jovanka Maheru, kali ini ia dikagetkan dengan sepupu istrinya—Jemima Bratadikara, seorang model internasional yang sedang naik daun.
"Lo nggak hamil kan, ya?" Celetuk Jemi asal.
Satu geplakan keras didapat Jemi didetik berikutnya, yang tentu saja diberikan Kallula dengan sekuat tenaga. Bisa-bisanya pemuda itu mengatakan hal yang tidak-tidak. Pipinya memerah, bukan menahan amarah melainkan menahan malu di depan suaminya. Bagaimana kalau setelah ini, Tara berpikiran untuk menghamilinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
XOXOSOS!
FanfictionKallula Maheswari, si budak korporat yang diam-diam menyimpan rasa pada si manajer namun secara tiba-tiba menjadi istri si pemimpin divisi. Another story of Ten and Lisa. Alternative universe Happy Reading! ©️SkylaR 🍂
